Tampilkan postingan dengan label surat wasiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surat wasiat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 September 2010

WASIAT SYAIKH ABDULLAH AZZAM UNTUK KAUM WANITA

WASIAT SYAIKH ABDULLAH AZZAM UNTUK KAUM WANITA

Wasiyat Syekh Asy-yahidDR. Abdulloh Azzam Untuk Istrinya Dan Kaum Wanita
Wahai kaum wanita….

Jagalah diri kalian dari kemewahan, karena kemewahan adalah musuh jihad. Kemewahan mengkerdilkan jiwa manusia. Hati-hatilah terhadap keadaan yang berlebih-lebihan. Cukuplah dengan yang perlu-perlu saja.

Didiklah anak-anak kalian dengan kesederhanaan, dengan sifat kejantanan dan kepahlawanan serta kemauan untuk berjihad. Jadikanlah rumah kalain sebagai kandang singa, bukannya kandang ayam yang setelah gemuk dijadikan sembelihan penguasa durhaka. Tanamkanlah dalam jiwa putra-putri kalian kecintaan berjihad, mencintai lapangan pacuan kuda dan medan-medan pertempuran.

Hiduplah dengan selalu menyertai segala kesulitan kaum muslimin. Usahakan dalam satu minggu sekali – minimal – untuk hidup seperti hidupnya kaum muhajirin dan mujahidin, yaitu hanya dengan sepotong roti kering dengan lauk yang tidak berlebihan dan beberapa teguk air teh.

Wahai para remaja….
Tumbuhlah kalian dalam desingan peluru-peluru, dentuman meriam, raungan kapal terbang dan deru suara tank. Jauhilah kenikmatan hidup, dendangan musik dan kasur-kasur yang empuk.

Adapun engkau wahai istriku…
Sebenarnya banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu wahai ummu Muhammad. Semoga Allah melimpahkan balasan pahala kepadamu karena pengorbananmu kepadaku dan kepada kaum muslimin, juga karena dukunganmu kepadaku. Eangkau telah lama bersabar bersamaku menempuh jalan ini, dan engkau telah merasakan pahit dan manisnya hidup bersamaku. Dan engkau adalah sebaik-baik penolong bagiku dalam menempuh perjalanan yang penuh berkah ini, dan untuk berjuang di medan jihad. Engkau telah kutinggalkan di rumah sejak tahun 1969 M., pada saat itu kita baru mempunyai dua anak kecil perempun dan seorang bayi laki-laki. Engkau hidup di sebuah kamar yang terbuat dari tanah liat yang tidak ada dapur dan perabotnya. Dan kutinggalkan engkau dirumah ketika hamil tua dan bertambah anggota keluarga, anak-anak sudah mulai besar, dan semakin banyak kenalan kita dan semakin bertambah pula tamu-tamu kita. Engkau terima semua itu hanya karena Alloh kemudian karena aku.
Maka semoga Alloh membalas jasamu terhadap diriku dan terjadap kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan. Kalau bukan karena Allah, kemudian karena kesabaranmu atas kepergianku yang sekian lama dari rumah, tidaklah aku mampu memikul beban begitu berat sendirian.

Benar-banar aku telah mengerti bahwa engkau seorang wanita zahidah (ahli zuhud), bagimu materi dunia ini tidak ada nilainya dalam hidupmu. Engakaupun tidak pernah mengeluh pada hari-hari yang berat karena sedikitnya uluran tangan pertolongan. Dan engkau pun tidak pernah bermewah-mewah juga tidak membanggakan diri pada hari-hari Allah membukakan sedikit pintu kenikmatan dunia. Dinia ini tidak pernah tinggal dalam hatimu, padahal sebagian besar kesempatan ada di tanganmu.

Sesungguhnya kehidupan jihad adalah kehidupan yang paling lezat, serta menahan sabar atas kesempitan lebih indah daripada bergelimang diantara bermacam-macam kenikmatan dan tumpukan kemewahan.


Berpegang teguhlah pada sifat zuhud, niscaya Allah akan mencintaimu. janganlah mencintai apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.
Al Qur’an adalah kenikmatan hiburan dalam kehidupan. Bangun sholat malam (tahajud), puasa sunnah, serta beristighfar pada waktu-waktu sahur (sepertiga malam terakhir) menjadikan hati lembut, beribadah menjadi manis. Bersahabat dengan orang-orang yang baik, tidak berlebih-lebihan di dunia, jauh dari glamour dan orang-orang yang sibuk dengan dunia semua itu akan menjadikan hati tenang..

Harapan kita hanya kepada Allah, mudah-mudahan kita dikumpulkan di Jannah Firdaus, sebagaimana Dia telah mengumpulkan kita di dunia.

Adapun kalian wahai anak-anakku….
Sungguh kalian hanya mendapatkann sedikit saja dari waktuku, juga hanya sedikit pendidikan dariku.

Ya ! aku sibuk dan tidak sempat mengurus kalian. Tapi apakah yang harus aku perbuat, sedangkan bencana yang menimpa kaum muslimin seakan membuat wanita yang menyusui tak ingat akan nasib susuannya. Dan malapetaka yang menyiksa umat Islam begitu dahsyat seolah-olah jambul anak-anak muda beruban karenanya.

Demi Allah, tak kuat aku hidup bersama kalian sebagaimana induk ayam dalam sangkarnya hidup bersama anak-anaknya. Tak sanggup aku hidup dengan hati dingin sedangkan api ujian membakar hati kaum muslimin tak rela aku tinggal besama kalian sepanjang waktu sedangkan derita dan kaum muslimin merobek-robek setiap orang yang memiliki hati nurani atau masih tersisa akalnya. Tidaklah kesatria hidup diantara kalian sambil bergelimang dengan kenikmatan yang sebagian dihamparkan untukkku dan sebagian lagi diangkat, diantara tumpukan daging dan beraneka ragam jajanan.

Demi Allah, dalam hidupku aku telah membenci kemewahan baik berupa pakaian, makanan, ataupun tempat tinggal. Aku telah berusaha semampuku untuk mengangkat kalian kepada tingkatan para zahidin (ahli zuhud) dan menjauhkan kalian dari gelimangan orang-orang yang hidup dalam kemewahan.

Aku wasiatkan kepada kalian berpeganglah pada aqidah kaum salaf, yaitu aqidah ahlus sunnah wal jama’ah, dan jauhilah sifat berlebih-lebihan. Aku wasiatkan kepada kalian, untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an. Jagalah juga lidah kalian. Begitu juga sholat malam, berpuasa, bergaul dengan teman-teman yang baik, dan bergabunglah bersama gerakan Islam. Tapi hendaklah kalian ketahui bahwa pemimpin gerakan itu tidak berhak melarang kalian berjihad, atau mengasikkan kalian dalam bidang dakwah hingga melalaikan dari medan-medan kejantaan dan medan-medan perang. Kalian tidak perlu minta ijin kepada seorang pun untuk berjihad di jalan Allah.

Belajarlah bagaimana menghentakkan senjata dan mengendarai kendaraan perang. Tapi, menembak lebih aku sukai.

Aku wasiatkan kepada kalian, wahai anak-anakku agar kalian taat kepada ibumu, menghormati kakak-kakak perempuanmu (ummu Al Hasan dan ummu Yahya). Hendaklah kalian menekuni ilmu syari’ah yang bermanfaat. Hendaklah kalian taat kepada kakak laki-lakimu (Muhammad).
Saya nasehatkan kalian untuk saling mencintai dan berbakti kepada kakek dan nenek kalian, hormatilah keduanya. Dan berbaktilah kepada kedua bibimu (ummu faiz dan ummu Muhammad). Karena kedua beliau itu memiliki jasa dan keutamaan besar kepadaku sesudah Allah.
Sambunglah kekerabatan kita dan berbuat baklah kepada keluarga dan tunaikanlah hak persahabatan kita kepada orang yang bersahabat dengan kita

Diterjemahkan dari kitab : Wasyiyyatu As Syekh As Syahid Abdullah Azzam

Jumat, 03 September 2010

Surat Wasiat Komandan Ibnu Khothob kepada Anaknya
Kamis, 27 Mei 2010 14:46 www.arrahmah.com

Ditulis untuk anaknya yang bernama Sholeh, ketika usianya belum genap tiga bulan. Ditulis di daerah Dar-Gho Cechnya.
“Nasehat Komandan untuk putranya: surat dari medan tempur Cechnya.”

Sesungguhnya sejarah Islam tidak akan menggoreskan tintanya kecuali untuk para lelaki yang berlaku jujur kepada Alloh dan kepada siapa saja yang menyertainya; yang mempraktekkan kata-katanya, dan maju di barisan tempur paling depan.
Percayalah, Sholih, dulu para penyembah dirham, dunia, dan penyembah barat, menyibukkanku dengan profesi dan gaji, dan pahala di sisi Alloh adalah lebih baik dari semua ini. Maka habislah satu generasi dan generasi berikutnya hanya dengan kehidupan rutinitas yang mematikan, tak jauh berbeda dengan kehidupan binatang. Kita bangun pagi hari, sarapan, kemudian pergi ke tempat kerja, setelah itu makan siang, kemudian pulang ke rumah, kemudian makan malam, dan kemudian tidur.Tidak ada tujuan dalam hidup.
Sholih, percayalah padaku, sejauh mana seseorang tekad dan tujuan dalam hidupnya maka sejauh itu pulalah ia diberi rezeki dan taufik. Sedangkan permasalahan-permasalahan hidup tidak akan pernah habis, ia hanya berkutat pada masalah pekerjaan, kendaraan, istri, anak, dan tempat tinggal. Setiap kali engkau berhasil pecahkan satu masalah, datang masalah lain. Engkau pecahkan sepuluh masalah, datang dua puluh masalah. Padahal umur semakin habis, sementara masalah tidak habis-habis.
Dunia Islam hari ini, memiliki berbagai tipe masyarakat, ada yang ulama, pencari ilmu, usahawan, insinyur, pegawai masjidil haram, dan orang-orang yang hidup pas-pasan dan terkekang: yaitu para tentara tauhid dan jihad sebagai ajaran tertinggi Islam.
Telah tiba waktu untuk berjihad, bangsa kafir datang dan tidak ada kata lain selain pedang. Sungguh, Alloh telah memberikan anugerah kepada umat Islam di zaman sekarang dengan dibukanya jihad, saya tidak katakan di zaman Rosululloh dan para shahabatnya. Kalau tidak percaya, lihatlah bagaimana mungkin bangsa termiskin di dunia mampu menyerang Uni Soviet, bangsa termiskin berani masuk melancarkan serangan ke jantung Rusia dan di Rusia. Kalau bukan karena aku hidup langsung denganbangsa-bangsa semacam ini, aku tidak percaya ini bisa terjadi.
Percaya padaku, wahai Sholih, kematian adalah seni yang bisa diatur, hanya saja ilmunya ada di sisi Alloh mengenai di mana dan kapan kematian itu terjadi. Kejarlah kematian, niscaya engkau akan raih kehidupan. Yakin dan berbaik sangkalah kepada Alloh. Memang kita hari ini mengaku beriman kepada Alloh, tetapi kita masih meragukan datangnya pertolongan dari Alloh untuk kita. Kita berprasangka yang bukan-bukan, kita tergentarkan oleh pesawat dan tank-tank musuh-musuh Alloh ketika perang Teluk. Perang Teluk telah meluluh lantakkan apa saja yang dimiliki kaum muslimin. Tapi setelah keyakinan diri kepada Alloh kembali ke dalam diri kaum muslimin pasca kekalahan Uni Soviet oleh Afghanistan, terhinakanlah kekuatan barat dan timur di hadapan kekuatan iman kepada Alloh.
Lalu datanglah bangsa barat ke negeri Islam, untuk menggelar pentas yang membuat umat Muhammad ketakutan. Padahal Saddam sendiri belum mampus, ia menjelma menjadi manusia buas yang menakut-nakuti kaum muslimin dengan perang ini, kaum muslimin harus diperas hartanya dan menanggung hutang bertumpuk-tumpuk lantaran perang yang memakan waktu satu tahun ini, dengan perahan yang betul-betul habis.
Sholeh! Engkau akan mati sendirian, tinggal di kubur sendirian, dan akan dibangkitkan sendirian. Padahal jalan yang harus ditempuh begitu panjang, sedangkan bekal kita sedikit. Maka, berbekallah dengan takwa dan jihad di jalan Alloh, sebab jihad adalah kemuliaan di dunia dan akhirat.
Buah hatiku! Kamu sekarang memang masih kecil, tetapi kami telah merintis jalan buatmu dan manusia-manusia seusiamu sekarang, kami menyiapkan dan memberikan pelajaran kepada kalian. Apa yang tidak bisa diberikan kakek-kakek kalian kepada kami, maka tinggalah harapan umat ini ditumpukan kepada generasi kalian. Ketika kami nanti sudah tua, harapan kami hanya kepada Alloh, setelah itu kepada kalian.
Sayangku dan permata hatiku..
Pemuda hari ini menjadi budak syetan, berupa televisi, sepak bola, rekreasi, dan mobil. Hindarilah mati karena kecelakaan atau tabrakan. Mintalah khusnul khotimah kepada Alloh; mati syahid. Dengan ini engkau akan dikumpulkan bersama sang Nabi tercinta dan terpilih, Muhammad SAW, dan para shahabatnya. Mereka berada di derajat para nabi, kemudian shiddiiqiin (orang-orang yang imannya kuat), kemudian para syuhada.
Wahai penyejuk mataku..
Pujilah Alloh, karena engkau dilahirkan di bumi peperangan, desa kaum ibumu dihancurkan, mereka membela agama dan kehormatan mereka sampai titik penghabisan. Separo dari mereka keluar berperang bersama ayahmu melancarkan pembalasan, dan separo lagi harus mengenyam pahitnya penjara dan mati terkubur di bawah tanah, mereka syuhada…Insya Alloh. Merekalah yang pertama kali memproklamirkan syariat Islam di Dagestan, sebuah negeri para budak, pemerintahan atheis dan kafir di Kar Makhi.
Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu, ketika mereka dikepung kekuatan militer dzalim dari empat penjuru dan desa-desa mereka dibombardir, maka kami berdiri bersama tentara tauhid untuk membela diri, dan pecahlah pertempuran-pertempuran yang belum pernah kusaksikan, ketika itu dihinakanlah bangsa zalim dan atheis. Ketika kamu masih dalam perut ibumu, pesawat-pesawat membumi hanguskan bumi dan manusia yang ada di atasnya, yaitu di bumi Cechnya. Pujilah Alloh, karena engkau sudah mendengar suara peluru dan rudal ketika engkau masih di perut ibumu. Ibumu sendiri harus lari dari satu tempat ke tempat lain.
Anakku yang mulia..
Jangan mimpi untuk hidup senang, lezat, dan damai-damai saja. Karena dunia kafir akan mengejar di belakangmu. Demi dosa ayahmu, pilihlah untuk dirimu kehidupan izzah (harga diri) dan kemuliaan, sebelum engkau dijebloskan di penjara kafir. Sebab teman-teman ayahmu telah diperlakukan seperti itu, sedangkan engkau tidak jauh berbeda dengan mereka, dan aku tidak lebih baik daripada teman-teman ayahmu. Ambillah keputusan hidup yang tegas lalu teguhlah di atasnya, percayalah kepada taufik Alloh, jangan dengar katanya-katanya, dan pertanyaan yang masih kira-kira.
Hendaknya engkau mencari ilmu dan menghafal kitab Alloh ketika masih kecil, setelah itu ber-I'dad dan berjihad di jalan Alloh.
Anakku, aku tidak tahu apakah kita nanti akan bersama-sama dalam medan pertempuran, engkau jadi komandanku dan aku prajuritmu yang memberi minum pasukan lain yang haus serta mengobati yang terluka. Atau barangkali, engkau akan sendirian sementara aku sudah terkubur di bawah tanah, maka inilah nasehat seorang prajurit untuk komandannya: Jadilah sedekah jariyah (yang terus mengalir pahalanya) buat ayahmu dan anak sholeh yang mendoakanku, wahai Sholeh. Sebab tidak ada lagi setelah mati bagi seorang hamba selain itu, sebagaimana disabdakan oleh manusia pilihan, Muhammad SAW.
Ini saja, tak lupa aku memohon kepada robb semua manusia, agar menjagamu untuk menjadi orang yang berkhidmad buat agama ini di manapun kamu berada, memberikan anugerah agungnya kepadamu, tidak memberi kesempatan musuh-musuh Alloh untuk menangkapmu, tidak melebihkan keutamaan dan pemberian orang lain di atas yang diberikan kepadamu, dan memberimu rezeki berupa kesyahidan di jalan-Nya, sehingga engkau bisa memberi syafaat buat ayahmu, ibumu, dan orang-orang miskin.
Semoga Alloh membekalimu dengan ilmu dan kekuatan untuk menghadapi orang-orang kafir. Allohu Akbar!


http://millah-ibrahim.com/aqidah/kumpulan-nasehat/207-surat-wasiat-komandan-ibnu-khothob-kepada-anaknya