BIMBINGAN DAN KONSELING
BIMBINGAN :
Proses bantuan mengembangkan diri sesuai potensi agar dapat
menyesuaikan diri secara optimal
KONSELING:
Proses belajar menyelesaikan masalah pribadi, agar dapat
lebih bahagia dan produktif
Tujuan dan Fungsi:
Mengapa perlu Bimbingan dan Konseling ?
• Manusia tidak lepas dari masalah
• Manusia ingin mengatasi masalah
• Tidak semua insan mampu mengatasi masalah, ada yang perlu bantuan
• Bila masalah tidak terselesaikan, akan berpengaruh negatif
(Problem belajar IPK menurun)
Jadi Tujuan B & K
• Membantu individu mengenal dirinya, potensi-potensinya, untuk
mengambil langkah-langkah bijaksana
• Membantu individu untuk melihat masalahnya, sehingga dapat
mengambil langkah yang tepat dalam mengatasinya
• Membantu individu untuk mampu memecahkan masalahnya sendiri,
agar dapat menyesuaikan diri dengan baik
Fungsinya:
• Bantuan bersifat prefentif
- Mencegah jangan timbul masalah
- Memberi informasi
• Bantuan bersifat korektif/remedial
- Membantu menyelesaikan masalah
- Bila sudah timbul problem
• Bantuan bersifat preservatif
- Menjaga keadaan yang telah baik, jangan sampai menjadi tidak baik (memelihara)
BIMBINGAN
• Merupakan suatu proses yang berkesinambungan
• Untuk membantu individu yang memerlukannya
• Dalam upaya mengembangkan diri secara optimal
• Sesuai dengan potensi, bakat, dan minat yang dimilikinya
• Agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya
• Yang dilakukan oleh orang yang memeiliki kualifikasi sebagai ahli
di bidang bimbingan
KONSELING
• Merupakan suatu proses belajar
• Yang pada umumnya dilakukan dalam situasi sosial yang sederhana,
yaitu dalam hubungan antara dua orang
• Dilakukan oleh seorang konselor yang kompeten secara profesional
di bidang ilmu perilaku khususnya psikologi
• Dalam upaya membantu klien
• Menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan klien
• Dalam rangka program bimbingan pendidikan
Secara keseluruhan agar klien:
• mengenal dirinya lebih dalam
• belajar menerapkan pemahaman tersebut secara efektif
• dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan-tujuan yang telah
diprediksi secara cermat dan ditetapkan secara realistis
Fungsinya:
• Nasihat
• Pemberian jaminan
• Komunikasi
• Meredakan ketegangan emosi
• Berpikir jernih
• Reorganisasi, agar terjadi perubahan dalam tujuan-tujuan dan
nilai-nilai hidupnya, sehingga dengan demikian, klien akan menjadi
anggota masyarakat yang lebih bahagia dan lebih produktif
KONSELING dapat dilaksanakan oleh seseorang yang
• Profesional (ahlinya)
• Tidak profesional (mereka yang tidak dilatih)
TIPE-TIPE KONSELING
• Directive counseling DC
• Non directive counseling NDC
• Participative counseling PC
KONSELOR
DC
PENGAMBILAN PC
KEPUTUSAN
NDC
KLIEN
a. Directive Counseling
Directive counseling merupakan proses mendengarkan masalah klien. Kemudian menentukan apa yang harus dilakukan klien (ada tugas yang diberikan kepada klien). Contoh: apabila ditemukan bahwa klien ternyata lebih aktif dengan kegiatan non-akademis, maka konselor menyarankan untuk lebih banyak studi dan mengurangi/ meniadakan kegiatan non-akademis.
b. Non-Directive Counseling
Non-directive counseling berada diujung yang berlawanan dari directive counseling. Disini konselor mendengarkan permasalahan klien, kemudian berusaha untuk merefleksikan/ mencerminkan kembali apa yang dikatakan oleh klien sehingga konselor disini bertugas sebagai cermin dan klien dapat melihat permasalahannya sendiri/ kembali melalui cermin ini. yang diharapkan disini adalah timbulnya ‘insight’ atau lebih tepat emotional insight sehingga dengan cara demikian diharapkan klien dapat menemukan jalan keluarnya sendiri.
Pernah pula terjadi bahwa selama konselor mendengarkan dengan seksama apa yang dikemukakan klien, klien secara tiba-tiba menemukan jalan keluarnya melalui emotional insight tanpa konselor mengatakan sesuatu bahkan tidak tahu persis permasalahan klien yang sebenarnya. Hal ini membuktikan juga bahwa kadang-kadang manusia memerlukan seseorang pendengar yang baik saja.
Dari segi tanggung jawab, maka pada:
Directive counseling, tanggung jawab untuk sebagian besar berada pada pihak konselor. Hal ini adalah berat mengingat resikonya.
Non-directive counseling, tanggung jawab untuk sebagian besar berada pada pihak klien sendiri, karena ia sendirilah yang telah menentukan jalan keluarnya.
Dari segi efektivitas, maka untuk:
Directive counseling, dapat efektif untuk permasalahan yang betul-betul jelas dengan kriteria-kriteria yang jelas pula. Misalnya untuk cara studi yang benar.
Non-directive counseling lebih efektif untuk permasalahan yang tidak jelas latar belakangnya dalam pengertian ada sesuatu yang tersembunyi dibalik permasalahan itu.
Dari segi posisi, maka pada :
Directive counseling, konselor berada diatas klien. Ia (konselor) menekankan, memerintah, menyuruh.
Non-directive counseling, klien berada setara dengan posisi konselor. Lebih bersikap mengerti, memahami, berempathy.
Dari segi tingkat kesulitan, pada:
Directive counseling, konselor perlu menguasai bidangnya dengan benar-benar, agar dapat menjaga jangan sampai terjadi salah kaprah. Selain itu ada baiknya pula bila konselor menguasai beberapa teknik treatment lain seperti hipnotis, sugesti, konditioning dan sebagainya karena mungkin saja dibutuhkan dalam langkah-langkah selanjutnya.
Non-directive counseling, konselor selain menjadi pendengar yang baik, ia perlu pula mengahlihan diri dalam verbalisasi. Ia perlu jeli terhadap proses apa yang terjadi dalam diri klien dan berupaya menterjemahkannya dalam bentuk lain sehingga mengklasifikasi permasalahan bagi diri klien.
ETIKA BIMBINGAN & KONSELING
ETIKA :
Standar yang ditetapkan kelompok untuk mengatur tingkah laku para
anggotanya, yaitu berupa tingkah laku yang patut dan tidak patut dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang konselor.
KODE ETIK BIMBINGAN & KONSELING
• Menjamin kerahasiaan klien/klien (kepercayaan)
• Mengenali dan menyadari keterbatasan diri
• Tidak bertanya tentang hal yang sekecil-kecilnya yang tidak relevan
dengan permasalahan klien
• Perlakukan klien/klien seperti keinginan anda diperlakukan
oleh orang lain
KEWENANGAN
1. Melakukan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap kelancaran belajar mahasiswa
2. Melacak gangguan-gangguan belajar yang dialami mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi yang berkaitan dengan
• perencanaan studi
• proses belajar
• penyesuaian diri dan kontak sosial
• situasi-situasi hidup yang menekan
3. Memberikan bantuan kepada mahasiswa dalam menghadapi kesukaran-kesukaran yang menghambat belajar mahasiswa
4. Meneruskan permasalahan yang bukan wewenangnya kepada ahli-ahli yang berkepentingan (misalnya: psikolog atau psikiater)
PERSYARATAN KONSELOR
Mempunyai panggilan akan tugas-tugas pemberian pelayanan kepada orang lain yang memiliki permasalahan yang sulit untuk dipecahkan. Mengingat bahwa pekerjaan seorang konselor adalah membantu menyelesaikan kesulitan-kesulitan tersebut, maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh konselor, yaitu:
• Kemampuan untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh kesulitan seseorang
• Kemampuan untuk mengadakan empati, yaitu kemampuan konselor untuk dapat menghayati apa yang dirasakan oleh kliennya, untuk dapat menyelemai pikiran, perasaan, cita-cita kliennya. Kemampuan empati ini hendaknya jangan menjadi sikap ‘terbawa’ oleh klien, tetapi tetap dapat mempertahankan jarak antara klien dan konselor
• Kemampuan untuk mengadakan komunikasi verbal sesuai dengan keadaan klien. Konselor hendaknya dapat menyatakan diri secara jelas bagi kliennya, dengan menggunakan kata-kata, bahasa, yang dapat dimengerti oleh kliennya.
• Kemampuan untuk menunjukkan sikap yang ‘menerima’ dan sikap ‘tidak menilai sebelumnya’. Sikap ini perlu untuk membina suatu situasi percakapan, situasi wawancara yang saling mempercayai, menghargai agar dapat dikembangkan sikap yang positif dari klien terhadap klienor dan juga terhadap orang lain.
Sikap ‘menerima’ ialah sikap konselor yang menerima kliennya sebagai suatu individu yang unik, lain dari individu yang lain. Sikap ini bukan berarti bersimpati atau memihak, atau setuju dengan klien.
Sikap permisif adalah suatu suikap yang ‘tidak menilai’ yanag akan memberikan kepada klien kebebasan dan suasana untuk mengarahkan pembicaraannya, untuk mengutarakan, atau menyembunyikan perasaan-perasaannya.
• Merupakan seorang yang dapat bekerjasama dengan orang lain, seorang yang mau memberikan dan mencari keterangan-keterangan lain yang diperlukan demi kebaikan dari klien yang dibimbingnya, serta serasi dan sesuai dengan peranan sebagai konselor yang diberikan atau diharapkan dari lingkungan kerjanya.
Persyaratan lainnya:
• Cerdas, Segar, Perhatian, Mengerti orang lain, Humor, Toleran, Kesanggupan bergaul, Kerjasama, Dapat menerima rangsang dari luar, Memperhatikan perkembangan sosial, Dalam keadaan utuh/seimbang
• Rasa sayang terhadap kaum muda, Emosi yang stabil, Cakap, Berpandangan luas, Berpendapat yang baik, Berpikir sehat
Menurut Rachel D. Cox: Sederhana, jujur, berkepribadian, berfalsafah hidup yang baik, berpikiran sehat, sehat jasmani dan rokhani, emosi yang stabil, cakap, cakap bergaul, sayang terhadap kaum muda, mempunyai perhatian terhadap orang lain, mengenal adanya perbedaan individu yang satu dengan yang lainnya, mudah untuk menyesuaikan diri, selalu siap sedia menerima tugas, mengenal perkembangan keadaan budaya sosial, berpengetahuan luas, kepemimpinan, sadar atas keterbatasan diri, bersikap sebagai orang yang mempunyai profesi, rasa terpanggil terhadap tugas, mempunyai minat terhadap pekerjaan bimbingan dan konseling, mengenal keadaan kondisi ruang atau kelas, mengenal keadaan kondisi kerja, mengenal keadaan sosial ekonomi.
Persyaratan yang berkaitan dengan bekal pengetahuan yang diperlukan:
• Perkembangan kepribadian
- teori kepribadian
- perkembangan pola tingkah laku
- tingkah laku menyimpang
• Pengetahuan lingkungan sosial
- problem-problem sosial
- kelompok homogen dan heterogen
- lapangan kerja
- kesehatan, dan
- sosial ekonomi
• Teknik mengenal individu
- teknik wawancara
- angket atau kuesioner
- observasi
- sosiometri atau sosiogram
- studi kasus
- otobiografi
• Konseling
- teori dan konsep konseling individu, keleompok dan masyarakat
- prinsip-prinsip program aktivitas mahasiswa
- teknik konseling
• Orientasi dalam keahlian
- Kode etik
- Struktur organisasi
• Praktikum
- konseling
- memberikan supervisi atau memberikan nasihat
- hubungan dengan klien dan hubungan sosial dengan lembaga sosial
• Penelitian
- dapat menemukan ide-ide atau gagasan-gagasan baru dalam bidang bimbingan dan konseling
• Dalam perencanaan program tersebut perlu diprogramkan bimbingan yang bersifat preventif, korektif atau kuratif, maupun preservatif.
Preventif
a. Mengadakan papan bimbingan untuk berita-berita atau pedoman-pedoman yang perlu mendapat perhatian dari para mahasiswa
b. Mengadakan kotak masalah untuk menampung segala persoalan atau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis, sehingga dengan demikian bila ada masalah dapat dengan segera diatasi
c. Menyelenggarakan kartu pribadi, sehingga dengan demikian dosen pembimbing ataupun staf edukatif yang lain dapat mengetahui data dari mahasiswa bila diperlukan.
d. Memberikan penjelasan-penjelasana atau ceramah-ceramah yang dianggap penting, misal cara belajar yang efisien
e. Mengadakan kelompok belajar
f. Mengadakan diskusi dengan mahasiswa secara berkelompok
g. Apabila memungkinkan mengadakan hubungan dengan oirang tua mahasiswa. a.l. menyampaikan hasil studi mahasiswa tiap semester
h. Menyelenggarakan penerbitan yang temanya mengenai hal ihwal yang behubungan dengan bimbingan dan konseling
Korektif:
Memberikan konseling kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan-kesulitan, yang tidak dapat dipecahkan sendiri, yang membutuhkan pertolongan dari pihak lain.
a. Memanggil mahasiswa yang jelas memerlukan pertolongan, misalnya mahasiswa yang Indeks Prestasinya kurang dari 2.00, atau mahasiswa yang hanya mengikuti perkuliahan kurang dari 75%
b. Melayani para mahasiswa yang minta pertolongan
Preservatif:
Usaha untuk menjaga keadaan yang telah baik agar tetap baik dengan selalu menjaga hubungan agar tetap baik.
STRUKTUR BIMBINGAN KONSELING
1. Analisis
Mengumpulkan data keadaan klien, kalau perlu dari orang tuanya yang berhubungan dengan fakta dan evaluasi tentang penyesuaian dirinya.
2. Sintesis
Meringkas data yang telah terkumpul kemudian diklasifikasikan
3. Diagnosis
Mencari sebab-sebab dari penyesuaian klien
4. Prognosis
Meramalkan perkembangan dari penyesuaian dan konseling
5. Konseling
Proses bantuan yang diberikan kepada klien untuk memecahkan masalah yang ada
6. Follow up (tindak lanjut)
Penentuan ahir tentang hasil konseling.
Struktur ini secara sederhana sebagai berikut:
1. Pengumpulan data
2. Analisis data
3. Diagnosis
4. Treatment (memberikan perlakuan berupa konseling)
STRATEGI DASAR PEMBERIAN BANTUAN
Perlu diingat bahwa konseling terlibat dengan suatu minat membawa perubahan suka rela pada diri klien. Konselor menawarkan bantuannya guna mencapai perubahan-perubahan ini. atau membuat pilihan-pilihan yang sesuai. Klien dibantu sedemikian rupa sehingga dapat membuat suatu keputusan sendiri karena klien sendirilah yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusannya itu, walaupun dengan bantuan konselor yang penuh pengertian.
Sebagai proses konseling yang profesional, maka strategi di sini perlu dirancang secara sistematis dan efisien dalam pelaksanannya.
Sistematif karena mengikuti alur yang kait mengait dan terarah pada tujuan melalui metoda atau cara tertentu yang daapt dipertanggungjawabkan.
Efisien dimaksudkan dalam segi tenaga, waktu dan sarana yang digunakan dalam proses tersebut.
Meskipun permasalahan dari setiap mahasiswa yang membutuhkan jasa konseling berbeda satu dengan lainnya, namun secara umum terdapat suatu alur yang mirip untuk hampir setiap proses konseling.
Tahapannya biasanya melalui kegiatan berikut ini:
Menentukan hari pertemuannya
Pre-counseling session guna mengeksplorasi masalah-masalah klien.
Mengembangkan relasi memberi bantuan.
Mempertimbangkan, mengindentifikasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan usaha mencari pemecahan masalah, termasuk menentukan alternatif tujuan.
Pengembangan dan implementasi program ke arah pencapaian tujuan.
Evaluasi dari hasil-hasil yang telah dicapai.
Akhir dari relasi konseling.
Tindak lanjut (follow-up)
Yang juga perlu diperhatikan untuk menjalankan konseling ini adalah pengaturan tempat di mana proses konseling akan dilaksanakan. Adapun yang perlu menjadi perhatian disini adalah:
Usahakan agar ruangan bebas dari gangguan atau gangguannya minim sekali, agar baik konselor maupun klien dapat berbicara tenang dan dapat mengkonsentrasikan diri masing-masing.
Usahakan agar cahaya cukup serta ventilasi cukup segar.
Setting dari tempat duduk boleh frontal (saling berhadapan) akan tetapi lebih baik lagi bila tempat duduk diatur saling berdampingan dengan jarak tertentu, terutama untuk kelompok klien yang kurang tahan terhadap tetapan mata orang lain.
Usahakan agar ada privacy, sehingga klien tidak terhalang untuk mengemukakan permasalahannya. Misalnya dengan memasang tanda “dilarang mengganggu” di depan pintu masuk.
Seperti tadi telah dikatakan, proses konseling secara umum biasanya berlangsung melalui tahapan kegiatan seperti:
1. Menentukan hari pertemuannya.
Kegunaannya adalah agar klien dapat lebih siap menghadapi proses konseling, baik menyangkut persiapan diri, waktu /kesempatan. Informasi ringan dapat juga diberikan disini menyangkut lamanya waktu pertemuan ( 45’ – 60’) serta perkiraan berapa pertemuan yang diperlukan, serta biaya (bila ada) yang dibebankan pada klien. Perlu dipertimbangkan juga termasuk klien yang manakah yang dihadapi ini. apakah yang datang atas inisiatif sendiri atau karena disuruh oleh pihak tertentu. Kelompok pertama biasanya akan lebih terbuka mengemukakan permasalahannya dibandingkan dengan kelompok yang kedua. Hal ini tentu akan berpengaruh dalam kerja sama pada proses konseling.
2. Pre-Counseling Session.
Disini sudah dapat digali data personal dan informasi mengenai diri pribadi klien, meskipun belum terlalu dalam. Konselor mencoba menbangun suatu kontak untuk memperoleh ‘rapport’ dan suatu relasi konseling yang sehat. Hal yan juga dapat dilakukan konselor disini adalah memotivasi klien untuk mau mengungkapkan masalahnya secara terbuka guna mencapai hasil yang diharapkan, serta latar belakang kehidupan klien. Tanpa dirasakan konselor telah masuk pada tahap mengembangkan relasi memberi bantuan (ke-3).
3. Setelah data-data yang dibutuhkan terkumpul, maka konselor bersama klien berusaha mencari pemecahan masalah, termasuk menentukan alternatif tujuan.
4. Pada tahapan pengembangan dan implementasi program kearah pencapaian tujuan, klien diarahkan pada hal apa saja yang perlu ia kembangkan ataupun lakukan agar dapat mencapai tujuan.
Biasanya setelah tahapan ke-4 ini klien diberikan waktu untuk merealisasikan hal-hal yang telah dicapai/ disepakati dalam proses konseling itu. Kemudian sekaligus ditentukan suatu waktu tertentu dikemudian hari agar dapat dilaksanakan tahapan berikutnya yakni:
5. Evaluasi dari hasil-hasil yang telah dicapai
6. Bila sudah berhasil dilaksanakan akhir dari relasi konseling
7. Apabila diperkirakan perlu di-check kembali menyankut beberapa hal maka dilaksanakan tahapan tindak lanjut (follow-up).
Seandainya klien tidak berhasil dalam melaksanakan butir ke-4 yang terlihat pada butir 5, maka proses dikembalikan ke butir 3 atau 4, karena ada saja kemungkinan dimana suatu faktor baru akan muncul ke permukaan menyangkut permasalahan apa yang telah disepakati bersama konselor sehingga perlu adanya latihan.
TANGGUNG JAWAB TERHADAP KLIEN
Dalam kondisi bagaimana pun juga, sebagai dosen BK harus bertanggung jawab dalam melayani klien. Pelayanan yang diberikan kepada klien harus dilakukan secara sungguh-sungguh, sehingga secara maksimal adalah pertolongan yang paling baik yang dapat diberikan kepada klien.
4 TIPE AREA KONSELING DALAM PSIKOLOGI INDUSTRI
1. Konseling Penyesuaian (Adjustment Counseling)
Membantu pegawai mencapai kesehatan mental yang lebih baik. Konseling ini merupakan bentuk penyelesaian masalah emosional seperti perilaku neurotik. Berhubungan dengan orang-orang yang memiliki kesulitan emosional. Jenis konseling ini memiliki mayoritas terbesar dalam kehidupan industri dewasa ini, membutuhkan bantuan para profesional yang terlatih dalam jumlah besar.
Pegawai yang tidak memiliki keseimbangan emosional dapat mempengaruhi kualitas kerja, misalnya masalah absensi dan karakteristik personal pegawai. Masalah absensi telah dijadikan studi oleh Newton (1950) yang menyatakan bahwa pegawai dengan tingkat absensi yang tinggi merupakan pegawai dengan emosi yang kurang stabil, dan studi yang dilakukan Stewart dan Hinkle (1952) juga menyatakan bahwa kelompok dengan tingkat absen tinggi cenderung memiliki ketidakseimbangan emosional dan permasalahan-permasalahan lain yang didasari oleh permasalahan emosional.
Banyak studi yang telah dilakukan yang dikenal dengan accident-prone individuals. Studi ini adalah mengenai individu-individu yang cenderung mengalami kecelakaan dibanding dengan pegawai lain. Shannon dan Burgett (1960) menemukan bahwa pegawai pria yang sering mengalami kecelakaan adalah orang-orang yang mengalami pemotongan gaji lebih banyak dibandingkan dengan pegawai lain, sering mengambil cuti, lebih sering menerima teguran dan seringkali datang ke rumah sakit perusahaan. Pada tahun 1959, peneliti yang sama, menyatakan bahwa pegawai wanita yang sering mengajukan klaim asuransi lebih cenderung mengalami kecelakaan, lebih sering mengeluh, dan memiliki sejarah penyakit mental dibanding pegawai wanita lainnya. Dari semua data di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa banyak pegawai yang mengalami emotional maladjustment dan hal ini sangat berpengaruh kepada kinerja mereka.
Schulzinger (1956) menyatakan bahwa ketidakseimbangan emosi pegawai adalah fenomena temporal. Oleh karena itu, masalah maladjustment ini lebih sering mempengaruhi tingkah laku yang ditampilkan oleh pegawai.
Konseling merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan. Banyak pegawai yang memiliki masalah dengan keadaan emosinya tetapi dengan beberapa pertolongan mereka dapat menyelesaikan masalah tersebut, karena pada kasus seperti inilah adjustment konseling memainkan perannya. Pada beberapa kasus manfaatnya sangat sedikit, contohnya pada kasus pegawai yang gila atau mentalnya terganggu. Hal ini sangat berat untuk menyelesaikannya sehingga fungsi konselor pada kasus seperti ini adalah dengan menyarankan bantuan psikiater atau institusi tertentu.
Pendekatan yang harus digunakan konselor adalah pendekatan yang tidak langsung namun sebisa mungkin juga melakukan pendekatan langsung. Konselor harus dapat membuat pegawai yang bermasalah mengetahui sebab permasalahannya itu dan kemudian sedapat mungkin mengarahkan pegawai pada solusi yang terbaik. Individu yang bermasalah seperti ini cenderung tidak dapat mengatasi permasalahannya sendiri. Salah satu alternatif konseling dengan pendekatan tidak langsung adalah dalam melakukan terapi di alam bebas.
2. Konseling Eksekutif (Executive Counseling)
Konseling jenis ini diberikan kepada individu-individu yang berada dipucuk pimpinan suatu perusahaan. Mereka cenderung berada di bawah tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan individu lain dalam organisasi. Orang-orang yang berada di top management ini memiliki permasalahan-permasalahan yang tidak dapat dibagi-bagi dengan orang lain di dalam organisasi. Maka muncul suatu premis bahwa “orang yang berada di atas itu sendirian“. Banyak penulis menyatakan bahwa top executive tidak memiliki seseorang untuk di ajak bicara. Seorang eksekutif terkadang tidak mendapatkan informasi-informasi yang perlu dia ketahui mengenai organisasi yang dia pimpin karena informasi yang sampai ke atas seringkali melalui berbagai filter sehingga informasinya tidak murni lagi dan di poles menjadi informasi yang enak didengar oleh eksekutif. Hal ini menyebabkan eksekutif hidup dalam suatu dunia impian, sehingga dalam hal ini konselor harus menjadi pendengar yang baik agar para eksekutif itu dapat bebas membicarakan hal-hal yang tidak biasa mereka bicarakan dengan orang-orang lain di perusahaan. Para eksekutif secara nyata kesulitan menghadapi para pemilik perusahaan dan membicarakan masalah persaingan, stress yang ia hadapi seorang diri dan ketidakbahagiaan menjadi yang mungkin meningkat dikarenakan taktik persaingan yang digunakan oleh perusahaan lain. Sebagai konselor tidak perlu memberikan saran tapi berikanlah dorongan-dorongan agar eksekutif tersebut dapat melihat permasalahannya dengan jelas dan mengambil tindakan yang kemungkinan bisa dia lakukan untuk menyelesainkan permasalahan.
Dalam jenis konseling seperti ini digunakan pendekatan tidak langsung. Pada beberapa perusahaan psikolog atau psikiater konselor memberikan saran-saran pada eksekutif secara langsung. Terkadang psikolog yang menangani kasus ini harus melaksanakan tugas yang kurang menyenangkan yaitu memecat seseorang pegawai dari perusahaan. Hal ini terjadi dikarenakan adanya asumsi bahwa psikolog itu lebih diplomatis dan bisa menjelaskan alasan mengapa perusahaan memecat dia secara lebih baik.
Konseling eksekutif ini merupakan area non penelitian karena secara kuantitas, konseling jenis ini jarang terjadi. Selain itu juga hasil koseling ini dapat memunculkan permasalahn-permasalahan dan informasi-informasi di mana perusahaan tidak ingin hal-hal tersebut sampai ke publik. Sesi-sesi dalam konseling ini bisa melepaskan emosi eksekutif secara ekstrim dan dia bisa meredakan ketegangan, stress dan kecemasan yang semula dia rasakan.
3. Konseling Bimbingan (Guidance Counseling)
Konseling ini biasa disebut juga dengan konseling vokasional atau konseling profesi. Konseling ini dilakukan untuk membantu individu mencari pekerjaan yang tepat dalam suatu perusahaan. Menempatkan seseorang secara tepat. Tujuan konseling ini untuk membantu orang-orang mengambil keputusan mengenai profesi apa yang baik dan tepat untuk mereka. Fungsi dari konseling ini untuk membantu orang-orang yang merasa bahwa mereka berada dalam pekerjaan yang salah agar dapat menemukan pekerjaan yang lebih mereka nikmati dan dapat mereka lakukan dengan baik. Konseling ini berhubungan dengan sekolah, universitas dan agen-agen rehabilitasi. Konseling ini juga biasa dilakukan oleh bagian personalia atau bagian dari perusahaan yang memiliki tanggung jawab dalam penyeleksian pegawai.
Barry dan Wolfe (1962) menyatakan bahwa tidak ada pilihan profesi intelektual yang tunggal, awal, bijaksana, dan orang yang mengalami pendewasaan berkembang dan meluaskan pengalamannya, maka ketertarikannya akan berubah dan keputusan profesi semula menjadi labil, bimbang dengan profesinya sekarang. Keputusan profesi/profesional merupakan aspek krusial dalam kehidupan individu, karena bagaimanapun setiap individu harus membuat pilihan pekerjaannya sendiri. Fungsi konselor di sini adalah menyediakan dan mendapatkan informasi untuk membantu individu dalam memilih profesi tersebut. Konselor sebaiknya menggunakan pendekatan yang langsung dan mengarahkan ke profesi mana individu tersebut dapat merasakan kecocokan. Dalam hal in psikolog menetukan ketertarikan profesi, aptitudes dan kemampuan seorang individu melalui teknik-teknik pengukuran manusia (man measurement).
4. Konseling Pensiun / Purnabakti (Retirement Counseling)
Klien konseling ini adalah individu yang sudah pensiun, biasanya berumur 60 tahun keatas. Konseling ini menyaipkan orang-orang yang akan mengalami perubahan dari bekerja menjadi mengisi waktu luang, membantu orang-orang dalam masalah finansialnya dan memberikan informasi mengenai tunjangan-tunjangan yang ada.
Alasan mengapa konseling untuk purnabakti diadakan, semata-mata untuk mempersiapkan pegawai yang lebih tua untuk memasuki masa pensiunnya. Gunakan pendekatan-pendekatan yang langsung dan pemberian-pemberian informasi dalam konseling jenis ini.
Biasanya dalam perusahaan-perusahaan tertentu wawancara bagi calon pensiunan ini dilakukan 5 tahun sebelum mereka pensiun. Selama 5 tahun itu mereka diberikan informasi mengenai tunjangan-tunjangan yang akan diberikan kepada mereka, menanggapi bagaimana reaksi mereka, pikiran atau anggapan mereka mengenai pelepasan masa jabatan mereka nanti. Dalam waktu 5 tahun dari mulai konseling diadakan sampai saat mereka pensiun makin banyak sesi dilakukan dan konselor membantu mereka untuk mengakhiri hubungan kerjanya dan bersiap-siap untuk waktu senggang. Konseling ini berhubungan dengan penyesuaian kembali klien secara emosional. Reaksi orang-orang yang takut pada masa pensiun adalah wajar. Studi mengatakan bahwa penyesuaian diri seseorang pada masa pensiunnya sangat mudah dilakukan terutama bagi mereka yang telah melakukan persiapan. Diharapkan konseling ini dapat membantu para pensiun menyesuaikan diri dengan penghentian kerja yang tiba-tiba, yang mungkin telah mereka lakukan selama 40 tahun atau lebih.
Jumat, 10 September 2010
Rabu, 08 September 2010
Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian
SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN
Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang berlaku.
Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsur-unsur proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur-unsur lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur yang dianggap terpenting diberikan pada bab-bab tersendiri.
Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya
Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):
1) Judul
2) Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)
3) Tujuan dan Lingkup penelitian
4) Tinjauan Pustaka
5) Landasan Teori
6) Hipotesis
7) Cara penelitian
8) Jadwal penelitian
9) Daftar Pustaka
10) Lampiran
Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:
Dari daftar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi “sentral” keterkaitan
unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.
Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan
Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.
Judul proposal penelitian
Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu “misteri” tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Contoh judul novel: “Di Balik Kegelapan Malam”. Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata “Studi…”, “Penelitian…”, “Kajian..” dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan. Demikian pula contohnya dalam dunia novel, tidak ada judul yang berbunyi “Novel tentang di balik kegelapan malam”. Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan). Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.
Latar belakang
Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.
Rumusan permasalahan
Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)—bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.
Keaslian penelitian
Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).
Faedah yang diharapkan
Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?
Tujuan dan Lingkup Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan dilihat dari pandangan tertentu mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; 8) mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.
Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).
Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam “Daftar Pustaka”. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak (style) tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.
Landasan Teori dan Hipotesis
Seperti diterangkan di bagian “Tinjauan Pustaka”, landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..
Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan “kesimpulan teoritik” (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:
a) dirumuskan secara singkat tapi jelas;
b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;
c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).
Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian
Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:
1) ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai “corak” penelitian)
2) variabel-variabel yang diteliti;
3) sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);
4) instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner);
5) cara pengumpulan data atau survei;
6) cara pengolahan dan analisis data.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.
Daftar Pustaka dan Lampiran
Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan, ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.
Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.
Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang berlaku.
Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsur-unsur proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur-unsur lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur yang dianggap terpenting diberikan pada bab-bab tersendiri.
Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya
Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):
1) Judul
2) Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)
3) Tujuan dan Lingkup penelitian
4) Tinjauan Pustaka
5) Landasan Teori
6) Hipotesis
7) Cara penelitian
8) Jadwal penelitian
9) Daftar Pustaka
10) Lampiran
Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:
Dari daftar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi “sentral” keterkaitan
unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.
Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan
Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.
Judul proposal penelitian
Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu “misteri” tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Contoh judul novel: “Di Balik Kegelapan Malam”. Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata “Studi…”, “Penelitian…”, “Kajian..” dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan. Demikian pula contohnya dalam dunia novel, tidak ada judul yang berbunyi “Novel tentang di balik kegelapan malam”. Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan). Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.
Latar belakang
Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.
Rumusan permasalahan
Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)—bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.
Keaslian penelitian
Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).
Faedah yang diharapkan
Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?
Tujuan dan Lingkup Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan dilihat dari pandangan tertentu mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; 8) mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.
Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).
Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam “Daftar Pustaka”. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak (style) tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.
Landasan Teori dan Hipotesis
Seperti diterangkan di bagian “Tinjauan Pustaka”, landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..
Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan “kesimpulan teoritik” (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:
a) dirumuskan secara singkat tapi jelas;
b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;
c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).
Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian
Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:
1) ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai “corak” penelitian)
2) variabel-variabel yang diteliti;
3) sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);
4) instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner);
5) cara pengumpulan data atau survei;
6) cara pengolahan dan analisis data.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.
Daftar Pustaka dan Lampiran
Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan, ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.
Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.
Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja klinis
A. DESKRIPSI
1. SPMKK
Sistem pengembangan manajemen kinerja klinis (SPMKK) adalah suatu Micro system dari macro system organisasi pelayanan kesehatan dan proses manajerial untuk meningkatkan kemampuan klinis perawat dan bidan di rumah sakit dan puskesmas.
2. TUJUAN SPMKK
a. Dapat meningkatkan pengetahuan perawat dan bidan tentang konsep SPMKK
b. Dapat memahami tentang faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan SPMKK
c. Dapat menerapkan SPMKK
3. FILOSOFI SPMKK
SPMKK adalah proses sistem mikro yang mendukung dan meningkatkan kemampuan kinerja klinis perawat dan bidan secara profesional, dengan memperhatikan etika aspek legal yang akan meningkatkan budaya kerja, sehingga diharapkan dapat bermanfaat secara makro dalam pelayanan kesehatan masyarakat baik di rumah sakit maupun di puskesmas.
4. KONSEP SPMKK
Standar adalah suatu pernyataan tertulis tentang harapan yang spesifik. Standar yang berdasarkan sistem manajemen kinerja merumuskan kekhususan kinerja tersebut. Berbagai domain dapat diusulkan untuk kategori standar, walaupun terjadi proses adopsi dari konsep Dobedian mengenai standar proses dan outcomes. Standar struktur adalah parameter legal untuk mengukur kinerja yang diharapkan. Standar proses adalah rumusan norma operasional.
Nilai organisasi diterjemahkan ke dalam tindakan dan proses yang dirumuskan dalam tulisan dimana organisasi akan lebih akontabel. Standar outcomes adalah hasil yang didapat melalui penentuan dan kelengkapan dalam proses, yang dibagi kedalam outcomes yang diharapkan dan yang tidak diinginkan. Outcomes ditulis untuk setiap prosedur, pedoman praktek, dan rencana. Apabila standar kinerja telah dirumuskan, maka staf harus dididik berdasarkan standar, begitu juga peran mereka dalam memenuhi standar kinerja tersebut. Indikator ini bukan suatu pengukuran langsung terhadap kualitas kinerja, tetapi lebih menekankan kepada suatu simbol yang menunjukkan kepada isu khusus yang perlu lebih intensif memperbaikinya. Untuk memberi informasi yang berarti, indikator harus mempunyai lima karasteristik kunci, yaitu: nyata, valid, terukur, khusus, dan relevan.
Meningkatkan kinerja harus memecahkan masalah-masalah kinerja dan eksploitasi kesempatan penampilan tersebut. Permasalahan kinerja adalah outcomes yang tidakmemuaskan atau tidak diinginkan atau masalah pelayanan yang mengganggu pencapaian out comes yang diinginkan konsumen. Kesempatan penampilan diri diperlukan untuk meningkatan outcomes pelayanan atau proses dimana pelayanan diberikan. Peningkatan kinerja adalah perubahan. Perubahan adalah indikasi dimana ada satu perbedaan antara apa yang aktual dan apa yang diharapkan. Perubahan yang direncanakan memerlukan keputusan. Bleich mengatakan bahwa ada dua type keputusan yaitu, diagnostik dan evaluasi. Keduanya memerlukan ketrampilan berpikir kritis, tetapi keduanya sangat berbeda. Keputusan diagnostik terdiri dari pengumpulan, analisis dan sintesa data. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan mengenai nilai terhadap ide, pemecahan, metoda dan material. Standar digunakan untuk menilai keabsahan hasil kegiatan, efektifitasnya, ekonomis, dan tingkat kepuasan.
Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan telah menjadi tema utama diseluruh dunia. Dengan tema ini, organisasi pelayanan kesehatan dan kelompok profesional kesehatan, sebagai pemberi pelayanan, harus menampilkan akontabilitas sosial mereka dalam memberikan pelayanan yang mutakhir kepada konsumen yang berdasarkan standar, profesionalisme, sehingga diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat. Sebagai konsekwensinya, peningkatan kinerja memerlukan persyaratan yang ditetapkan dalam melaksanakan pekerjaan yang berdasarkan standar tertulis. Pelayanan keperawatan dan kebidanan, standar ini sangat membantu perawat dan bidan untuk mencapai asuhan yang berkualitas, sehingga perawat dan bidan harus berpikir realistis bahwa evaluasi sistematis terhadap semua aspek asuhan keperawatan dan kebidanan adalah mekanisme untuk mencapai asuhan yang berkualitas tinggi. Namun keberhasilan dalam mengimplementasikan standar sangat tergantung kepada individu perawat dan bidan itu sendiri dan usaha bersama dari semua staf dalam suatu organisasi, disamping partisipasi dari seluruh anggota profesi.
1. SPMKK
Sistem pengembangan manajemen kinerja klinis (SPMKK) adalah suatu Micro system dari macro system organisasi pelayanan kesehatan dan proses manajerial untuk meningkatkan kemampuan klinis perawat dan bidan di rumah sakit dan puskesmas.
2. TUJUAN SPMKK
a. Dapat meningkatkan pengetahuan perawat dan bidan tentang konsep SPMKK
b. Dapat memahami tentang faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam penerapan SPMKK
c. Dapat menerapkan SPMKK
3. FILOSOFI SPMKK
SPMKK adalah proses sistem mikro yang mendukung dan meningkatkan kemampuan kinerja klinis perawat dan bidan secara profesional, dengan memperhatikan etika aspek legal yang akan meningkatkan budaya kerja, sehingga diharapkan dapat bermanfaat secara makro dalam pelayanan kesehatan masyarakat baik di rumah sakit maupun di puskesmas.
4. KONSEP SPMKK
Standar adalah suatu pernyataan tertulis tentang harapan yang spesifik. Standar yang berdasarkan sistem manajemen kinerja merumuskan kekhususan kinerja tersebut. Berbagai domain dapat diusulkan untuk kategori standar, walaupun terjadi proses adopsi dari konsep Dobedian mengenai standar proses dan outcomes. Standar struktur adalah parameter legal untuk mengukur kinerja yang diharapkan. Standar proses adalah rumusan norma operasional.
Nilai organisasi diterjemahkan ke dalam tindakan dan proses yang dirumuskan dalam tulisan dimana organisasi akan lebih akontabel. Standar outcomes adalah hasil yang didapat melalui penentuan dan kelengkapan dalam proses, yang dibagi kedalam outcomes yang diharapkan dan yang tidak diinginkan. Outcomes ditulis untuk setiap prosedur, pedoman praktek, dan rencana. Apabila standar kinerja telah dirumuskan, maka staf harus dididik berdasarkan standar, begitu juga peran mereka dalam memenuhi standar kinerja tersebut. Indikator ini bukan suatu pengukuran langsung terhadap kualitas kinerja, tetapi lebih menekankan kepada suatu simbol yang menunjukkan kepada isu khusus yang perlu lebih intensif memperbaikinya. Untuk memberi informasi yang berarti, indikator harus mempunyai lima karasteristik kunci, yaitu: nyata, valid, terukur, khusus, dan relevan.
Meningkatkan kinerja harus memecahkan masalah-masalah kinerja dan eksploitasi kesempatan penampilan tersebut. Permasalahan kinerja adalah outcomes yang tidakmemuaskan atau tidak diinginkan atau masalah pelayanan yang mengganggu pencapaian out comes yang diinginkan konsumen. Kesempatan penampilan diri diperlukan untuk meningkatan outcomes pelayanan atau proses dimana pelayanan diberikan. Peningkatan kinerja adalah perubahan. Perubahan adalah indikasi dimana ada satu perbedaan antara apa yang aktual dan apa yang diharapkan. Perubahan yang direncanakan memerlukan keputusan. Bleich mengatakan bahwa ada dua type keputusan yaitu, diagnostik dan evaluasi. Keduanya memerlukan ketrampilan berpikir kritis, tetapi keduanya sangat berbeda. Keputusan diagnostik terdiri dari pengumpulan, analisis dan sintesa data. Evaluasi berkaitan dengan pengambilan keputusan mengenai nilai terhadap ide, pemecahan, metoda dan material. Standar digunakan untuk menilai keabsahan hasil kegiatan, efektifitasnya, ekonomis, dan tingkat kepuasan.
Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan telah menjadi tema utama diseluruh dunia. Dengan tema ini, organisasi pelayanan kesehatan dan kelompok profesional kesehatan, sebagai pemberi pelayanan, harus menampilkan akontabilitas sosial mereka dalam memberikan pelayanan yang mutakhir kepada konsumen yang berdasarkan standar, profesionalisme, sehingga diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat. Sebagai konsekwensinya, peningkatan kinerja memerlukan persyaratan yang ditetapkan dalam melaksanakan pekerjaan yang berdasarkan standar tertulis. Pelayanan keperawatan dan kebidanan, standar ini sangat membantu perawat dan bidan untuk mencapai asuhan yang berkualitas, sehingga perawat dan bidan harus berpikir realistis bahwa evaluasi sistematis terhadap semua aspek asuhan keperawatan dan kebidanan adalah mekanisme untuk mencapai asuhan yang berkualitas tinggi. Namun keberhasilan dalam mengimplementasikan standar sangat tergantung kepada individu perawat dan bidan itu sendiri dan usaha bersama dari semua staf dalam suatu organisasi, disamping partisipasi dari seluruh anggota profesi.
WASIAT SYAIKH ABDULLAH AZZAM UNTUK KAUM WANITA
WASIAT SYAIKH ABDULLAH AZZAM UNTUK KAUM WANITA
Wasiyat Syekh Asy-yahidDR. Abdulloh Azzam Untuk Istrinya Dan Kaum Wanita
Wahai kaum wanita….
Jagalah diri kalian dari kemewahan, karena kemewahan adalah musuh jihad. Kemewahan mengkerdilkan jiwa manusia. Hati-hatilah terhadap keadaan yang berlebih-lebihan. Cukuplah dengan yang perlu-perlu saja.
Didiklah anak-anak kalian dengan kesederhanaan, dengan sifat kejantanan dan kepahlawanan serta kemauan untuk berjihad. Jadikanlah rumah kalain sebagai kandang singa, bukannya kandang ayam yang setelah gemuk dijadikan sembelihan penguasa durhaka. Tanamkanlah dalam jiwa putra-putri kalian kecintaan berjihad, mencintai lapangan pacuan kuda dan medan-medan pertempuran.
Hiduplah dengan selalu menyertai segala kesulitan kaum muslimin. Usahakan dalam satu minggu sekali – minimal – untuk hidup seperti hidupnya kaum muhajirin dan mujahidin, yaitu hanya dengan sepotong roti kering dengan lauk yang tidak berlebihan dan beberapa teguk air teh.
Wahai para remaja….
Tumbuhlah kalian dalam desingan peluru-peluru, dentuman meriam, raungan kapal terbang dan deru suara tank. Jauhilah kenikmatan hidup, dendangan musik dan kasur-kasur yang empuk.
Adapun engkau wahai istriku…
Sebenarnya banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu wahai ummu Muhammad. Semoga Allah melimpahkan balasan pahala kepadamu karena pengorbananmu kepadaku dan kepada kaum muslimin, juga karena dukunganmu kepadaku. Eangkau telah lama bersabar bersamaku menempuh jalan ini, dan engkau telah merasakan pahit dan manisnya hidup bersamaku. Dan engkau adalah sebaik-baik penolong bagiku dalam menempuh perjalanan yang penuh berkah ini, dan untuk berjuang di medan jihad. Engkau telah kutinggalkan di rumah sejak tahun 1969 M., pada saat itu kita baru mempunyai dua anak kecil perempun dan seorang bayi laki-laki. Engkau hidup di sebuah kamar yang terbuat dari tanah liat yang tidak ada dapur dan perabotnya. Dan kutinggalkan engkau dirumah ketika hamil tua dan bertambah anggota keluarga, anak-anak sudah mulai besar, dan semakin banyak kenalan kita dan semakin bertambah pula tamu-tamu kita. Engkau terima semua itu hanya karena Alloh kemudian karena aku.
Maka semoga Alloh membalas jasamu terhadap diriku dan terjadap kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan. Kalau bukan karena Allah, kemudian karena kesabaranmu atas kepergianku yang sekian lama dari rumah, tidaklah aku mampu memikul beban begitu berat sendirian.
Benar-banar aku telah mengerti bahwa engkau seorang wanita zahidah (ahli zuhud), bagimu materi dunia ini tidak ada nilainya dalam hidupmu. Engakaupun tidak pernah mengeluh pada hari-hari yang berat karena sedikitnya uluran tangan pertolongan. Dan engkau pun tidak pernah bermewah-mewah juga tidak membanggakan diri pada hari-hari Allah membukakan sedikit pintu kenikmatan dunia. Dinia ini tidak pernah tinggal dalam hatimu, padahal sebagian besar kesempatan ada di tanganmu.
Sesungguhnya kehidupan jihad adalah kehidupan yang paling lezat, serta menahan sabar atas kesempitan lebih indah daripada bergelimang diantara bermacam-macam kenikmatan dan tumpukan kemewahan.
Berpegang teguhlah pada sifat zuhud, niscaya Allah akan mencintaimu. janganlah mencintai apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.
Al Qur’an adalah kenikmatan hiburan dalam kehidupan. Bangun sholat malam (tahajud), puasa sunnah, serta beristighfar pada waktu-waktu sahur (sepertiga malam terakhir) menjadikan hati lembut, beribadah menjadi manis. Bersahabat dengan orang-orang yang baik, tidak berlebih-lebihan di dunia, jauh dari glamour dan orang-orang yang sibuk dengan dunia semua itu akan menjadikan hati tenang..
Harapan kita hanya kepada Allah, mudah-mudahan kita dikumpulkan di Jannah Firdaus, sebagaimana Dia telah mengumpulkan kita di dunia.
Adapun kalian wahai anak-anakku….
Sungguh kalian hanya mendapatkann sedikit saja dari waktuku, juga hanya sedikit pendidikan dariku.
Ya ! aku sibuk dan tidak sempat mengurus kalian. Tapi apakah yang harus aku perbuat, sedangkan bencana yang menimpa kaum muslimin seakan membuat wanita yang menyusui tak ingat akan nasib susuannya. Dan malapetaka yang menyiksa umat Islam begitu dahsyat seolah-olah jambul anak-anak muda beruban karenanya.
Demi Allah, tak kuat aku hidup bersama kalian sebagaimana induk ayam dalam sangkarnya hidup bersama anak-anaknya. Tak sanggup aku hidup dengan hati dingin sedangkan api ujian membakar hati kaum muslimin tak rela aku tinggal besama kalian sepanjang waktu sedangkan derita dan kaum muslimin merobek-robek setiap orang yang memiliki hati nurani atau masih tersisa akalnya. Tidaklah kesatria hidup diantara kalian sambil bergelimang dengan kenikmatan yang sebagian dihamparkan untukkku dan sebagian lagi diangkat, diantara tumpukan daging dan beraneka ragam jajanan.
Demi Allah, dalam hidupku aku telah membenci kemewahan baik berupa pakaian, makanan, ataupun tempat tinggal. Aku telah berusaha semampuku untuk mengangkat kalian kepada tingkatan para zahidin (ahli zuhud) dan menjauhkan kalian dari gelimangan orang-orang yang hidup dalam kemewahan.
Aku wasiatkan kepada kalian berpeganglah pada aqidah kaum salaf, yaitu aqidah ahlus sunnah wal jama’ah, dan jauhilah sifat berlebih-lebihan. Aku wasiatkan kepada kalian, untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an. Jagalah juga lidah kalian. Begitu juga sholat malam, berpuasa, bergaul dengan teman-teman yang baik, dan bergabunglah bersama gerakan Islam. Tapi hendaklah kalian ketahui bahwa pemimpin gerakan itu tidak berhak melarang kalian berjihad, atau mengasikkan kalian dalam bidang dakwah hingga melalaikan dari medan-medan kejantaan dan medan-medan perang. Kalian tidak perlu minta ijin kepada seorang pun untuk berjihad di jalan Allah.
Belajarlah bagaimana menghentakkan senjata dan mengendarai kendaraan perang. Tapi, menembak lebih aku sukai.
Aku wasiatkan kepada kalian, wahai anak-anakku agar kalian taat kepada ibumu, menghormati kakak-kakak perempuanmu (ummu Al Hasan dan ummu Yahya). Hendaklah kalian menekuni ilmu syari’ah yang bermanfaat. Hendaklah kalian taat kepada kakak laki-lakimu (Muhammad).
Saya nasehatkan kalian untuk saling mencintai dan berbakti kepada kakek dan nenek kalian, hormatilah keduanya. Dan berbaktilah kepada kedua bibimu (ummu faiz dan ummu Muhammad). Karena kedua beliau itu memiliki jasa dan keutamaan besar kepadaku sesudah Allah.
Sambunglah kekerabatan kita dan berbuat baklah kepada keluarga dan tunaikanlah hak persahabatan kita kepada orang yang bersahabat dengan kita
Diterjemahkan dari kitab : Wasyiyyatu As Syekh As Syahid Abdullah Azzam
Wasiyat Syekh Asy-yahidDR. Abdulloh Azzam Untuk Istrinya Dan Kaum Wanita
Wahai kaum wanita….
Jagalah diri kalian dari kemewahan, karena kemewahan adalah musuh jihad. Kemewahan mengkerdilkan jiwa manusia. Hati-hatilah terhadap keadaan yang berlebih-lebihan. Cukuplah dengan yang perlu-perlu saja.
Didiklah anak-anak kalian dengan kesederhanaan, dengan sifat kejantanan dan kepahlawanan serta kemauan untuk berjihad. Jadikanlah rumah kalain sebagai kandang singa, bukannya kandang ayam yang setelah gemuk dijadikan sembelihan penguasa durhaka. Tanamkanlah dalam jiwa putra-putri kalian kecintaan berjihad, mencintai lapangan pacuan kuda dan medan-medan pertempuran.
Hiduplah dengan selalu menyertai segala kesulitan kaum muslimin. Usahakan dalam satu minggu sekali – minimal – untuk hidup seperti hidupnya kaum muhajirin dan mujahidin, yaitu hanya dengan sepotong roti kering dengan lauk yang tidak berlebihan dan beberapa teguk air teh.
Wahai para remaja….
Tumbuhlah kalian dalam desingan peluru-peluru, dentuman meriam, raungan kapal terbang dan deru suara tank. Jauhilah kenikmatan hidup, dendangan musik dan kasur-kasur yang empuk.
Adapun engkau wahai istriku…
Sebenarnya banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu wahai ummu Muhammad. Semoga Allah melimpahkan balasan pahala kepadamu karena pengorbananmu kepadaku dan kepada kaum muslimin, juga karena dukunganmu kepadaku. Eangkau telah lama bersabar bersamaku menempuh jalan ini, dan engkau telah merasakan pahit dan manisnya hidup bersamaku. Dan engkau adalah sebaik-baik penolong bagiku dalam menempuh perjalanan yang penuh berkah ini, dan untuk berjuang di medan jihad. Engkau telah kutinggalkan di rumah sejak tahun 1969 M., pada saat itu kita baru mempunyai dua anak kecil perempun dan seorang bayi laki-laki. Engkau hidup di sebuah kamar yang terbuat dari tanah liat yang tidak ada dapur dan perabotnya. Dan kutinggalkan engkau dirumah ketika hamil tua dan bertambah anggota keluarga, anak-anak sudah mulai besar, dan semakin banyak kenalan kita dan semakin bertambah pula tamu-tamu kita. Engkau terima semua itu hanya karena Alloh kemudian karena aku.
Maka semoga Alloh membalas jasamu terhadap diriku dan terjadap kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan. Kalau bukan karena Allah, kemudian karena kesabaranmu atas kepergianku yang sekian lama dari rumah, tidaklah aku mampu memikul beban begitu berat sendirian.
Benar-banar aku telah mengerti bahwa engkau seorang wanita zahidah (ahli zuhud), bagimu materi dunia ini tidak ada nilainya dalam hidupmu. Engakaupun tidak pernah mengeluh pada hari-hari yang berat karena sedikitnya uluran tangan pertolongan. Dan engkau pun tidak pernah bermewah-mewah juga tidak membanggakan diri pada hari-hari Allah membukakan sedikit pintu kenikmatan dunia. Dinia ini tidak pernah tinggal dalam hatimu, padahal sebagian besar kesempatan ada di tanganmu.
Sesungguhnya kehidupan jihad adalah kehidupan yang paling lezat, serta menahan sabar atas kesempitan lebih indah daripada bergelimang diantara bermacam-macam kenikmatan dan tumpukan kemewahan.
Berpegang teguhlah pada sifat zuhud, niscaya Allah akan mencintaimu. janganlah mencintai apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.
Al Qur’an adalah kenikmatan hiburan dalam kehidupan. Bangun sholat malam (tahajud), puasa sunnah, serta beristighfar pada waktu-waktu sahur (sepertiga malam terakhir) menjadikan hati lembut, beribadah menjadi manis. Bersahabat dengan orang-orang yang baik, tidak berlebih-lebihan di dunia, jauh dari glamour dan orang-orang yang sibuk dengan dunia semua itu akan menjadikan hati tenang..
Harapan kita hanya kepada Allah, mudah-mudahan kita dikumpulkan di Jannah Firdaus, sebagaimana Dia telah mengumpulkan kita di dunia.
Adapun kalian wahai anak-anakku….
Sungguh kalian hanya mendapatkann sedikit saja dari waktuku, juga hanya sedikit pendidikan dariku.
Ya ! aku sibuk dan tidak sempat mengurus kalian. Tapi apakah yang harus aku perbuat, sedangkan bencana yang menimpa kaum muslimin seakan membuat wanita yang menyusui tak ingat akan nasib susuannya. Dan malapetaka yang menyiksa umat Islam begitu dahsyat seolah-olah jambul anak-anak muda beruban karenanya.
Demi Allah, tak kuat aku hidup bersama kalian sebagaimana induk ayam dalam sangkarnya hidup bersama anak-anaknya. Tak sanggup aku hidup dengan hati dingin sedangkan api ujian membakar hati kaum muslimin tak rela aku tinggal besama kalian sepanjang waktu sedangkan derita dan kaum muslimin merobek-robek setiap orang yang memiliki hati nurani atau masih tersisa akalnya. Tidaklah kesatria hidup diantara kalian sambil bergelimang dengan kenikmatan yang sebagian dihamparkan untukkku dan sebagian lagi diangkat, diantara tumpukan daging dan beraneka ragam jajanan.
Demi Allah, dalam hidupku aku telah membenci kemewahan baik berupa pakaian, makanan, ataupun tempat tinggal. Aku telah berusaha semampuku untuk mengangkat kalian kepada tingkatan para zahidin (ahli zuhud) dan menjauhkan kalian dari gelimangan orang-orang yang hidup dalam kemewahan.
Aku wasiatkan kepada kalian berpeganglah pada aqidah kaum salaf, yaitu aqidah ahlus sunnah wal jama’ah, dan jauhilah sifat berlebih-lebihan. Aku wasiatkan kepada kalian, untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an. Jagalah juga lidah kalian. Begitu juga sholat malam, berpuasa, bergaul dengan teman-teman yang baik, dan bergabunglah bersama gerakan Islam. Tapi hendaklah kalian ketahui bahwa pemimpin gerakan itu tidak berhak melarang kalian berjihad, atau mengasikkan kalian dalam bidang dakwah hingga melalaikan dari medan-medan kejantaan dan medan-medan perang. Kalian tidak perlu minta ijin kepada seorang pun untuk berjihad di jalan Allah.
Belajarlah bagaimana menghentakkan senjata dan mengendarai kendaraan perang. Tapi, menembak lebih aku sukai.
Aku wasiatkan kepada kalian, wahai anak-anakku agar kalian taat kepada ibumu, menghormati kakak-kakak perempuanmu (ummu Al Hasan dan ummu Yahya). Hendaklah kalian menekuni ilmu syari’ah yang bermanfaat. Hendaklah kalian taat kepada kakak laki-lakimu (Muhammad).
Saya nasehatkan kalian untuk saling mencintai dan berbakti kepada kakek dan nenek kalian, hormatilah keduanya. Dan berbaktilah kepada kedua bibimu (ummu faiz dan ummu Muhammad). Karena kedua beliau itu memiliki jasa dan keutamaan besar kepadaku sesudah Allah.
Sambunglah kekerabatan kita dan berbuat baklah kepada keluarga dan tunaikanlah hak persahabatan kita kepada orang yang bersahabat dengan kita
Diterjemahkan dari kitab : Wasyiyyatu As Syekh As Syahid Abdullah Azzam
Surat Seorang Istri Setia
Surat Zaujah Syeikh Umar Abdurrahman, Ir. Ummu Ammar.
SURAT SEORANG ISTRI SETIA
UNTUK SUAMINYA SEORANG PANGLIMA YANG DIPENJARA
SYEIKH UMAR ABDURROHMAN – SEMOGA ALLOH MEMBEBASKAN BELIAU
Ir. Ummu Ammar …. istri Syeikh Dr. Umar Abdurrohman
Segala puji bagi Alloh robb semesta alam, yang telah memuliakan manusia yang tidak berdaya, memberinya t...aufik, hidayah dan irsyad, memilihnya dan mengarahkannya kepada yang benar … memberikan taubat kepada si buta dan menerima taubatnya jika dia bertaubat. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi, habib dan sayyid kita Muhammad Saw, yang seruannya telah meluas, memiliki pasukan yang sangat banyak dan berperangai agung. Semoga sholawat, salam dan berkah Alloh terlimpah kepada beliau, semua anggota keluarga beliau, para sahabat dan orang-orang tercinta, para keturunan dan ahli bait, serta siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau, menempuh jalan beliau dan berpegang teguh dengan sunah beliau hingga hari kiamat.
Amma ba`du ….
Salam untukmu duhai suamiku tercinta …
Salam untukmu di mana saja ….
Di penjara …. Atau rumah sakit … atau di negeri yang jauh maupun yang dekat ….
Salam untukmu dari seorang istri yang telah Anda nikahi untuk Alloh, karena Alloh dan di jalan Alloh
Salam untukmu dari seorang istri yang tetap setia dan sabar bersamamu …..meskipun selama bertahun-tahun harus berpisah jauh dengan suami dan guru besarnya …
Salam setia untukmu …. Salam yang aku persembahkan untukmu sebagai bukti kesetiaanku …
Saya berjanji kepada Alloh kemudian kepada Anda untuk senantiasa bersabar dan selalu mengharap pahala dari Alloh …
Aku akan selalu menjaga kehormatanmu, mendidik anak-anakmu, menyebarkan keutamaanmu, mengingat setiap kebaikanmu dan bersabar menanggung berat dan payahnya kehidupan … demi Alloh, sungguh banyak itu semua ….
Salam untukmu yang aku telah mengukirnya dengan hatiku sebelum penaku dan ditulis oleh perasaanku sebelum perbuatanku ….
Salam untukmu dari istri yang berkata sebagaimana perkataan sayyidah Hajar kepada suaminya yang mulia sayyid Ibrohim - `alaihis sholat wa salam – ketika ditinggal bersama anaknya di padang pasir tandus di Makkah : “Allohkah yang memerintahkan Anda akan hal ini ?”. Ibrohim menjawab : “ya” . Hajar berujar : “Kalau begitu, Alloh tidak akan menelantarkan kami”.
Dan benar, meskipun harus kelaparan dan kekurangan …. Meskipun harus berpisah, berjauhan …. Meskipin harus merasakan pedih dan embargo … dan meskipun kehilangan semua pilar-pilar kehidupan ….tetapi Alloh tidak pernah menelantarkan kami … semua anakmu sekarang sudah sekolah di universitas … si Ammar berada di fakulttas ushuluddin … anak-anak perempuanmu yang lain berada di fakultas kedokteran universitas Al Azhar … benar, sungguh Alloh tidak pernah menelantarkan kami, karena kita semua hidup untuk Alloh, karena Alloh dan di jalan Alloh …
Suamiku tercinta …..
Bersenang hatilah, karena aku akan bersikap amanah dengan peninggalanmu untuk tetap berdakwah dan mentarbiyah mengajak manusia kepada Alloh, dan mendidik anak-anakmu dengan baik … Anda tidak pernah meninggalkan dinar maupun dirham, tetapi Anda telah meninggalkan jalan yang penuh wewangian yang sekarang kami rasakan … Anda telah meninggalkan Islam untuk kami, dan cukuplah itu sebagai nikmat … Anda telah meninggalkan untuk kami keutamaan, amanah dan kejujuran yang nilainya lebih berharga dibanding dengan semua perbendaharaan dunia ….
Suamiku tercinta ….
Alloh Ta`ala berfirman : “Diantara orang-orang beriman ada beberapa orang yang telah berjanji kepada Alloh, maka diantara mereka ada yang meninggal dan ada pula yang menunggu dan mereka tidak merubah janjinya”.
Dan saya berharap Anda termasuk mereka, dan Allohlah yang akan menghisab Anda … Anda telah mencurahkan segala sesuatu demi agama … Anda telah berkorban dengan istri-istri Anda … Anda tinggalkan tanah air dan orang-orang tercinta … Anda dipenjara dalam waktu yang cukup lama… berada dalam keterasingan yang sangat ketika anda berada di usia senja dan sakit-sakitan ….
Anda harus menanggung penjara, sakit-sakitan dan kehilangan indra penglihat … serta keterasingan dengan kesabaran yang sungguh menakjubkan dan keredhoan yang agung terhadap Alloh subhanah dan kehendak-Nya …
Sungguh, pengorbananmu tidak akan mampu ditiru oleh seorang pemuda yang kuat dan kaya raya sekalipun …
Anda telah menjadi hujjah atas semua kaum muslimin … kenapa kaum muslimin bermalas-malas untuk membela agama mereka ? … padahal diantara mereka ada yang bertubuh sehat, hartawan, kekayaannya melimpah, tidak sakit-sakitan dan tidak berusia lanjut, tetapi disaat yang sama dia bermalas-malas untuk melaksanakan sholat jama`ah dan menolong Islam baik dengan ucapan maupun dengan dirham …
Suamiku tercinta …
Anda sering mengulang-ulang perkataan sahabat mulia …
Aku tidak peduli ketika aku harus dibunuh sebagai seorang muslim
Bagaimanapun caranya aku harus dihukum mati karena Alloh
Selama itu semua demi membela Alloh dan jika Dia berkehendak
Niscaya Dia akan memberkahi jasad yang tercabik-cabik dan terburai ..
Dan hari ini, seolah-olah Anda mengatakan :
Dan aku tidak peduli ketika harus mati di penjara
Dia atas tempat tidur ataupun di dalam penjara
Aku juga tidak peduli ketika aku harus mati
Di negeriku ataupun di belahan bumi Alloh yang lain
Bahkan di Amerika sekalipun ….
Aku tidak peduli ketika harus mati dan disekitarku ada kekasihku, anak-anakku, kerabatku dan murid-muridku … atau aku harus mati terasing seorang diri di negeri yang tak ada seorangpun yang kukenal dan tidak ada seorangpun yang mengenalku …
Maka cukuplah bagi Anda wahai guru besar dan suamiku, bahwa Alloh telah mengenal namamu, postur tubuhmu dan warna kulitmu. Dan Alloh akan memilihnya sebagai orang yang mati syahid
Suamiku tercinta ….
Anda telah melakukan jual beli dengan Alloh, maka sungguh beruntung jual beli tersebut … Anda telah berikan dunia dan berlaku zuhud di dalamnya … Anda telah kembali dari tugas delegasi di luar Mesir dalam keadaan kaya raya, tetapi sekarang Anda menjadi fakir, narapidana dan terasing …
Sebenarnya Anda bisa terus hidup dalam delegasi-delegasi pendidikan, mempromosikan buku-buku pelajaran kepada para siswa dan lain sebagainya sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian dosen universitas … tetapi Anda meninggalkan itu semua …
Anda tinggalkan keluargamu kepada Alloh, dan kalau bukan karena Dia niscaya kami akan benar-benar menderita … Anda telah menolak untuk mencetak pelajaran-pelajaran yang telah Anda sampaikan atau menulis buku untuk mencari uang ketika anda menjadi dosen di universitas sebagaiman yang terjadi hari ini … tetapi Anda selalu katakana kepada murid-murid Anda : “Carilah dari kitab tafsir manapun yang mu`tamad dan terkenal … pada akhirnya nanti pasti kesimpulannya adalah sama”.
Telah beruntung jual beli itu wahai suamiku … sungguh telah beruntung. Anda telah minggalkan yang sedikit untuk meraih yang lebih banyak, meninggalkan yang fana untuk meraih yang kekal, meninggalkan yang hina untuk meraih yang mulia, dan meninggalkan semua yang berada di sisimu untuk meraih yang berada di sisi Alloh … serta meninggalkan apa yang ada di dunia untuk meraih keluasan dunia dan akherat.
Suamiku tercinta …
Anda telah mengisi semua hidupmu sebagai guru, orang yang zuhud, mujahid dan beribath … kami selalu menyaksikan Anda sebagai orang yang berani, sabar, rajin berpuasa, menegakkan sholat malam dan selalu mengharap pahala dari Alloh …. Dalam tempo yang cukup lama Anda menghabiskan usia dalam keadaan terkurung di dalam rumah dan dilarang untuk keluar … dan semua orang tahu bahwa kesenangan hati Anda terletak dalam sholat juma`ah dan sholat berjamaah, berkumpul dengan kaum muslimin yang sholih, dan memberikan petunjuk kepada semua manusia, Anda menghadapi semua itu dengan sabar dan redho kepada Alloh hingga fajar kebebasan itu bersinar. Lalu, Anda kembali berdakwah dan berkumpul dengan orang-orang yang Anda cintai.
Suamiku tercinta ….
Saya ingin mengingatkan Anda tentang hari di mana masjid Syuhada di kepung, ketika itu anda tersungkur di tanah dan mengalami berbagai hal. Semua orang hanya bisa melihat tanpa reaksi, padahal Anda adalah syeikh besar yang mana bacaan Anda mampu membuat mereka menangis. Ketika itu semua orang menyaksikan guru sekaligus imam mereka diseret-seret di tanah, tetapi mereka tidak bisa berbuat apapun ataupun sekedar membela. Mereka hanya bisa menangis. Sebenarnya mereka ingin berkata tentang ikat kepala putihnya yang jatuh di tanah. Kalau seandainya warnanya bukan putih niscaya mereka tidak akan mengenalinya, tetapi hal itu adalah bukti telah dihinakannya agama.
Ujian yang berat dan menyakitkan ini telah Anda alami, tetapi seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa … hal itu berlalu begitu saja … gerakan tubuh Anda mengatakan “Maka bersabarlah dengan baik, karena Allohlah tempat berlindungan dari apa yang kalian sebutkan”.
Suamiku tercinta …
Saya ingatkan Anda dengan hari ketika Anda dijebloskan dalam penjara sejak lebih dari seperempat abad yang lalu. Diantara kebiasaan para sipir penjara yang ada pada hari ini adalah setiap orang namanya diganti dengan nama perempuan, kemudian dipukuli dengan pukulan yang menyakitkan, hal itu dilakukan untuk menghancurkan tekad dan keperkasaannya sejak dini hingga dia merasa hidup di tempat seperti ini sebagai orang yang hina, hati hancur dan kepala teranggguk. Siapapun yang tidak mau mengganti namanya dengan nama perempuan, niscaya akan disiksa dengan kejam dengan berbagai cara, tetapi Anda justru menolak dengan tegas untuk melakukan hal itu. Akhirnya andapun banyak mengalami siksaan, seraya tetap mengatakan : “Saya adalah Umar Ahmad Ali Abdurrohman”. Semoga Alloh selalu menjagamu wahai guru besar dan suamiku dan semoga Dia menerima semua amal sholihmu.
“Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah, mereka berujar : “Sesungguhnya kami adalah milik Alloh dan kepada-Nyalah kami akan kembali” …. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat sholawat dari Robb mereka dan rahmat …”.
Suamiku tercinta ….
Sering kali Anda mengulang-ulang perkataan syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah baik ketika dihadapan kami, atau dalam khutbah-khutbah Anda, atau pelajaran-pelajaran dan pidato-pidato Anda : “Apa yang bisa diperbuat oleh musuh-musuhku kepadaku .. sungguh surga dan taman bungaku berada dalam hatiku … di manapun aku berada dia senantiasa bersamaku …jika mereka memenjarakanku, maka penjara bagiku adalah kholwat …jika mereka membunuhku, maka kematianku adalah syahid…”.
Suamiku tercinta ….
Sekarang, seakan-akan saya sedang mendengar Anda, dan suaramu yang indah seakan-akan menggoncang seluruh persendian tubuhku, bercerita tentang para rosul, dan bagaimana mereka harus menanggung berbagai siksaan kaum mereka, tetapi mereka tetap mendendangkan : “Bagaimana kami tidak bertawakkal kepada Alloh, padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami akan benar-benar bersabar dengan siksaan yang kalian timpakan kepada kami, dan kepada Allohlah hendaknya orang-orang bertawakkal”.
Jadi, sabar menghadapi siksaan dan redho kepada Alloh, adalah bekal para shiddiqin dan semboyan para sholihin. Hal itulah yang menjadikan mereka layak untuk menerima tampuk kepemimpinan dalam agama dan memimpin orang-orang beriman : “Dan Kami jadikan diantara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang mengikuti perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin dengan ayat-ayat Kami”.
Sungguh, Anda tidak mendapatkan kepemimpinan dalam agama seperti ini tanpa membayar harganya … sungguh, Anda telah membayarnya dengan berlipat ganda … Anda telah membayarnya dengan kemerdekaanmu … Anda telah membayarnya dengan keterasinganmu dari keluarga dan anak-anak … sudah 15 tahun lebih Anda tidak bertemu dengan anak-anakmu … Anda tidak tahu apapun tentang mereka … Anda telah membayarnya dengan kesehatanmu
Terakhir ….
Inilah kepikunan, mulai menyerangmu untuk menggerogoti kesehatanmu … Anda tidak pernah bakhil kepada Robbmu sedikitpun …Anda telah berikan segala hal …tanpa mengungkit-ungkit ataupun menyakiti ….tanpa promosi maupun rebut-ribut … tanpa menunggu imbalan dunia … tanpa menjadikan kasus Anda sebagai penyulut manusia untuk berperang atau membisniskannya … Anda telah berkorban dengan ikhlas …hanya mengharap pahala dari Robb yang agung … di negeri yang bukan seperti ini (akherat) … Anda hanya mengharapkan pahala di sisi Alloh semata …
Perhatikanlah wahai suamiku tercinta … siapakah orang yang telah ditangkap oleh anggota dewan pada hari-hari ini selama 4 bulan, bagaiman terjadi demontrasi besar-besaran karenanya, dan semua penduduk dunia bangkit dan tidak mau tinggal diam … dan bagaimana dia menulis sebuah buku berisi kisah-kisah pengorbanannya selama masa itu, padahal jika dibanding dengan orang-orang semisalnya dia termasuk masih enak ?...
Suamiku tercinta …
Tidak ada penolong, dan pembela semakin langka … tetapi jangan khawatir … hiduplah selalu dengan firman Alloh Ta`ala yang selalu anda ulang-ulang : “Bukankah Alloh yang mencukupi hamba-Nya”. Allohlah yang mencukupi kebutuhanmu di penjara …Allohlah yang memeliharamu dalam menghadapi ujian … Allohlah yang menjagaku dalam keterasingan …. Allohlah yang menyembuhkanmu ketika sakit …Allohlah yang menenangkanmu ketika kamu marah …Allohlah yang menyayangimu dalam kegelapan batin yang kamu alami ini … Dia menyayangimu dengan cahaya bashiroh …. Menyayangimu dengan cahaya sabar, karena kesabaran adalah cahaya … Dia menyayangimu dengan cahaya Qur`an, iman dan yakin…
Suamiku tercinta ….
Perbanyaklah mengucapkan “laa haula walaa quwwata illa billah …(tidak ada daya dan kekuatan selain dari Alloh)”, karena Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah telah menyebutkan dalam atsar : bahwa ketika para Malaikat diperintah untuk membawa `Arsy, mereka berkata : “Wahai Robb kami, bagaimana kami bisa mengangkat `Arsy-Mu, padahal di atasnya terletak keagungan-Mu dan kebesaran Alloh ?”. maka Alloh menjawab : “Ucapkanlah “laa haula walaa quwwata illa billah …(tidak ada daya dan kekuatan selain dari Alloh)” ”. maka, ketika mereka membacanya, merekapun mampu mengangkatnya.
Sungguh ujian ini sangat berat … dan siksaan sangat dahsyat… semakin hari ujian semakin banyak … Usiamu telah mendekati 70 tahun, dan dahulu kamu mengidap sakit kencing manis dan tekanan darah serta yang lain … kemudian datanglah musibah besar ini, yaitu pembengkakan hati atau pancreas …
Tubuhmu yang lemah itu tidak akan mampu menangguh itu semua … ujianmu telah mencapai puncak … Aku berharap Anda segera bebas …krisis ini terasa berat … sebuah hadits mulia yang selalu kami yakini … dan sekarang kami semakin yakin dan yakin … serta kami banyak mengalaminya sekarang …
Kami yakin, bahwa fajar kebebasan itu akan segera bersinar … dan malam petaka akan segera berlalu … kami ingin melihatmu sebelum meninggal dunia … kami ingin merasakan bahagia berkumpul dengan Anda …kami ingin berkumpul di sekeliling Anda … Anda dekap anak-anak dan keluargamu dalam dada … dan Anda bisa merasa senang karena telah meninggalkan amanah yang tidak disia-siakan … anak-anakmu sudah pandai dalam bidang sastra, akhlak dan agama …
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai suamiku tercinta …
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai syeikh yang terhormat yang sedang dipenjara …
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai suamiku sang mujahid yang sedang sakit ..
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai suamiku yang zuhud dan berilmu yang selalu mengharap pahala dari Alloh
Aku berdoa kepada Alloh, Robb `Arsy yang agung agar Dia berkenan menyembuhkanmu …
Aku mengucapkannya sebanyak 7 kali … mudah-mudahan bisa sampai kepada Anda baik lewat stasiun maupun lautan …
Lewat langit maupun bandara …dan lewat gunung-gunung maupun lembah …
Allohlah yang maha mendengarnya …. Dan Dia maha mengetahui tentang kita …
Aku berdoa kepada Alloh subhanah untuk mengabulkan permohonan orang-orang yang sedang berduka seperti diriku ..
Suamiku tercinta ….
Dalam kesempatan ini, telah sampai kepadaku ungkapan syair Akh Muhammad Hasan, Dia menyeru dan mengatakan kepada Anda :
Wahai syeikh … bersabarlah, sungguh telah beruntung orang-orang yang sabar
Semoga Alloh membalasimu dengan surga yang kekal wahai Umar
Alloh maha tahu bahwa kamu tidak pernah redho dengan kehinaan
Dan tidak pernah tunduk kepada thoghut sebagaimana yang telah mereka saksikan
Kamu ucapkan yang benar ketika semua orang diam
Kamu tetap tegar ketika yang lain ketakutan
Tidakkah malu orang yang bersikap pengecut dengan meminta maaf
Sedangkan diri Anda dipenjara dan justru borgol-borgol itu yang meminta maaf
Semoga Alloh menghancurkan negeri yang telah memenjarakanmu
Sebuah negeri yang kejahatannya sudah kelewatan
Mereka mengatakan bahwa system Demokrasi adalah keadilan
Tidak akan ada kedholiman, penyiksaan dan kericuhan
Nama-nama (istilah-istilah) yang sebenarnya kosong
Seperti babi-babi yang di lehernya terdapat permata
Bedebah dengan kebebasan kosong dan dusta
Yang di negerinya menyamakan antara singa dengan keledai
Kekufuran itu meskipun mengenakan pakaian terindah sekalipun
Pasti suatu ketika auratnya akan terlihat dari jauh
Anda dapat melihat dengan hati yang bercahaya
Sedangkan mereka hatinya buta meskipun matanya melihat
Anda tetap memiliki generasi penerus,, bahkan Anda tetap menjadi sekolahan
Yang mencetak para pahlawan yang terus bergadang untuk menolong agama
Kapankah dating suatu hari dimana kita bisa melihat orang-orang tercinta
Yang akan merapikan barisan, sedangkan para penghina ketika itu marah
Suamiku tercinta …
Saya ingatkan Anda dengan ungkapan indah sayyid Quthub – rohimahulloh - : “Sesungguhnya kata-kata kita akan tetap keras membatu tidak bergerak, sampai apabila kita telah mati karenanya … baru dia akan bangkit berdiri tegak dan hidup bersama orang-orang yang masih hidup”.
Suamiku tercinta ….
Pada penghujung suratku …
Aku persembahkan salam, rasa rindu dan doaku kepadamu … dan kerinduan anak-anakmu yang membutuhkan dirimu pada hari ini, lebih besar dari pada hari-hari yang telah berlalu …
Mereka sangat membutuhkan bimbinganmu, sifat kebapakanmu, kasih sayang dan kelembutanmu …mereka memerlukan ilmu dan keutamaanmu …
Sekarangpun Anda juga lebih membutuhkan keberadaan mereka dibanding dengan waktu yang telah berlalu supaya Anda bisa melihat bakti mereka, kelembutan mereka, cinta mereka dan penghormatan mereka kepada pengorbanan dan usahamu …
Cukuplah Alloh bagi Anda wahai suamiku tercinta …
Tidak ada daya dan kekuatan yang kami miliki selain Dia subhanah ..
Dan terakhir … saya tidak akan mengatakan selamat berpisah … tetapi saya katakan sampai jumpa lagi …
25 Desember 2006 M
Istrimu yang setia
Ir. Fatin Syu`aib
Umu Ammar
*keterang foto ; foto ini diambil ketika Syeikh Umar Abdurrahman berkunjung ke aghanistan dalam keadaan sakit dan buta semata-mata mengharap pahala jihad fi sabilillahSee More
SURAT SEORANG ISTRI SETIA
UNTUK SUAMINYA SEORANG PANGLIMA YANG DIPENJARA
SYEIKH UMAR ABDURROHMAN – SEMOGA ALLOH MEMBEBASKAN BELIAU
Ir. Ummu Ammar …. istri Syeikh Dr. Umar Abdurrohman
Segala puji bagi Alloh robb semesta alam, yang telah memuliakan manusia yang tidak berdaya, memberinya t...aufik, hidayah dan irsyad, memilihnya dan mengarahkannya kepada yang benar … memberikan taubat kepada si buta dan menerima taubatnya jika dia bertaubat. Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada nabi, habib dan sayyid kita Muhammad Saw, yang seruannya telah meluas, memiliki pasukan yang sangat banyak dan berperangai agung. Semoga sholawat, salam dan berkah Alloh terlimpah kepada beliau, semua anggota keluarga beliau, para sahabat dan orang-orang tercinta, para keturunan dan ahli bait, serta siapa saja yang mengikuti petunjuk beliau, menempuh jalan beliau dan berpegang teguh dengan sunah beliau hingga hari kiamat.
Amma ba`du ….
Salam untukmu duhai suamiku tercinta …
Salam untukmu di mana saja ….
Di penjara …. Atau rumah sakit … atau di negeri yang jauh maupun yang dekat ….
Salam untukmu dari seorang istri yang telah Anda nikahi untuk Alloh, karena Alloh dan di jalan Alloh
Salam untukmu dari seorang istri yang tetap setia dan sabar bersamamu …..meskipun selama bertahun-tahun harus berpisah jauh dengan suami dan guru besarnya …
Salam setia untukmu …. Salam yang aku persembahkan untukmu sebagai bukti kesetiaanku …
Saya berjanji kepada Alloh kemudian kepada Anda untuk senantiasa bersabar dan selalu mengharap pahala dari Alloh …
Aku akan selalu menjaga kehormatanmu, mendidik anak-anakmu, menyebarkan keutamaanmu, mengingat setiap kebaikanmu dan bersabar menanggung berat dan payahnya kehidupan … demi Alloh, sungguh banyak itu semua ….
Salam untukmu yang aku telah mengukirnya dengan hatiku sebelum penaku dan ditulis oleh perasaanku sebelum perbuatanku ….
Salam untukmu dari istri yang berkata sebagaimana perkataan sayyidah Hajar kepada suaminya yang mulia sayyid Ibrohim - `alaihis sholat wa salam – ketika ditinggal bersama anaknya di padang pasir tandus di Makkah : “Allohkah yang memerintahkan Anda akan hal ini ?”. Ibrohim menjawab : “ya” . Hajar berujar : “Kalau begitu, Alloh tidak akan menelantarkan kami”.
Dan benar, meskipun harus kelaparan dan kekurangan …. Meskipun harus berpisah, berjauhan …. Meskipin harus merasakan pedih dan embargo … dan meskipun kehilangan semua pilar-pilar kehidupan ….tetapi Alloh tidak pernah menelantarkan kami … semua anakmu sekarang sudah sekolah di universitas … si Ammar berada di fakulttas ushuluddin … anak-anak perempuanmu yang lain berada di fakultas kedokteran universitas Al Azhar … benar, sungguh Alloh tidak pernah menelantarkan kami, karena kita semua hidup untuk Alloh, karena Alloh dan di jalan Alloh …
Suamiku tercinta …..
Bersenang hatilah, karena aku akan bersikap amanah dengan peninggalanmu untuk tetap berdakwah dan mentarbiyah mengajak manusia kepada Alloh, dan mendidik anak-anakmu dengan baik … Anda tidak pernah meninggalkan dinar maupun dirham, tetapi Anda telah meninggalkan jalan yang penuh wewangian yang sekarang kami rasakan … Anda telah meninggalkan Islam untuk kami, dan cukuplah itu sebagai nikmat … Anda telah meninggalkan untuk kami keutamaan, amanah dan kejujuran yang nilainya lebih berharga dibanding dengan semua perbendaharaan dunia ….
Suamiku tercinta ….
Alloh Ta`ala berfirman : “Diantara orang-orang beriman ada beberapa orang yang telah berjanji kepada Alloh, maka diantara mereka ada yang meninggal dan ada pula yang menunggu dan mereka tidak merubah janjinya”.
Dan saya berharap Anda termasuk mereka, dan Allohlah yang akan menghisab Anda … Anda telah mencurahkan segala sesuatu demi agama … Anda telah berkorban dengan istri-istri Anda … Anda tinggalkan tanah air dan orang-orang tercinta … Anda dipenjara dalam waktu yang cukup lama… berada dalam keterasingan yang sangat ketika anda berada di usia senja dan sakit-sakitan ….
Anda harus menanggung penjara, sakit-sakitan dan kehilangan indra penglihat … serta keterasingan dengan kesabaran yang sungguh menakjubkan dan keredhoan yang agung terhadap Alloh subhanah dan kehendak-Nya …
Sungguh, pengorbananmu tidak akan mampu ditiru oleh seorang pemuda yang kuat dan kaya raya sekalipun …
Anda telah menjadi hujjah atas semua kaum muslimin … kenapa kaum muslimin bermalas-malas untuk membela agama mereka ? … padahal diantara mereka ada yang bertubuh sehat, hartawan, kekayaannya melimpah, tidak sakit-sakitan dan tidak berusia lanjut, tetapi disaat yang sama dia bermalas-malas untuk melaksanakan sholat jama`ah dan menolong Islam baik dengan ucapan maupun dengan dirham …
Suamiku tercinta …
Anda sering mengulang-ulang perkataan sahabat mulia …
Aku tidak peduli ketika aku harus dibunuh sebagai seorang muslim
Bagaimanapun caranya aku harus dihukum mati karena Alloh
Selama itu semua demi membela Alloh dan jika Dia berkehendak
Niscaya Dia akan memberkahi jasad yang tercabik-cabik dan terburai ..
Dan hari ini, seolah-olah Anda mengatakan :
Dan aku tidak peduli ketika harus mati di penjara
Dia atas tempat tidur ataupun di dalam penjara
Aku juga tidak peduli ketika aku harus mati
Di negeriku ataupun di belahan bumi Alloh yang lain
Bahkan di Amerika sekalipun ….
Aku tidak peduli ketika harus mati dan disekitarku ada kekasihku, anak-anakku, kerabatku dan murid-muridku … atau aku harus mati terasing seorang diri di negeri yang tak ada seorangpun yang kukenal dan tidak ada seorangpun yang mengenalku …
Maka cukuplah bagi Anda wahai guru besar dan suamiku, bahwa Alloh telah mengenal namamu, postur tubuhmu dan warna kulitmu. Dan Alloh akan memilihnya sebagai orang yang mati syahid
Suamiku tercinta ….
Anda telah melakukan jual beli dengan Alloh, maka sungguh beruntung jual beli tersebut … Anda telah berikan dunia dan berlaku zuhud di dalamnya … Anda telah kembali dari tugas delegasi di luar Mesir dalam keadaan kaya raya, tetapi sekarang Anda menjadi fakir, narapidana dan terasing …
Sebenarnya Anda bisa terus hidup dalam delegasi-delegasi pendidikan, mempromosikan buku-buku pelajaran kepada para siswa dan lain sebagainya sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian dosen universitas … tetapi Anda meninggalkan itu semua …
Anda tinggalkan keluargamu kepada Alloh, dan kalau bukan karena Dia niscaya kami akan benar-benar menderita … Anda telah menolak untuk mencetak pelajaran-pelajaran yang telah Anda sampaikan atau menulis buku untuk mencari uang ketika anda menjadi dosen di universitas sebagaiman yang terjadi hari ini … tetapi Anda selalu katakana kepada murid-murid Anda : “Carilah dari kitab tafsir manapun yang mu`tamad dan terkenal … pada akhirnya nanti pasti kesimpulannya adalah sama”.
Telah beruntung jual beli itu wahai suamiku … sungguh telah beruntung. Anda telah minggalkan yang sedikit untuk meraih yang lebih banyak, meninggalkan yang fana untuk meraih yang kekal, meninggalkan yang hina untuk meraih yang mulia, dan meninggalkan semua yang berada di sisimu untuk meraih yang berada di sisi Alloh … serta meninggalkan apa yang ada di dunia untuk meraih keluasan dunia dan akherat.
Suamiku tercinta …
Anda telah mengisi semua hidupmu sebagai guru, orang yang zuhud, mujahid dan beribath … kami selalu menyaksikan Anda sebagai orang yang berani, sabar, rajin berpuasa, menegakkan sholat malam dan selalu mengharap pahala dari Alloh …. Dalam tempo yang cukup lama Anda menghabiskan usia dalam keadaan terkurung di dalam rumah dan dilarang untuk keluar … dan semua orang tahu bahwa kesenangan hati Anda terletak dalam sholat juma`ah dan sholat berjamaah, berkumpul dengan kaum muslimin yang sholih, dan memberikan petunjuk kepada semua manusia, Anda menghadapi semua itu dengan sabar dan redho kepada Alloh hingga fajar kebebasan itu bersinar. Lalu, Anda kembali berdakwah dan berkumpul dengan orang-orang yang Anda cintai.
Suamiku tercinta ….
Saya ingin mengingatkan Anda tentang hari di mana masjid Syuhada di kepung, ketika itu anda tersungkur di tanah dan mengalami berbagai hal. Semua orang hanya bisa melihat tanpa reaksi, padahal Anda adalah syeikh besar yang mana bacaan Anda mampu membuat mereka menangis. Ketika itu semua orang menyaksikan guru sekaligus imam mereka diseret-seret di tanah, tetapi mereka tidak bisa berbuat apapun ataupun sekedar membela. Mereka hanya bisa menangis. Sebenarnya mereka ingin berkata tentang ikat kepala putihnya yang jatuh di tanah. Kalau seandainya warnanya bukan putih niscaya mereka tidak akan mengenalinya, tetapi hal itu adalah bukti telah dihinakannya agama.
Ujian yang berat dan menyakitkan ini telah Anda alami, tetapi seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa … hal itu berlalu begitu saja … gerakan tubuh Anda mengatakan “Maka bersabarlah dengan baik, karena Allohlah tempat berlindungan dari apa yang kalian sebutkan”.
Suamiku tercinta …
Saya ingatkan Anda dengan hari ketika Anda dijebloskan dalam penjara sejak lebih dari seperempat abad yang lalu. Diantara kebiasaan para sipir penjara yang ada pada hari ini adalah setiap orang namanya diganti dengan nama perempuan, kemudian dipukuli dengan pukulan yang menyakitkan, hal itu dilakukan untuk menghancurkan tekad dan keperkasaannya sejak dini hingga dia merasa hidup di tempat seperti ini sebagai orang yang hina, hati hancur dan kepala teranggguk. Siapapun yang tidak mau mengganti namanya dengan nama perempuan, niscaya akan disiksa dengan kejam dengan berbagai cara, tetapi Anda justru menolak dengan tegas untuk melakukan hal itu. Akhirnya andapun banyak mengalami siksaan, seraya tetap mengatakan : “Saya adalah Umar Ahmad Ali Abdurrohman”. Semoga Alloh selalu menjagamu wahai guru besar dan suamiku dan semoga Dia menerima semua amal sholihmu.
“Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah, mereka berujar : “Sesungguhnya kami adalah milik Alloh dan kepada-Nyalah kami akan kembali” …. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat sholawat dari Robb mereka dan rahmat …”.
Suamiku tercinta ….
Sering kali Anda mengulang-ulang perkataan syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah baik ketika dihadapan kami, atau dalam khutbah-khutbah Anda, atau pelajaran-pelajaran dan pidato-pidato Anda : “Apa yang bisa diperbuat oleh musuh-musuhku kepadaku .. sungguh surga dan taman bungaku berada dalam hatiku … di manapun aku berada dia senantiasa bersamaku …jika mereka memenjarakanku, maka penjara bagiku adalah kholwat …jika mereka membunuhku, maka kematianku adalah syahid…”.
Suamiku tercinta ….
Sekarang, seakan-akan saya sedang mendengar Anda, dan suaramu yang indah seakan-akan menggoncang seluruh persendian tubuhku, bercerita tentang para rosul, dan bagaimana mereka harus menanggung berbagai siksaan kaum mereka, tetapi mereka tetap mendendangkan : “Bagaimana kami tidak bertawakkal kepada Alloh, padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami akan benar-benar bersabar dengan siksaan yang kalian timpakan kepada kami, dan kepada Allohlah hendaknya orang-orang bertawakkal”.
Jadi, sabar menghadapi siksaan dan redho kepada Alloh, adalah bekal para shiddiqin dan semboyan para sholihin. Hal itulah yang menjadikan mereka layak untuk menerima tampuk kepemimpinan dalam agama dan memimpin orang-orang beriman : “Dan Kami jadikan diantara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang mengikuti perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin dengan ayat-ayat Kami”.
Sungguh, Anda tidak mendapatkan kepemimpinan dalam agama seperti ini tanpa membayar harganya … sungguh, Anda telah membayarnya dengan berlipat ganda … Anda telah membayarnya dengan kemerdekaanmu … Anda telah membayarnya dengan keterasinganmu dari keluarga dan anak-anak … sudah 15 tahun lebih Anda tidak bertemu dengan anak-anakmu … Anda tidak tahu apapun tentang mereka … Anda telah membayarnya dengan kesehatanmu
Terakhir ….
Inilah kepikunan, mulai menyerangmu untuk menggerogoti kesehatanmu … Anda tidak pernah bakhil kepada Robbmu sedikitpun …Anda telah berikan segala hal …tanpa mengungkit-ungkit ataupun menyakiti ….tanpa promosi maupun rebut-ribut … tanpa menunggu imbalan dunia … tanpa menjadikan kasus Anda sebagai penyulut manusia untuk berperang atau membisniskannya … Anda telah berkorban dengan ikhlas …hanya mengharap pahala dari Robb yang agung … di negeri yang bukan seperti ini (akherat) … Anda hanya mengharapkan pahala di sisi Alloh semata …
Perhatikanlah wahai suamiku tercinta … siapakah orang yang telah ditangkap oleh anggota dewan pada hari-hari ini selama 4 bulan, bagaiman terjadi demontrasi besar-besaran karenanya, dan semua penduduk dunia bangkit dan tidak mau tinggal diam … dan bagaimana dia menulis sebuah buku berisi kisah-kisah pengorbanannya selama masa itu, padahal jika dibanding dengan orang-orang semisalnya dia termasuk masih enak ?...
Suamiku tercinta …
Tidak ada penolong, dan pembela semakin langka … tetapi jangan khawatir … hiduplah selalu dengan firman Alloh Ta`ala yang selalu anda ulang-ulang : “Bukankah Alloh yang mencukupi hamba-Nya”. Allohlah yang mencukupi kebutuhanmu di penjara …Allohlah yang memeliharamu dalam menghadapi ujian … Allohlah yang menjagaku dalam keterasingan …. Allohlah yang menyembuhkanmu ketika sakit …Allohlah yang menenangkanmu ketika kamu marah …Allohlah yang menyayangimu dalam kegelapan batin yang kamu alami ini … Dia menyayangimu dengan cahaya bashiroh …. Menyayangimu dengan cahaya sabar, karena kesabaran adalah cahaya … Dia menyayangimu dengan cahaya Qur`an, iman dan yakin…
Suamiku tercinta ….
Perbanyaklah mengucapkan “laa haula walaa quwwata illa billah …(tidak ada daya dan kekuatan selain dari Alloh)”, karena Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah telah menyebutkan dalam atsar : bahwa ketika para Malaikat diperintah untuk membawa `Arsy, mereka berkata : “Wahai Robb kami, bagaimana kami bisa mengangkat `Arsy-Mu, padahal di atasnya terletak keagungan-Mu dan kebesaran Alloh ?”. maka Alloh menjawab : “Ucapkanlah “laa haula walaa quwwata illa billah …(tidak ada daya dan kekuatan selain dari Alloh)” ”. maka, ketika mereka membacanya, merekapun mampu mengangkatnya.
Sungguh ujian ini sangat berat … dan siksaan sangat dahsyat… semakin hari ujian semakin banyak … Usiamu telah mendekati 70 tahun, dan dahulu kamu mengidap sakit kencing manis dan tekanan darah serta yang lain … kemudian datanglah musibah besar ini, yaitu pembengkakan hati atau pancreas …
Tubuhmu yang lemah itu tidak akan mampu menangguh itu semua … ujianmu telah mencapai puncak … Aku berharap Anda segera bebas …krisis ini terasa berat … sebuah hadits mulia yang selalu kami yakini … dan sekarang kami semakin yakin dan yakin … serta kami banyak mengalaminya sekarang …
Kami yakin, bahwa fajar kebebasan itu akan segera bersinar … dan malam petaka akan segera berlalu … kami ingin melihatmu sebelum meninggal dunia … kami ingin merasakan bahagia berkumpul dengan Anda …kami ingin berkumpul di sekeliling Anda … Anda dekap anak-anak dan keluargamu dalam dada … dan Anda bisa merasa senang karena telah meninggalkan amanah yang tidak disia-siakan … anak-anakmu sudah pandai dalam bidang sastra, akhlak dan agama …
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai suamiku tercinta …
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai syeikh yang terhormat yang sedang dipenjara …
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai suamiku sang mujahid yang sedang sakit ..
Semoga Alloh menyembuhkanmu wahai suamiku yang zuhud dan berilmu yang selalu mengharap pahala dari Alloh
Aku berdoa kepada Alloh, Robb `Arsy yang agung agar Dia berkenan menyembuhkanmu …
Aku mengucapkannya sebanyak 7 kali … mudah-mudahan bisa sampai kepada Anda baik lewat stasiun maupun lautan …
Lewat langit maupun bandara …dan lewat gunung-gunung maupun lembah …
Allohlah yang maha mendengarnya …. Dan Dia maha mengetahui tentang kita …
Aku berdoa kepada Alloh subhanah untuk mengabulkan permohonan orang-orang yang sedang berduka seperti diriku ..
Suamiku tercinta ….
Dalam kesempatan ini, telah sampai kepadaku ungkapan syair Akh Muhammad Hasan, Dia menyeru dan mengatakan kepada Anda :
Wahai syeikh … bersabarlah, sungguh telah beruntung orang-orang yang sabar
Semoga Alloh membalasimu dengan surga yang kekal wahai Umar
Alloh maha tahu bahwa kamu tidak pernah redho dengan kehinaan
Dan tidak pernah tunduk kepada thoghut sebagaimana yang telah mereka saksikan
Kamu ucapkan yang benar ketika semua orang diam
Kamu tetap tegar ketika yang lain ketakutan
Tidakkah malu orang yang bersikap pengecut dengan meminta maaf
Sedangkan diri Anda dipenjara dan justru borgol-borgol itu yang meminta maaf
Semoga Alloh menghancurkan negeri yang telah memenjarakanmu
Sebuah negeri yang kejahatannya sudah kelewatan
Mereka mengatakan bahwa system Demokrasi adalah keadilan
Tidak akan ada kedholiman, penyiksaan dan kericuhan
Nama-nama (istilah-istilah) yang sebenarnya kosong
Seperti babi-babi yang di lehernya terdapat permata
Bedebah dengan kebebasan kosong dan dusta
Yang di negerinya menyamakan antara singa dengan keledai
Kekufuran itu meskipun mengenakan pakaian terindah sekalipun
Pasti suatu ketika auratnya akan terlihat dari jauh
Anda dapat melihat dengan hati yang bercahaya
Sedangkan mereka hatinya buta meskipun matanya melihat
Anda tetap memiliki generasi penerus,, bahkan Anda tetap menjadi sekolahan
Yang mencetak para pahlawan yang terus bergadang untuk menolong agama
Kapankah dating suatu hari dimana kita bisa melihat orang-orang tercinta
Yang akan merapikan barisan, sedangkan para penghina ketika itu marah
Suamiku tercinta …
Saya ingatkan Anda dengan ungkapan indah sayyid Quthub – rohimahulloh - : “Sesungguhnya kata-kata kita akan tetap keras membatu tidak bergerak, sampai apabila kita telah mati karenanya … baru dia akan bangkit berdiri tegak dan hidup bersama orang-orang yang masih hidup”.
Suamiku tercinta ….
Pada penghujung suratku …
Aku persembahkan salam, rasa rindu dan doaku kepadamu … dan kerinduan anak-anakmu yang membutuhkan dirimu pada hari ini, lebih besar dari pada hari-hari yang telah berlalu …
Mereka sangat membutuhkan bimbinganmu, sifat kebapakanmu, kasih sayang dan kelembutanmu …mereka memerlukan ilmu dan keutamaanmu …
Sekarangpun Anda juga lebih membutuhkan keberadaan mereka dibanding dengan waktu yang telah berlalu supaya Anda bisa melihat bakti mereka, kelembutan mereka, cinta mereka dan penghormatan mereka kepada pengorbanan dan usahamu …
Cukuplah Alloh bagi Anda wahai suamiku tercinta …
Tidak ada daya dan kekuatan yang kami miliki selain Dia subhanah ..
Dan terakhir … saya tidak akan mengatakan selamat berpisah … tetapi saya katakan sampai jumpa lagi …
25 Desember 2006 M
Istrimu yang setia
Ir. Fatin Syu`aib
Umu Ammar
*keterang foto ; foto ini diambil ketika Syeikh Umar Abdurrahman berkunjung ke aghanistan dalam keadaan sakit dan buta semata-mata mengharap pahala jihad fi sabilillahSee More
Penyakit Menular Seksual
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Orang tua dan remaja sebaiknya lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi remaja. Mengikuti perkembangan gaya hidup tanpa adanya filter saat ini meningkatkan angka kejadian beberapa permasalahan. Salah satunya adalah masalah sosial dan kesehatan pada remaja. Angka kejadian Infeksi Menular Seksual disebut meningkat dari tahun ke tahun.
Selama dekade terakhir, insiden Infeksi Menular Seksual (IMS) meningkat dengan cepat di beberapa negara di dunia, bahkan pada tahun 1997 WHO memperkirakan terdapat 333 juta kasus PSM baru termasuk gonore, klamidia, sifilis dan trikomoniasis. Angka kejadian ini tidak menggambarkan angka sesungguhnya, terutama pada wanita, oleh karena banyaknya kasus yang asimtomatis. Data pola penyakit menular seksual di Indonesia sampai saat ini belum ada (http://digilib.litbang.depkes.go.id/ go.php?id=jkpkbppk-gdl-res-2002-rosyati2c-1823-kulit&q=tahun).
Infeksi menular seksual (IMS) menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup pelik di beberapa wilayah du¬nia. Data dari seluruh dunia melapor¬kan, IMS yang paling 'populer' adalah trikomoniasis, chlamydia genital, human papiloma virus, gonore, dan herpes genital. Prevalensi IMS pada wanita di negara berkembang jauh lebih tinggi daripada di negara maju. Sebagai contoh, infeksi go¬nore 10-15 kali, chlamydia 2-3 kali, dan sifilis 10-100 kali lebih banyak (http://www.majalah-farmacia. com/ rubrik/ one_news. asp?IDNews=570).
Dunia saat ini berada dalam era globalisasi dan paling tidak apa yang terjadi di negara-negara maju akan mewarnai kehidupan generasi muda kita, termasuk budaya seks bebas yang pada akhirnya akan meningkatkan angka kejadian IMS Dengan meningkatnya arus turis yang datang ke Indonesia tidak mustahil diikuti pula dengan meningkatnya kegiatan pelayanan seks yang pada akhirnya akan meningkatkan angka kejadian IMS. Ditinjau dari segi kesehatan terdapat hal yang perlu mendapat perhatian khusus yakni diantara wisatawan yang datang ke Indonesia kemungkinan merupakan pejamu dari beberapa penyakit, khususnya IMS. Upaya pemberantasan IMS di Indonesia sudah dilaksanakan sejak tahun 1951 dan pada waktu itu lebih dititik beratkan pada sifilis dan gonore. Yang termasuk dalam kelompok IMS adalah : ”The Old veneral diseases” yakni gonore, sifilis, ulkus mole, limfogranuloma dan granuloma inguinale. Penyakit lain yang ditularkan melalui hubungan seksual yakni uretritis non spesifik, herpes non genitales, kondiloma akuminata, trikomoniasis, kandidosis vaginalis, vaginalis non spesifik, moluskum kontagiosum, skabies, pedikulosis pubis dan AIDS (http://eprints.undip.ac.id / 202/ http://eprints. undip.ac.id/202/).
B. Pembatasan Masalah
Pokok permasalahan yang akan disajikan dalam makalah ini adalah mengenai Infeksi Menular Seksual, meliputi: Skabies, Chlamydia, Gonorhoe, Herpes Simplex, Siphilis, Condyloma, Hepatitis,dan HIV/ AIDS.
C. Tujuan
1. Mengetahui tentang pengertian IMS
2. Mengetahui tentang tanda dan gejala IMS
3. Mengetahui tentang cara penularan IMS
4. Mengetahui tentang cara penegakan diagnosa IMS dan penatalaksanaan IMS
BAB II
ISI
A. Infeksi Menular Seksual
Infeksi Hubungan Seksual adalah kelompok penyakit infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual. Penularan IMS umumnya adalah melalui hubungan seksual, sedangkan cara lainnya yantu melalui transfusi darah, jarum suntik, ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, dan lain-lain. Sumber penularan utama adalah wanita pekerja seksual.
Gejala-gejala yang dapat dilihat :
1. Perubahan pada kulit di sekitar kemaluan
2. Saat membuang air kacil terasa sakit
3. Gatal pada alat kelamin
4. Terasa sakit pada daerah pinggul (wanita)
5. Meski tanpa gejala, dapat menularkan penyakit bila sudah terkena
6. Hanya dokter yang mampu menangani penyakit menular seksual
Akibat yang ditimbulkan:
1. pada emosi : ketakutan, perasaan malu, bersalah
2. dapat menular dari ibu kepada bayinya
3. gangguan/cacad pada bayi yang dikandung
4. kemandulan pada pria dan wanita
5. kematian
Rantai penularan penyakit menular seksual
Pengertian : Kuman, sebagai penyebab penyakit akan berpindah dari satu orang ke orang lainnya. ini menciptakan terjadinya mata rantai penularan, sehingga setiap mata rantai merupakan bagian yang penting dalam penularan penyakit pada orang lain. Mengerti dan memutuskan salah satu mata rantai penularan adalah cara yang baik untuk mencegah penularan.
Rantai penularan PHS :
1. Virus, bakteri, protozoa, parasit dan jamur
2. Manusia, bahan lain yang tercemar kuman
3. Penis, vagina, lubang pantat, kulit yang terluka, darah, selaput lendir.
4. Yang paling umum adalah hubungan seks (penis-vagina, penis-lubang pantat, mulut-lubang pantat, mulut-vagina, mulut-penis).
5. Hubungan seks, pemakaian jarum suntik secara bersama-sama dari orang yang terkena PMS ke orang lainnya (obat suntik terlarang, transfusi darah yang tidak steril, jarum tato dan lainnya).
Orang yang berperilaku seks tidak aman. Makin banyak pasangan seks, makin tinggi kemungkinan terkena PMS dari orang yang sudah tertular.
Pencegahan:
1. Patahkan salah satu rantai penularan
2. pakailah kondom
Pengobatan
Datang dan berkonsultasi dengan dokter yang profesional. Berobat sndiri tanpa tahu dengan pasti sring berakibat semakin parah, dan menyebabkan kuman menjadi resisten terhadap obat-obatan.
Peningkatan angka kejadian PMS disebabkan beberapa faktor:
1. kontrasepsi, timbul perasaan aman tidak terjadi kehamilan
2. seks bebas, norma moral yang menurun
3. kurangnya pemahaman tentang selsualitas dan PMS
4. transportasi yang makin lancar, mobilitas tinggi
5. urbanisasi dan pengangguran
6. kemiskinan
7. pengetahuan
8. pelacuran
Penularan PMS pada umumnya adalah melalui hubungan seksual (95%), sedangkan cara lainnya yaitu melalui transfusi darah, jarum suntuik, plasenta (dari ibu kepada anak yang dikandungnya) dan lain-lain. Sumber penularan utama adalah WTS (80%).
B. Macam-macam Infeksi Menular Seksual
1. Skabies
a. Pengertian
Skabies/ Kudis adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh spesies kutu yang sangat kecil.
b. Penyebab
Kudis ini ditemukan di seluruh dunia di antara orang-orang dari semua kelompok dan usia. Hal ini menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan kurang sering dengan berbagi pakaian atau selimut. Kadang-kadang seluruh keluarga terpengaruh.
Kutu yang menyebabkan kudis bersembunyi ke dalam kulit dan deposito telur mereka, membentuk sebuah liang yang terlihat seperti tanda pensil. Telur matang dalam 21 hari. Ruam yang gatal alergi terhadap kutu.
c. Gejala
1.) Gatal-gatal, terutama pada malam hari
2.) Ruam
3.) Sores (lecet) pada kulit karena garukan
4.) Tipis, pensil-tanda garis-garis pada kulit
Kutu mungkin lebih luas pada kulit bayi, menyebabkan jerawat di atas bagasi, atau lepuh kecil di atas telapak tangan dan kaki. Pada anak kecil, kepala, leher, bahu, telapak tangan, dan telapak yang terlibat. Pada anak-anak dan orang dewasa, tangan, pergelangan tangan, alat kelamin, dan perut yang terlibat.
d. Ujian dan Tes
Pemeriksaan kulit kudis menunjukkan tanda-tanda. Tes meliputi pemeriksaan di bawah mikroskop scrapings kulit yang diambil dari liang.
e. Perawatan
Krim obat resep biasanya digunakan untuk mengobati infeksi kudis. Yang paling umum digunakan krim permethrin 5%. Krim lain termasuk benzil benzoat dan belerang di petrolatum. Lindane jarang digunakan, karena efek samping.
Krim diterapkan di seluruh tubuh. Seluruh keluarga atau mitra seksual orang yang terinfeksi mungkin perlu dirawat, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala.
Untuk kasus-kasus sulit, beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin juga resep obat-obatan yang diambil melalui mulut untuk membunuh kutu kudis. Ivermectin adalah pil yang dapat digunakan.
Gatal dapat terus setelah pengobatan dimulai, tetapi akan hilang jika Anda mengikuti penyedia layanan kesehatan Anda rencana pengobatan yang diresepkan. Anda dapat mengurangi gatal-gatal dengan dingin membasahi dan calamine. Dokter mungkin juga menyarankan antihistamin oral.
f. Prognosis
Kebanyakan kasus kudis dapat disembuhkan tanpa ada masalah jangka panjang. Kasus yang parah dengan banyak sisik atau pengerasan kulit mungkin merupakan tanda bahwa seseorang memiliki penyakit seperti HIV.
g. Kemungkinan Komplikasi
Menggaruk intens dapat menyebabkan infeksi kulit sekunder, seperti impetigo.
h. Pencegahan
Hindari kontak dengan orang terinfeksi.
i. Nama Alternatif
Sarcoptes scabiei
(http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/imagepages/1298.htm)
2. Gonorhoe
a. Faktor Risiko
1.) Perempuan dan laki-laki di bawah usia 25-termasuk remaja yang aktif secara seksual-berada pada risiko tertinggi untuk genital infeksi gonore.
2.) Faktor risiko mencakup gonore sejarah sebelumnya infeksi gonore, infeksi menular seksual lainnya
3.) baru atau beberapa mitra seksual
4.) penggunaan kondom tidak konsisten
5.) pekerja seks
6.) penggunaan narkoba
7.) Faktor risiko wanita hamil sama dengan untuk non-ibu hamil.
b. Prevalensi
Prevalensi infeksi gonore bervariasi secara luas di antara masyarakat dan populasi pasien. Afrika-Amerika dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki memiliki prevalensi infeksi yang lebih tinggi daripada populasi umum di banyak masyarakat dan pengaturan.
c. Risiko individu tergantung pada penyakit epidemiologi setempat. Otoritas kesehatan masyarakat setempat memberikan petunjuk kepada dokter untuk membantu mengidentifikasi populasi yang berisiko tinggi dalam komunitas mereka.
d. Dalam masyarakat dengan prevalensi tinggi gonore, pemutaran lebih luas dari orang-orang muda yang aktif secara seksual dapat dibenarkan, terutama dalam pengaturan melayani individu yang mengalami peningkatan risiko. Selain itu, dokter mungkin ingin mempertimbangkan berdasarkan populasi lainnya faktor risiko, termasuk tinggal di perkotaan dan masyarakat dengan tingginya tingkat kemiskinan, ketika membuat keputusan penyaringan. Masyarakat rendah prevalensi infeksi gonore dapat membenarkan pemeriksaan lebih bertarget.
5.) Skrinning
Tes skrining yang lebih baru, termasuk tes amplifikasi asam nukleat dan hibridisasi asam nukleat tes, telah menunjukkan perbaikan sensitivitas dan spesifisitas yang sebanding bila dibandingkan dengan budaya serviks. Beberapa tes baru dapat digunakan dengan penyeka air kencing dan vagina, yang memungkinkan pemutaran saat pemeriksaan panggul tidak dilakukan.
6.) Pengobatan
Infeksi kelamin pada pria dan wanita dapat diobati dengan generasi ketiga cephalosporin atau fluoroquinolone, dan wanita hamil dapat diobati dengan cephalosporins generasi ketiga. Karena fluoroquinolone muncul resistensi, CDC menerbitkan pedoman pengobatan baru pada tahun 2004 merekomendasikan bahwa laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan orang-orang yang mendapat infeksi di California, Hawaii, atau Asia tidak dapat diobati dengan antibiotik fluoroquinolone. Jika dokter tidak merangkap diskrining terhadap infeksi klamidia, CDC merekomendasikan pengobatan untuk klamidia anggapan pada saat pengobatan untuk gonore. Dalam rangka untuk mencegah penularan berulang, mitra dari individu yang terinfeksi harus dites dan diobati jika terinfeksi, atau diperlakukan presumptively.
Gonore adalah kondisi dilaporkan secara nasional. Lebih lengkap pelaporan kasus gonore otoritas kesehatan masyarakat akan memungkinkan lebih akurat perkiraan prevalensi gonore. Peningkatan informasi akan memungkinkan dokter untuk skrining gonore dengan cara-cara yang meningkatkan keseimbangan antara keuntungan dan kerugian bagi pasien mereka.
Penelitian prioritas untuk skrining gonore meliputi pemahaman yang lebih besar manfaat dari skrining pria meningkatkan risiko, terutama laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, dan peran laporan pada tingkat gonore dan pengujian prioritas.
Lihat lainnya USPSTF rekomendasi skrining untuk infeksi menular seksual (infeksi klamidia, hepatitis B dan C infeksi virus, HIV, genital herpes simpleks, dan sifilis)
(http://www.ahrq.gov/clinic/cps3dix.htm # menular).
Infeksi karena Neisseria gonorrhoeae tetap kedua yang paling umum penyakit dilaporkan di Amerika Serikat, yang pertama adalah Chlamydia trachomatis. Pada wanita, gonore merupakan penyebab utama cervicitis dan penyakit radang panggul. Penyakit radang panggul, pada gilirannya, dapat menyebabkan kehamilan ektopik, kemandulan, dan nyeri panggul kronis. Gonorrhea pada kehamilan dikaitkan dengan hasil yang merugikan, termasuk chorioamnionitis, pecah ketuban dini, dan persalinan prematur. Transmisi perinatal pada bayi dapat menyebabkan konjungtivitis berat yang mengakibatkan kebutaan jika tidak diobati dan, jarang, terkait sepsis dengan meningitis, endokarditis, atau arthritis. Pada pria, gonore dapat mengakibatkan gejala uretritis, epididimitis, dan bukti menunjukkan prostatitis.Emerging infeksi gonokokal memfasilitasi dan kerentanan terhadap penularan HIV pada pria dan women.
Pada tahun 2003, tingkat gonore yang dilaporkan di Amerika Serikat adalah 116,2 kasus per 100.000 penduduk. Dengan tingkat penurunan setiap tahun sejak 1999, ini menandai gonore tingkat terendah yang pernah dilaporkan oleh CDC. Meskipun demikian, hanya 8 negara bagian memiliki tingkat gonore bawah Healthy People 2010 target nasional 19 kasus per 100.000 penduduk. Prevalensi gonore sangat bervariasi antara wilayah-wilayah negara, dengan pelaporan Selatan tingkat tertinggi (149,8 kasus per 100.000 pada tahun 2003). Harga di Selatan, bagaimanapun, telah menurun terus sejak tahun 1999, sementara tingkat di Barat telah meningkat. Baik tarif dan perubahan dalam tingkat berbeda di antara kelompok-kelompok ras dan etnis.
Kasus yang dilaporkan meningkat di antara kulit putih dan Hispanik, dan menurun di antara Afrika Amerika. Tingkat antara Afrika Amerika (655,8 per 100.000 penduduk), namun, masih tetap 20 kali lebih tinggi daripada orang kulit putih. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tingkat gonore dilaporkan pada tahun 2003 tetap tertinggi di antara wanita usia 15-24 dan laki-laki berusia 20-24,3
Sementara menilai faktor-faktor risiko individu memberikan informasi berharga untuk membantu menentukan siapa yang harus layar, dokter harus hati-hati mempertimbangkan epidemiologi lokal infeksi gonore dalam mengembangkan program-program pemutaran. Nasional, negara bagian, dan daerah tingkat infeksi menular seksual data surveilans dirangkum oleh CDC setiap tahunnya. Dokter mungkin ingin berkonsultasi dengan departemen kesehatan setempat untuk mendapatkan informasi yang lebih relevan untuk komunitas khusus mereka dan praktik.
USPSTF memeriksa bukti-bukti yang diterbitkan 1996-2004 untuk menentukan kemanjuran skrining gonore gonore penurunan yang berkaitan dengan morbiditas dan kematian pada populasi umum, mereka yang berisiko tinggi, dan wanita hamil. Selain itu, USPSTF meninjau literatur bukti baru mengenai pengobatan profilaksis merugikan untuk mencegah ophthalmia gonokokal neonatorum. Walaupun termasuk pertanyaan kunci tentang faktor-faktor risiko individu, tinjauan ini tidak termasuk review penuh isu seputar skrining untuk infeksi gonore pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Isu-isu yang tidak sepenuhnya dibahas meliputi pilihan tes untuk memeriksa di dubur dan faring situs dan peran potensi skrining untuk gonore dalam mengurangi penularan HIV. Meskipun prevalensi gonore luar pengaturan perawatan HIV di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki tidak dipelajari secara luas, kelompok-kelompok lain yang lebih spesifik telah mengembangkan rekomendasi bagi laki-laki yang berhubungan seks dengan men.
Skrining untuk genital infeksi gonore dapat dicapai dengan menggunakan budaya, tes amplifikasi asam nukleat, dan tes hibridisasi asam nukleat (probe asam nukleat). Budaya isolat dapat dikumpulkan dari endoserviks penyeka pada wanita dan penyeka uretra pada pria. Budaya spesimen kekhususan adalah 100% ketika kebudayaan isolat yang membedakan speciated Neisseria gonorrhoeae dari organisme lain (karena kebanyakan studi mendefinisikan budaya sebagai standar emas), namun kepekaan budaya sangat bervariasi, berkisar dari 61,8% menjadi 92,6%, tapi tetap tinggi ketika kondisi transportasi yang cocok. Sensitivitas untuk uji amplifikasi asam nukleat berkisar antara 66,7% hingga 100%, dengan spesifisitas berkisar dari 93,9% sampai 100%. Uji amplifikasi asam nukleat dapat digunakan dengan spesimen urin selain endoserviks dan uretra penyeka, dan spesimen tunggal dapat digunakan untuk menguji untuk klamidia maupun gonore. Penyeka vagina juga dapat digunakan dengan beberapa tes amplifikasi asam nukleat. Probe asam nukleat telah melaporkan sensitivitas berkisar dari 54% sampai 100%, dengan spesifisitas berkisar dari 96,8% sampai 100%. Probe asam nukleat juga dapat digunakan untuk menguji untuk gonore dan klamidia dalam satu spesimen dan dapat disimpan sampai 7 hari tanpa refrigeration.5 Secara keseluruhan, tes yang lebih baru telah menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas serviks dibandingkan dengan budaya, dan membandingkan lebih baik bila kondisi transportasi tidak cocok untuk budaya. Uji amplifikasi asam nukleat dapat digunakan dengan penyeka air kencing dan vagina, yang memungkinkan pemutaran saat pemeriksaan panggul tidak dilakukan. Uji amplifikasi asam nukleat, bagaimanapun, mempunyai kepekaan lebih rendah bila dilakukan dengan menggunakan spesimen urin.
Terapi antibiotik sangat efektif dalam menghilangkan infeksi urogenital Neisseria gonorrhoeae. Dianjurkan pengobatan untuk infeksi gonokokal tanpa komplikasi urogenital dari CDC termasuk salah satu regimen antibiotik berikut: cefixime, 400 mg oral dalam dosis tunggal; ceftriaxone, 125 mg IM dalam dosis tunggal; ciprofloxacin, 500 mg oral dalam dosis tunggal; ofloxacin, 400 mg secara lisan dalam dosis tunggal atau levofloxacin, 250 mg secara lisan dalam satu dose.1 Wanita hamil harus ditangani dengan rejimen berbasis cephalosporin. Karena peningkatan prevalensi organisme resisten, fluoroquinolones tidak boleh digunakan untuk mengobati laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan pasien yang infeksi yang diperoleh di California, Hawaii, Asia, atau daerah lain dengan peningkatan ketahanan terhadap fluorquinolones.6 Untuk mencegah ophthalmia gonokokal neonatorum, sebuah agen profilaksis harus ditanamkan ke mata semua bayi baru lahir; prosedur ini diperlukan oleh hukum di kebanyakan negara bagian. Rejimen profilaksis termasuk penerapan satu perak nitrat (1%) larutan, erythromycin (0,5%) oftalmik salep, tetes mata atau salep tetracycline (1%), 1 semua yang efektif.
Tidak ada penelitian yang meneliti secara langsung merugikan pemeriksaan atau pengobatan untuk infeksi gonore. Potensi merugikan pemeriksaan dapat mencakup biaya kesempatan kepada dokter dan pasien (waktu, sumber daya, dll) dan palsu hasil tes positif yang dapat mengakibatkan stres, pelabelan, dan pengujian lebih lanjut. Bahkan dengan menggunakan tes dengan spesifisitas 99% dalam suatu populasi berisiko tinggi dengan prevalensi gonore 0,5%, dua pertiga dari tes skrining positif akan dapat diharapkan hasil positif palsu. Merugikan pengobatan termasuk obat yang merugikan efek terkait.
Selain penelitian mengenai potensi merugikan dari skrining, penelitian diperlukan untuk memberikan bukti langsung bahwa pemeriksaan terkait dengan peningkatan hasil kesehatan. Secara khusus, studi diperlukan untuk mengevaluasi kriteria penyaringan untuk laki-laki, termasuk laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, dan hamil dan non-ibu hamil. Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan interval yang optimal untuk skrining populasi ini juga untuk skrining setelah perawatan. Berkualitas tinggi efektivitas biaya studi klinis saat ini pilihan, termasuk kriteria penyaringan dan jenis tes diagnostik, juga akan membantu menginformasikan program skrining gonore masa depan.
American Academy of Family Physicians (AAFP) dan American College of Dokter kandungan dan dokter ahli kandungan (ACOG) merekomendasikan skrining aktif seksual perempuan, termasuk remaja, risiko tinggi gonorrhea.7, 8 AAFP, ACOG, dan American Academy of Pediatric ( AAP) merekomendasikan skrining wanita hamil yang beresiko gonorrhea.7, 9 Departemen Pertahanan merekomendasikan skrining untuk gonore pada semua wanita hamil berdasarkan praduga potensi risiko di dalam system.10 The AAFP dan AAP merekomendasikan profilaksis rutin untuk bayi yang baru lahir terhadap gonokokal ophthalmia neonatorum.7, 11 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menerbitkan rekomendasi pada tes diagnostik untuk gonore yang mendukung penggunaan budaya sebagai ujian untuk digunakan screening.12 CDC juga merekomendasikan bahwa dokter mempertimbangkan semua tes skrining positif berdasarkan anggapan bukti infeksi dan mempertimbangkan pengujian tambahan ketika pemeriksaan prevalensi rendah populations.12 Dalam Perawatan klinis tahun 2002 Pedoman, CDC merekomendasikan bahwa semua yang aktif secara seksual laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki akan diperiksa setidaknya setiap tahun untuk genital gonore dan juga untuk faring dan infeksi dubur jika beresiko karena Penyakit Infeksi exposure.1 The Society of America merekomendasikan bahwa semua orang positif HIV diskrining untuk gonore.
(http://www.ahrq.gov/clinic/uspstf05/gonorrhea/gonrs.htm)
3. Chlamydia
a. Pengertian
Chlamydia adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri, Chlamydia trachomatis, yang dapat merusak organ reproduksi wanita. Meskipun gejala klamidia biasanya ringan atau tidak ada, komplikasi serius yang menyebabkan kerusakan ireversibel, termasuk ketidaksuburan, dapat terjadi "diam-diam" sebelum seorang wanita pernah mengakui masalah. Klamidia juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis laki-laki yang terinfeksi.
Klamidia adalah bakteri yang paling sering dilaporkan penyakit menular seksual di Amerika Serikat. Pada tahun 2006, 1.030.911 infeksi klamidia dilaporkan ke CDC dari 50 negara bagian dan District of Columbia. Under-laporan substansial karena kebanyakan orang dengan klamidia tidak menyadari infeksi dan mereka tidak mencari pengujian. Selain itu, pengujian ini tidak sering dilakukan jika pasien dirawat karena gejala mereka. Diperkirakan 2.291.000 dilembagakan non-sipil AS usia 14-39 terinfeksi Chlamydia didasarkan pada US National Health and Nutrition Examination Survey. Perempuan sering kembali terinfeksi jika pasangan seks mereka tidak diobati.
b. Penularan
Klamidia dapat ditularkan selama vagina, anal, ataupun oral. Chlamydia dapat juga ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama persalinan vagina.
Setiap orang yang aktif secara seksual bisa terinfeksi klamidia. Semakin besar jumlah pasangan seks, semakin besar risiko infeksi. Karena leher rahim (pembukaan ke uterus) gadis remaja dan perempuan muda tidak sepenuhnya matang dan mungkin lebih rentan terhadap infeksi, terutama mereka di risiko tinggi infeksi jika aktif secara seksual. Sejak klamidia dapat ditularkan melalui oral atau anal seks, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki juga berisiko infeksi klamidia.
c. Gejala
Chlamydia dikenal sebagai “penyakit diam” karena sekitar tiga perempat dari ibu terinfeksi dan sekitar setengah dari pria yang terinfeksi tidak memiliki gejala. Jika gejala terjadi, mereka biasanya muncul dalam waktu 1 sampai 3 minggu setelah terkena.
Pada wanita, awalnya bakteri menginfeksi serviks dan uretra (saluran urin). Wanita yang mengalami gejala mungkin memiliki vagina yang abnormal atau rasa panas ketika buang air kecil. Ketika infeksi menyebar dari leher rahim ke saluran tuba (saluran yang membawa telur dibuahi dari ovarium ke rahim), beberapa perempuan masih tidak memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala; orang lain sakit perut bagian bawah, rendah kembali sakit, mual, demam, sakit saat hubungan seksual, atau perdarahan antara periode menstruasi. Infeksi klamidia serviks dapat menyebar ke rektum.
Laki-laki dengan tanda-tanda atau gejala mungkin mengeluarkan cairan dari penis mereka atau rasa panas ketika buang air kecil. Pria mungkin juga telah terbakar dan gatal-gatal di sekitar pembukaan penis. Rasa sakit dan bengkak di testis jarang terjadi.
Laki-laki atau perempuan yang telah menerima seks anal bisa mendapatkan infeksi klamidia di rektum, yang dapat menyebabkan rasa sakit dubur, pelepasan, atau perdarahan. Chlamydia juga dapat ditemukan di tenggorokan perempuan dan laki-laki melakukan seks oral dengan pasangan yang terinfeksi.
d. Diagnosa
Ada tes laboratorium untuk mendiagnosis klamidia. Beberapa dapat dilakukan pada urin, tes lain mengharuskan spesimen dikumpulkan dari sebuah situs seperti penis atau leher rahim.
e. Komplikasi
Jika tidak diobati, infeksi klamidia dapat berkembang menjadi serius reproduksi dan masalah kesehatan lainnya dengan baik jangka pendek dan jangka panjang konsekuensi. Seperti penyakit itu sendiri, kerusakan yang menyebabkan klamidia sering "diam."
Pada wanita, infeksi tidak diobati dapat menyebar ke dalam rahim atau saluran tuba dan menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Hal ini terjadi pada hingga 40 persen perempuan dengan klamidia yang tidak diobati. PID dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saluran tuba, uterus, dan jaringan sekitarnya. Kerusakan dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, infertilitas, dan berpotensi fatal kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Wanita yang terinfeksi dengan klamidia adalah hingga lima kali lebih mungkin terinfeksi HIV, jika terkena.
Komplikasi antara manusia jarang. Infeksi kadang menyebar ke epididimis (tabung yang membawa sperma dari testis), menyebabkan rasa sakit, demam, dan, jarang, kemandulan.
Jarang, kelamin infeksi klamidia dapat menyebabkan radang sendi yang dapat disertai dengan lesi kulit dan peradangan pada mata dan uretra (sindrom Reiter).
f. Pencegahan
Untuk membantu mencegah konsekuensi serius klamidia, screening setidaknya setiap tahun untuk klamidia direkomendasikan untuk semua wanita aktif seksual usia 25 tahun dan lebih muda. Tes skrining tahunan juga dianjurkan bagi wanita yang lebih tua dengan faktor risiko untuk klamidia (pasangan seks yang baru atau banyak pasangan seks). Semua wanita hamil harus memiliki tes skrining klamidia.
Cara terbaik untuk menghindari penularan penyakit menular seksual adalah untuk menjauhkan diri dari kontak seksual, atau berada dalam jangka panjang hubungan saling monogami dengan pasangan yang telah diuji dan diketahui tidak terinfeksi.
Kondom lateks, jika digunakan secara konsisten dan benar, dapat mengurangi risiko penularan klamidia.
g. Pengaruh Chlamydia terhadap wanita hamil dan bayi
Pada wanita hamil, ada beberapa bukti bahwa infeksi klamidia yang tidak diobati dapat menyebabkan kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi bisa mendapatkan infeksi klamidia di mata mereka dan pernapasan traktat. Chlamydia adalah penyebab utama bayi awal pneumonia dan konjungtivitis (mata merah) pada bayi baru lahir.
h. Pengobatan
Chlamydia dapat dengan mudah diobati dan disembuhkan dengan antibiotik. Sebuah azitromisin dosis tunggal atau minggu doxycycline (dua kali sehari) adalah yang paling umum digunakan perawatan. Orang HIV-positif dengan klamidia harus menerima perlakuan yang sama dengan mereka yang negatif HIV.
Semua pasangan seks harus dievaluasi, diuji, dan diobati. Orang dengan klamidia harus menjauhkan diri dari hubungan seksual sampai mereka dan pasangan seks mereka telah selesai pengobatan, jika infeksi ulang mungkin.
Pasangan seks wanita yang belum tepat diobati memiliki resiko tinggi untuk re-infeksi. Memiliki berbagai infeksi meningkatkan wanita risiko komplikasi kesehatan reproduksi yang serius, termasuk kemandulan. Tes ulang harus didorong untuk perempuan tiga hingga empat bulan setelah perawatan. Hal ini terutama benar jika seorang wanita tidak tahu apakah pasangan seks menerima pengobatan.
CDC merekomendasikan pengujian klamidia tahunan dari semua wanita aktif seksual usia 25 atau lebih muda, lebih tua wanita dengan faktor risiko infeksi klamidia (orang-orang yang memiliki pasangan seks yang baru atau banyak pasangan seks), dan semua wanita hamil. Seksual yang sesuai penilaian risiko oleh penyedia layanan kesehatan harus selalu dilakukan dan mungkin menunjukkan lebih sering skrining untuk beberapa wanita.
Apabila kelamin menunjukkan gejala seperti sakit yang tidak biasa, discharge dengan bau, terbakar saat buang air kecil, atau perdarahan antara siklus menstruasi bisa berarti suatu infeksi STD. Jika seorang wanita memiliki gejala-gejala tersebut, dia harus berhenti melakukan hubungan seks dan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan dengan segera. Mengobati PMS dini dapat mencegah PID. Perempuan yang diberi tahu bahwa mereka memiliki STD dan diperlakukan untuk itu harus memberitahu semua pasangan seks baru-baru ini mereka (pasangan seks dalam 60 hari sebelumnya) sehingga mereka dapat melihat penyedia layanan kesehatan dan dievaluasi untuk PMS. Aktivitas seksual sebaiknya tidak melanjutkan sampai semua pasangan seks telah diperiksa dan, jika perlu, diobati.
(http://www.cdc.gov/std/Chlamydia/STDFact-Chlamydia.htm).
4. Herpes Simplex
a. Epidemiologi
Genital herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) atau virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Rute utama akuisisi infeksi HSV-2 adalah melalui kelamin-kelamin hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi virus yang gejalanya atau penumpahan asymptomatically, dan risiko infeksi berkorelasi dengan jumlah seksual seumur hidup partners.1 Sejak akhir 1970-an, seroprevalence tarif untuk HSV-2 di Amerika Serikat telah meningkat sebesar 30 percent.1 Satu dari empat orang usia 30 tahun atau lebih di Amerika Serikat telah HSV-2, 1 meskipun kebanyakan tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Prevalensi HSV-1 genital infeksi, yang biasanya diperoleh melalui kontak oral-genital, juga telah meningkat secara dramatis dan menyumbang sekitar 20 persen dari kasus saat ini genital herpes di Amerika Serikat.
b. Patofisiologi
Setelah akuisisi awal HSV (infeksi primer), genom virus berada dalam keadaan laten dalam tubuh saraf tanpa batas. Periodik pengaktifan kembali (infeksi berulang) hasil baik dalam gejala infeksi (klinis tampak lesi) atau tanpa gejala infeksi.
1.) Infeksi awal
Inkubasi rata-rata setelah akuisisi genital HSV-1 atau HSV-2 adalah sekitar 4 hari (kisaran, 2 sampai 12). Lokal dan gejala sistemik primer yang terkait dengan infeksi HSV-1 umumnya intensitas yang sama seperti yang berhubungan dengan HSV-2 primer infection.3 Dalam "klasik" presentasi klinis, infeksi primer dimulai dengan macules dan papula dan berkembang menjadi vesikel, pustula, Kulit dan borok ulcers.3 kerak (Gambar 2), sedangkan luka di selaput lendir menyembuhkan tanpa pengerasan kulit. Kebanyakan pasien dengan herpes genital primer, bagaimanapun, tidak memiliki ini "klasik" symptoms.
Gejala
Mayoritas laki-laki dan perempuan dengan episode pertama jelas klinis HSV-2 genital penyakit memiliki gejala lokal, seperti nyeri di tempat lesi dan daerah tender adenopathy (Gambar 2). Uretritis dan cervicitis genital dapat terjadi dengan akuisisi, dan faringitis dapat terjadi dengan lisan akuisisi. Gejala konstitusional seperti demam, sakit kepala, malaise, dan mialgia hadir di dua pertiga wanita dan kira-kira 40 persen laki-laki dengan jelas klinis episode pertama.
Nonprimary episode pertama dari infeksi (akuisisi HSV-2 pada orang dengan yang sudah ada antibodi terhadap HSV-1 atau, lebih jarang, akuisisi HSV-1 pada orang dengan yang sudah ada antibodi terhadap HSV-2) kurang umumnya terkait dengan gejala-gejala sistemik daripada yang pertama episode infeksi primer (perolehan HSV-1 atau HSV-2 pada orang yang tidak ada sebelumnya antibodi anti-HSV); seperti gejala-gejala muncul dalam 16 persen dari kasus-kasus yang diakui nonprimary infeksi dan 62 persen dari kasus diakui infeksi primer. Nonprimary infeksi juga terkait dengan tingkat yang lebih rendah komplikasi dari infeksi primer, sebuah penyakit durasi yang lebih singkat (rata-rata, 9 hari vs 12 hari), dengan durasi yang lebih singkat viral shedding (rata-rata, 7 hari vs 11 hari), dan lebih sedikit lesi (berarti, 10 vs 16) .6 Dalam setidaknya 10 persen dari episode pertama gejala klinis herpes genital (dan mungkin proporsi yang lebih tinggi), bukti serologis infeksi HSV-2 menunjukkan bahwa telah terjadi sebelumnya perolehan asimtomatik virus.
2.) Infeksi berulang
Genital rekuren infeksi HSV-2 mungkin symptomatic3 atau, lebih umum, asymptomatic.8 Kira-kira setengah dari pasien yang rekuren telah mengenali gejala-gejala prodromal, mulai dari yang ringan sensasi kesemutan terjadi 30 menit sampai 48 jam sebelum letusan untuk menembak sakit di pantat, kaki, atau pinggul terjadi selama lima hari sebelum eruption.4 Lamanya pelepasan virus lebih pendek di recurrences daripada infeksi primer (rata-rata, 4 hari vs 11 hari), dan ada sedikit luka sekarang (berarti, 6 lesi vs 16 lesi).
Dalam waktu 12 bulan setelah diagnosa, 90 persen pasien dengan episode pertama yang terdokumentasi genital HSV-2 infeksi telah setidaknya 1 kambuh, 38 persen telah 6 atau lebih rekuren, dan 20 persen memiliki 10 atau lebih recurrences.9 Genital HSV-1 infeksi kambuh lebih jarang dibanding HSV-2 genital infeksi, menjelaskan mengapa sebagian besar kasus HSV-1 gejala penyakit kelamin cases.3 utama Terlepas dari jenis virus dan apakah atau tidak bersifat menekan terapi yang digunakan, tingkat kekambuhan menurun seiring time.10
Pelepasan virus asimtomatik banyak account untuk transmisi HSV HSV.11 DNA dapat dideteksi dengan cara polymerase chain reaction (PCR) dalam spesimen dari genital HSV-2-seropositive perempuan di 28 persen dari hari, 12 dan virus dapat ditularkan ke pasangan seksual selama periode tersebut subklinis shedding.13 Meskipun risiko penularan HSV-2 dari orang yang terinfeksi rentan pada pasangan seksual lebih tinggi bila lesi genital adalah present14 (karena penumpahan asimtomatik terjadi jauh lebih sering daripada gejala penyakit), kebanyakan ahli percaya bahwa hasil transmisi dari penumpahan asimtomatik pada kebanyakan cases.14 Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 13 pasangan yang sumbang untuk HSV seropositif, transmisi terjadi di 9 pasangan (69 persen) ketika pasangan sumber dilaporkan asimtomatik, sedangkan di lain 4 pasangan (31 persen) itu dihasilkan dari kontak seksual selama prodrome (dalam 1 kasus) atau di dalam jam sebelum lesi pertama kali diperhatikan oleh mitra sumber (dalam 3 kasus) .14 Kontak langsung selain hubungan seksual dapat menyebabkan virus menyebar jika daerah pelepasan virus datang ke dalam kontak dengan kulit atau selaput lendir seseorang yang rentan.
c. Komplikasi neurologis
Komplikasi sistem saraf pusat termasuk herpes genital aseptic meningitis, sakral radiculopathy, melintang myelitis, dan jinak berulang limfositik meningitis (Mollaret's meningitis) .3,15 Dari jumlah tersebut komplikasi, meningitis aseptik adalah yang paling sering, dan dalam sebagian besar kasus, hal itu terjadi dalam hubungannya dengan infeksi primer. Sekitar sepertiga perempuan dan 1 dari 10 pria dengan infeksi primer memiliki tanda-tanda meningeal, sedangkan tanda-tanda seperti itu jarang terjadi di antara pasien dengan infeksi nonprimary.
d. Neonatal HSV
Mungkin yang paling serius adalah manifestasi dari neonatal HSV penyakit, yang biasanya secara vertikal diperoleh. Tanda-tanda infeksi pada bayi, yang umumnya muncul di dua sampai tiga minggu usia, termasuk vesikula kulit, demam, iritabilitas, kejang, hepatitis, pneumonitis, dan disseminated intravascular koagulopati. Bayi yang lahir dari ibu yang memiliki episode pertama infeksi HSV genital dekat saat kelahiran berada pada risiko jauh lebih besar daripada keturunan ibu dengan genital berulang herpes.4, 16 Meskipun kemajuan dalam diagnosis dan manajemen neonatal herpes, morbiditas dan kematian tetap high.
Human Immunodeficiency Virus Infection
Penyakit ulkus kelamin, termasuk yang disebabkan oleh HSV-2, adalah baik untuk mengenali faktor risiko penularan human immunodeficiency virus (HIV). Tinggi titers HIV ditemukan dalam ulcerations herpes genital, 20 dan plasma viral load HIV meningkat ketika infeksi HSV-2 diaktifkan terinfeksi HIV persons.21 Kemungkinan bahwa banyak infeksi HIV baru yang disebabkan HSV genital mendasari infection.
e. Strategi dan Bukti
Virus budaya secara luas tersedia dan hasil dalam isolasi virus dalam waktu kurang lebih lima hari. Kepekaan budaya, bagaimanapun, tergantung pada tahap episode (Gambar 2). Sekitar 95 persen dari lesi vesikuler akan tumbuh HSV, dibandingkan dengan 70 persen dari lesi ulseratif dan 30 persen dari lesi berkerak. Karena infeksi primer dikaitkan dengan viral load yang lebih besar dari penyakit yang berulang-ulang (lebih besar dari 106 vs virion virion 102-103 per 0,2 ml inokulum), imbal hasil dari budaya virus juga lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi primer dengan infeksi berulang. Antigen-metode pendeteksian secara komersial tersedia tetapi mungkin tidak akan berguna dalam membedakan HSV-1 dari HSV-2. PCR dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan diagnosis dari infeksi HSV genital dan dapat berguna dalam diagnosis bila lesi sudah berkerak; namun, akan lebih mahal daripada virus budaya dan tidak rutin digunakan.
Dalam beberapa tahun terakhir, dua tipe antibodi spesifik assays22 telah menerima persetujuan dari Food and Drug Administration: yang HerpeSelect HSV-1 dan HSV-2 enzim-linked Immunosorbent pengujian dan HSV-1 dan HSV-2 immunoblot tes (Fokus Technologies) . Beberapa tes tambahan yang diakui harus mampu membedakan antara anti-HSV-1 dan anti-HSV-2 antibodi tersedia secara komersial, tetapi mereka memiliki tingkat tinggi reaktifitas silang yang membatasi kegunaannya dalam membedakan antara kedua jenis virus. 23 Jenis uji serologi khusus untuk HSV mungkin bermanfaat untuk diagnosis pada pasien dengan gejala penyakit kelamin yang telah penyembuhan luka (dalam budaya yang cenderung negatif) dan dapat juga digunakan dalam penyaringan (seperti yang dijelaskan di bawah).
f. Differential Diagnosis
Diagnosis diferensial labial terutama terdiri ulcerations genital herpes, sifilis primer, dan chancroid. Primer sifilis, yang disebabkan oleh Treponema pallidum, dicirikan oleh satu atau lebih menyakitkan, borok indurated terjadi pada tempat inokulasi. Chancroid ulcerations, yang disebabkan oleh Haemophilus ducreyi, biasanya menyakitkan, lembut, lesi nonindurated dicirikan oleh serpiginous perbatasan yang mengelilingi sebuah basis gembur tertutup abu-abu atau kuning, nekrotik, eksudat purulen. Yang menyakitkan, sepihak inguinalis adenitis hadir dalam setengah dari kasus. Noninfectious kondisi yang dapat meniru herpes genital termasuk penyakit Crohn, Behçet's syndrome, trauma, kontak dermatitis, eritema multiforme, sindrom Reiter, psoriasis, dan lumut Planus.
g. Perawatan
Analog nukleosida yang asiklis acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir tersedia untuk pengelolaan genital herpes.24 Semua efektif untuk pengobatan episode pertama genital herpes, 25,26,27 untuk perawatan episodik berulang herpes genital, 28,29 , 30,31,32 dan ketika diambil setiap hari untuk mencegah terulangnya klinis (penekanan terapi) .33,34,35,36 Informasi tentang dosis, keampuhan diantisipasi, dan keuntungan dan kerugian dari masing-masing agen antivirus
Jika terapi episodik digunakan, itu harus dimulai pada tanda pertama kambuh, termasuk selama periode prodromal jika ada yang diakui. Pasien harus dididik mengenai manifestasi herpes genital dan harus memiliki persediaan obat antivirus untuk digunakan sesuai kebutuhan. Asiklovir topikal tidak memberikan manfaat dalam pengobatan episodik genital herpes dan tidak dianjurkan.
Beberapa pengamatan mendukung penggunaan terapi bersifat menindas, daripada pengobatan episodik recurrences. Kebanyakan orang dengan episode pertama dari herpes genital beresiko sering rekuren selama beberapa years.9 terapi penekanan secara substansial mengurangi kemungkinan gejala kambuh, 33,34,35,36,37 serta frekuensi subklinis (tanpa gejala ) virus shedding12, 38,39,40 (Tabel 1), dan menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik untuk pasien dengan sering rekuren dibandingkan dengan terapi penekan episodik treatment.41 juga safe33, 34,35,36 dan mengurangi risiko transmisi HSV untuk tidak terinfeksi partners.42 Dalam penelitian terbaru, terapi penekanan dengan 500 mg valacyclovir sekali sehari selama delapan bulan menurunkan tingkat gejala infeksi HSV di seronegatif mitra sebanyak 75 persen dan mengurangi kemungkinan akuisisi genital HSV-2 infeksi ( simtomatik atau asimtomatik) dengan 48 percent.
h. Dampak psikologis Genital Herpes
Meskipun kemajuan dalam pemahaman kita genital herpes, banyak orang yang terinfeksi terus merasakan rasa malu dan rasa stigma.41 Bagi banyak pasien, efek psikologis jauh lebih parah daripada fisik disease.43 konsekuensi dari Shock, marah, rasa bersalah , rendah diri, takut menularkan infeksi kepada orang lain, dan gangguan fungsi seksual dan dapat mengganggu Common substansial dengan relationships.41 Dalam sebuah studi, lebih dari 80 persen orang dengan herpes genital sangat setuju bahwa hal itu akan menjadi "besar berat "dari pikiran mereka jika mereka tahu mereka tidak mungkin serangan lagi, dan lebih dari 70 persen sangat setuju bahwa ketakutan terbesar mereka adalah herpes menularkan kepada orang lain; sekitar 60 persen sangat setuju bahwa mereka" hancur "ketika pertama kali diberitahu tentang mereka diagnosis.41, 44 Dalam studi lain, sepertiga dari pasien dengan herpes genital melaporkan mengalami merasa tertekan atau sedih karena banyak dari tahun sebelumnya atau pada hampir setiap hari selama dua tahun atau lebih. Selain itu, nilai tertinggi untuk kesehatan mental dan fisik secara signifikan lebih rendah di antara pasien dengan herpes genital daripada dalam populasi di large.44 Sayangnya, banyak dokter tidak menghargai impor psikologis diagnosis dan dapat secara eksklusif memfokuskan pada pengobatan fisik symptoms.
i. Skrinning
Jenis pengujian serologi khusus untuk HSV telah menganjurkan untuk pemutaran pasien yang memiliki faktor risiko untuk HSV (seperti infeksi HIV, penyakit menular seksual lainnya, beberapa mitra, atau pasangan dengan riwayat infeksi HSV) tapi tidak ada sejarah kelamin lesions.23 herpes Rutin skrining pasien yang berada pada risiko rendah untuk penyakit tidak dianjurkan karena potensi hasil positif palsu. Areas of Ketidakpastian Mengurangi Resiko Penularan ke seronegatif.
Pendekatan yang optimal untuk mencegah penularan HSV untuk orang-orang yang tidak terinfeksi dalam prakteknya masih belum jelas. Penggunaan kondom adalah salah satu strategi efektif. Sebuah studi baru-baru ini monogami 528 pasangan yang sumbang untuk HSV-2 infeksi menemukan bahwa ketika kondom digunakan selama lebih dari 70 persen dari hubungan seksual antara HSV-2-orang positif dan HSV-2-wanita negatif, risiko penularan dikurangi oleh lebih dari 60 percent.45 Cara terbaik untuk mencapai lebih konsisten penggunaan kondom oleh pasangan tersebut, bagaimanapun, tetap yang akan ditentukan. Sebagaimana dibahas di atas, pendekatan yang lain adalah penggunaan antivirus terapi penekanan dalam pendekatan Baik seropositive partner.42 Namun, menghilangkan sama sekali risiko penularan.
j. Penularan Vertikal Mengurangi Infeksi HSV
Acak kecil beberapa penelitian menunjukkan bahwa penekanan terapi asiklovir selama empat minggu terakhir atau lebih dari kehamilan pada wanita dengan riwayat menurunkan herpes genital secara klinis jelas terjadinya penyakit HSV genital pada saat pengiriman, 46,47,48 dengan terkait penurunan tingkat bagian bedah caesar dilakukan karena genital HSV.46, 47 Namun, karena pelepasan virus masih terjadi (walaupun dengan pengurangan frekuensi), infeksi neonatal 48,49 masih mungkin. Diperlukan studi-studi tambahan tentang efektivitas terapi penekanan pada akhir kehamilan dan risiko yang terkait dengan hal itu, termasuk risiko neonatal neutropenia.18, 50,51 Saat ini ada data tidak memadai untuk membenarkan penggunaan rutin terapi penekanan pada wanita hamil yang telah telah genital herpes. Di samping itu, peran jenis pengujian serologi spesifik pada wanita hamil membutuhkan lebih lanjut study.52
HSV Vaksinasi
An HSV-2 glikoprotein-D-subunit vaksin baru-baru ini terbukti aman dan, pada wanita yang seronegatif untuk HSV-1 dan HSV-2 sebelum vaksinasi, cukup efektif dalam mencegah secara klinis jelas HSV-1 atau HSV-2 penyakit herpes genital (keampuhan, 75 persen) .53 Vaksin ini tidak efektif pada laki-laki, juga bukan efektif pada wanita dengan yang sudah ada anti-HSV-1 antibodi. Studi lebih lanjut vaksin ini pada wanita yang seronegatif untuk HSV-1 dan HSV-2 itu sedang dilakukan.
Infeksi HSV Resistant
HSV infeksi yang resisten terhadap asiklovir, valacyclovir, atau famciclovir jarang terjadi, dan ketika itu terjadi, mereka biasanya di immunocompromised orang. Acyclovir-resistant isolat biasanya tahan terhadap famciclovir juga namun biasanya rentan terhadap Foscarnet dan cidofovir.54 Sebagai agen antivirus terhadap HSV digunakan dengan meningkatnya frekuensi, pemantauan dijamin untuk kemungkinan munculnya resisten mengisolasi dari immunocompetent orang.
Panduan
Pada tahun 2002, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dirilis updated pedoman pengobatan untuk pengelolaan genital herpes (Tabel 1) .24 Pedoman ini juga alamat skrining serologi pada pasien yang berisiko tinggi untuk infeksi HSV, termasuk orang-orang dengan HIV infeksi, dan pertimbangan terapi penekan dalam pasien terinfeksi HIV yang seropositive untuk HSV. Pada tahun 1999, American College of Dokter kandungan dan ginekolog diperbaharui pedoman manajemen untuk genital herpes di Internasional pregnancy.55 Herpes Management Forum (www.ihmf.org) juga menyediakan pedoman manajemen, yang umumnya setuju dengan rekomendasi dari CDC.
Ringkasan dan Rekomendasi
Semua pasien dengan episode klinis pertama genital herpes, seperti pasien dalam skema, harus ditangani selama 7 sampai 10 hari dengan terapi sistemik antivirus (acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir). Terapi harus diperpanjang jika penyembuhan tidak lengkap setelah 10 hari therapy.24 Setelah perawatan ini, pasien harus dididik tentang manfaat potensial terapi penekan dan menawarkan perawatan ini. Konseling harus mencakup diskusi mengenai risiko sering rekuren selama beberapa tahun ke depan jika penekanan terapi tidak digunakan, serta manfaat dari terapi penekanan dalam mencegah penularan kepada mitra yang tidak terinfeksi. The choice of drug will depend on cost, convenience, and formulation.
Lesi harus berbudaya untuk HSV. Namun, pengobatan untuk penyakit yang diduga secara klinis tidak boleh ditunda sambil menunggu hasil budaya. Karena budaya HSV negatif palsu dapat terjadi pada pasien dengan infeksi berulang atau dengan penyembuhan luka, 4 jenis pengujian serologi khusus harus dilakukan pada saat episode awal, dan jika negatif, diulang tiga bulan later.23 Jenis-analisis serologis spesifik dapat juga bantuan dalam klasifikasi infeksi sebagai primer, nonprimary, atau berulang, dan dengan demikian dapat panduan konseling.
Mungkin masalah tentang perselingkuhan harus ditangani secara langsung. Pasien harus memahami bahwa banyak episode pertama dari gejala klinis herpes genital berulang infection7 benar-benar mewakili dan bahwa diagnosis baru herpes genital dalam anggota sebuah pasangan monogami tidak selalu berarti akuisisi baru-baru ini infeksi dari pasangan lain.
Jika terapi penekan dimulai, pasien harus diminta sekitar tahunan apakah mereka ingin melanjutkannya. Frekuensi rekuren genital berkurang dari waktu ke waktu untuk kedua pasien yang menerima terapi bersifat menindas dan mereka yang tidak, 10 dan obat liburan memungkinkan untuk penilaian ulang apakah penindasan masih diperlukan.
Semua orang dengan herpes genital harus dididik mengenai risiko penularan kepada mitra, bahkan ketika mereka tidak menunjukkan gejala. Pengujian serologi dan konseling mitra saat ini harus ditawarkan, jika terinfeksi HSV appropriate.23 pasien dengan mitra seronegatif harus menasihati untuk menahan diri dari hubungan seksual klinis selama rekuren, 14 dianjurkan untuk menggunakan kondom, 45 dan menawarkan antivirus penindasan untuk mengurangi risiko transmission.42 Namun, mereka juga harus mengerti bahwa risiko penularan tidak sepenuhnya dihilangkan bahkan dengan approaches.11 ini, 12,13,14,42,45
Didukung oleh kontrak (no1-AI-15113 dan no1-AI-62554, untuk Dr Kimberlin) dengan Virologi Cabang, Divisi Mikrobiologi dan Infectious Diseases dari National Institute of Allergy dan Infectious Diseases; hibah (RR-032) dari General Clinical Research Center Program dan Negara Bagian Alabama, dan hibah (NICHD 1 K24HDO1375-01, untuk Dr Rouse) dari National Institute of Child Health and Human Development.
(Lafferty WE, Downey L, Celum C, Wald A. Herpes simplex virus type 1 as a cause of genital herpes: impact on surveillance and prevention. J Infect Dis 2000;181:1454-1457)
5. Siphilis
1. Pengertian
Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Hal ini sering disebut "peniru besar" karena begitu banyak tanda-tanda dan gejala yang tidak bisa dibedakan dari penyakit lain.
2. Kejadian Syphilis
Di Amerika Serikat, para pejabat kesehatan melaporkan lebih dari 36.000 kasus sifilis pada 2006, termasuk 9.756 kasus primer dan sekunder (P & S) sifilis. Pada tahun 2006, setengah dari semua P & S kasus sifilis yang dilaporkan dari 20 kabupaten dan 2 kota; dan paling P & S kasus sifilis terjadi pada orang 20-39 tahun. Insiden P & S sifilis tertinggi pada wanita 20-24 tahun dan pada pria usia 35-39 tahun. Melaporkan kasus sifilis kongenital pada bayi baru lahir meningkat 2005-2006, dengan 339 kasus baru yang dilaporkan di tahun 2005 dibandingkan dengan 349 kasus pada tahun 2006.
Antara 2005 dan 2006, jumlah P & S melaporkan kasus sifilis meningkat 11,8 persen. P & S harga telah meningkat pada laki-laki setiap tahun antara tahun 2000 dan 2006 2,6-5,7 dan di antara perempuan antara 2004 dan 2006. Pada tahun 2006, 64% dari P & S melaporkan kasus sifilis di antara pria yang berhubungan seks dengan laki-laki (MSM).
3. Penularan Syphilis
Sifilis ditularkan dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan sakit sifilis. Luka terjadi terutama pada alat kelamin luar, vagina, anus, atau di dubur. Luka juga dapat terjadi di bibir dan dalam mulut. Transmisi organisme terjadi selama vagina, anal, ataupun oral. Wanita hamil dengan penyakit ini dapat menularkannya kepada bayi mereka bawa. Sifilis tidak dapat menyebar melalui kontak dengan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak air panas, bak mandi, pakaian bersama, atau peralatan makan.
4. Gejala Syphilis
Banyak orang terinfeksi sifilis tidak memiliki gejala apapun selama bertahun-tahun, namun masih beresiko untuk terlambat komplikasi jika mereka tidak diobati. Meskipun terjadi penularan dari orang-orang dengan luka yang berada di tahap primer atau sekunder, banyak dari luka yang tidak dikenal. Dengan demikian, penularan dapat terjadi dari orang-orang yang tidak menyadari infeksi mereka.
5. Tahapan syphilis
a. Tahap primer
Tahap utama sifilis biasanya ditandai dengan munculnya satu sakit (disebut chancre), tetapi mungkin ada beberapa luka. Waktu antara infeksi dengan sifilis dan awal gejala pertama berkisar 10-90 hari (rata-rata 21 hari). Yang chancre biasanya tegas, bulat, kecil, dan tidak sakit. Itu muncul di tempat sifilis memasuki tubuh. The chancre berlangsung 3-6 minggu, dan sembuh tanpa pengobatan. Namun, jika pengobatan yang tidak memadai diberikan, infeksi berkembang ke tahap kedua.
b. Tahap sekunder
Ruam kulit dan selaput lendir ciri lesi tahap kedua. Tahap ini biasanya dimulai dengan pengembangan ruam pada satu atau lebih area tubuh. Ruam biasanya tidak menyebabkan gatal. Ruam yang terkait dengan sifilis sekunder dapat muncul sebagai chancre adalah penyembuhan atau beberapa minggu setelah chancre sembuh. Ruam karakteristik sifilis sekunder dapat muncul sebagai kasar, merah, atau cokelat kemerahan bintik-bintik baik di telapak tangan dan telapak kaki. Namun, ruam dengan penampilan yang berbeda dapat terjadi pada bagian lain dari tubuh, kadang-kadang menyerupai ruam yang disebabkan oleh penyakit lain. Kadang-kadang ruam yang terkait dengan sifilis sekunder sangat samar bahwa mereka tidak menyadarinya. Selain ruam, gejala sifilis sekunder dapat berupa demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, tambal sulam rambut rontok, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, dan kelelahan. Tanda-tanda dan gejala sifilis sekunder akan menyelesaikan dengan atau tanpa pengobatan, tetapi tanpa pengobatan, infeksi akan masuk ke laten dan mungkin tahap akhir penyakit.
c. Tahap Laten
Yang laten (tersembunyi) tahap sifilis dimulai ketika gejala primer dan sekunder menghilang. Tanpa perawatan, orang yang terinfeksi akan terus memiliki sifilis meskipun tidak ada tanda-tanda atau gejala; infeksi tetap di dalam tubuh. Tahap laten ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Tahap akhir sifilis dapat berkembang dalam waktu sekitar 15% dari orang-orang yang belum dirawat karena sifilis, dan dapat muncul 10-20 tahun setelah infeksi pertama kali diperoleh. Pada akhir tahap sifilis, penyakit ini mungkin selanjutnya akan merusak organ-organ, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi. Tanda dan gejala tahap akhir sifilis termasuk kesulitan koordinasi gerakan otot, kelumpuhan, mati rasa, bertahap kebutaan, dan demensia. Kerusakan ini mungkin cukup serius untuk menyebabkan kematian.
7. Diagnosa
Beberapa penyedia layanan kesehatan sifilis dapat mendiagnosis dengan memeriksa bahan dari chancre (infeksi radang) dengan menggunakan mikroskop khusus yang disebut mikroskop medan-gelap. Jika bakteri sifilis terdapat pada yang sakit, mereka akan muncul ketika diamati melalui mikroskop.
Tes darah adalah cara lain untuk menentukan apakah seseorang telah sifilis. Tak lama setelah infeksi terjadi, sifilis tubuh menghasilkan antibodi yang dapat dideteksi oleh yang akurat, aman, dan murah tes darah. Tingkat rendah antibodi kemungkinan akan tinggal di dalam darah selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun bahkan setelah penyakit telah berhasil diobati. Karena sifilis yang tidak diobati pada wanita hamil dapat menularkan dan mungkin membunuhnya bayi yang sedang berkembang, setiap ibu hamil harus memiliki tes darah untuk sifilis.
8. keterkaitan antara sifilis dan HIV
Genital sores (chancres) yang disebabkan oleh sifilis membuatnya lebih mudah untuk mengirim dan memperoleh infeksi HIV secara seksual. Ada sekitar 2 - hingga 5 kali lipat peningkatan risiko tertular HIV jika terkena infeksi saat sifilis yang hadir.
Ulcerative PMS yang menyebabkan luka, borok, atau istirahat di kulit atau selaput lendir, seperti sifilis, mengganggu hambatan yang memberikan perlindungan terhadap infeksi. Borok genital yang disebabkan oleh sifilis dapat berdarah dengan mudah, dan ketika mereka datang ke dalam kontak dengan mukosa oral dan dubur selama seks, meningkatkan menular dan kerentanan terhadap HIV. Memiliki PMS lainnya juga merupakan prediksi penting untuk menjadi terinfeksi HIV karena PMS adalah penanda untuk perilaku yang terkait dengan penularan HIV.
9. Pengobatan
Sifilis mudah untuk menyembuhkan dalam tahap awal. Suntikan tunggal penisilin, antibiotik, akan menyembuhkan orang yang telah sifilis kurang dari satu tahun. Dosis tambahan diperlukan untuk memperlakukan seseorang yang mempunyai sifilis selama lebih dari setahun. Bagi orang-orang yang alergi terhadap penisilin, antibiotik lain yang tersedia untuk merawat sifilis. Tidak ada pengobatan rumah atau over-the-counter obat yang akan menyembuhkan sifilis. Pengobatan sifilis akan membunuh bakteri dan mencegah kerusakan lebih lanjut, tetapi itu tidak akan memperbaiki kerusakan yang sudah dilakukan.
Karena tersedia pengobatan yang efektif, adalah penting bahwa orang-orang akan diperiksa untuk sifilis pada dasar sedang berlangsung jika perilaku seksual mereka menempatkan mereka pada risiko PMS.
Orang yang menerima pengobatan sifilis harus menjauhkan diri dari kontak seksual dengan mitra baru sampai luka sifilis benar-benar sembuh. Orang dengan sifilis harus memberitahukan pasangan seks mereka sehingga mereka juga dapat diuji dan menerima perawatan jika perlu.
10. Prognosa
Setelah sifilis sekali tidak melindungi seseorang dari mendapatkan itu lagi. Setelah suksesnya pengobatan, orang-orang masih dapat rentan terhadap infeksi ulang. Hanya tes laboratorium yang dapat memastikan apakah seseorang telah sifilis. Karena luka sifilis dapat disembunyikan di dalam vagina, rektum, atau mulut, hal itu mungkin tidak jelas bahwa pasangan seks sifilis. Berbicara dengan penyedia layanan kesehatan akan membantu untuk menentukan perlu diuji kembali untuk sifilis setelah dirawat.
11. Pencegahan
Cara terbaik untuk menghindari penularan penyakit menular seksual, termasuk sifilis, adalah untuk menghindari kontak seksual atau menjadi dalam jangka panjang hubungan saling monogami dengan pasangan yang telah diuji dan diketahui tidak terinfeksi.
Menghindari alkohol dan penggunaan narkoba juga dapat membantu mencegah penularan sifilis karena kegiatan ini dapat mengarah pada perilaku seksual berisiko. Penting bahwa pasangan seks berbicara satu sama lain mengenai status HIV mereka dan sejarah PMS lainnya sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.
Penyakit ulkus kelamin, seperti sifilis, dapat terjadi di kedua alat kelamin laki-laki dan perempuan daerah yang ditutupi atau dilindungi oleh kondom lateks, dan juga di daerah-daerah yang tidak tercakup. Benar dan konsisten menggunakan kondom lateks dapat mengurangi risiko sifilis, serta genital herpes dan chancroid, hanya jika area yang terinfeksi atau situs pemaparan potensial dilindungi.
Kondom dilumasi dengan spermisida (terutama Nonoxynol-9 atau N-9) tidak lebih efektif daripada kondom dilumasi lain dalam melindungi terhadap penularan PMS. Penggunaan kondom dilumasi dengan N-9 tidak dianjurkan untuk STD / pencegahan HIV. Penularan PMS, termasuk sifilis tidak dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin, kencing, dan / atau douching setelah melakukan seks. Discharge yang tidak biasa, sakit, atau ruam, khususnya di daerah pangkal paha, seharusnya menjadi sinyal untuk menahan diri dari berhubungan seks dan ke dokter segera.
(http://www.cdc.gov/std/Syphilis/STDFact-Syphilis.htm).
6. Genital Warts (Human Papillomavirus/ HPV)
a. Pengertian
Genital warts adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV).
b. Prevalensi
1. Ada sedikitnya 100 jenis HPV; setidaknya 40 dapat menginfeksi daerah genital.
2. Setidaknya 75% dari orang dewasa aktif secara seksual telah terinfeksi setidaknya satu jenis HPV genital pada suatu saat dalam kehidupan mereka.
3. Kebanyakan terlihat tidak mengembangkan warts; infeksi mungkin muncul pada leher rahim smear. Ini dikenal sebagai infeksi subklinis.
4. Visible genital warts sering mudah untuk mendiagnosis dengan penampilan khas mereka. Mereka biasanya disebabkan Jenis HPV 6 dan 11.
5. Beberapa genital warts sering disebut papiloma sel skuamosa.
c. Organ yang terkena Genital Warts
1. Vulva
2. Vagina
3. Leher rahim
4. Uretra
5. Penis
6. Skrotum
7. Anus
d. Transmisi HPV
Visible genital warts dan infeksi HPV subklinis hampir selalu muncul dari kulit langsung melalui:
1. Seksual kontak. Ini adalah cara yang paling umum di antara orang dewasa.
2. Oral seks. HPV tampaknya lebih suka daerah genital tetapi ke mulut.
3. Vertikal (ibu ke bayi) transmisi.
4. Auto (diri) inokulasi dari satu situs ke situs lainnya.
5. Fomites (i.e. dari objek seperti mandi handuk). Ini masih sangat kontroversial apakah kutil bisa menyebar dengan cara ini.
6. Infeksi neonatal mungkin muncul dengan melewati jalan lahir yang terinfeksi. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi langka, seperti kutil laringeus papillomatosis yaitu di tenggorokan. Karena komplikasi ini tidak mungkin, suatu operasi caesar jarang ditunjukkan hanya karena seorang wanita hamil genital warts.
7. Pada anak-anak kecil, genital warts meningkatkan kemungkinan pelecehan seksual tapi dalam banyak kasus itu karena penularan vertikal (lihat di atas).
8. Transmisi sebagai genital warts tanpa diketahui. Infeksi subklinis juga dapat menular.
9. Sering kali, kutil akan muncul tiga sampai enam bulan setelah terinfeksi tetapi periode latensi berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun telah dilaporkan. Mengembangkan genital warts selama hubungan jangka panjang tidak selalu menyiratkan perselingkuhan.
10. Visible warts mungkin lebih menular daripada subklinis infeksi HPV. Mengobati kutil tampaknya mengurangi kesempatan yang lewat di infeksi. Kita tidak tahu apakah sistem kekebalan tubuh benar-benar membersihkan virus dari tubuh, atau apakah virus tersembunyi tetapi tetap tidak terdeteksi, mampu muncul kembali tahun kemudian jika sistem kekebalan tubuh melemah. Akibatnya, tidak jelas berapa lama seseorang tetap menular.
11. Risiko penularan HPV sangat rendah jika tidak ada kutil kambuh setahun setelah pengobatan berhasil.
e. Pencegahan
1. Kondom memberikan penghalang fisik dan mengurangi risiko menyampaikan HPV.
2. Gunakan kondom untuk melindungi terhadap penyakit menular seksual lainnya, khususnya dengan mitra seksual yang baru. Untuk pasangan dalam jangka panjang hubungan monogami, nilai kondom lebih diperdebatkan.
f. Perawatan
Tujuan utama pengobatan adalah untuk menghilangkan kutil yang menyebabkan gejala fisik atau psikologis seperti:
1. Pain
2. Pendarahan
3. Itch
4. Malu
5. Sebuah pengingat STD
Jika tidak diobati, kutil dapat mengatasi, tetap tidak berubah, atau peningkatan ukuran atau nomor.
Kebanyakan orang memiliki sejumlah kecil kutil yang jelas dengan pengobatan tapi tidak ada satu perawatan sangat ideal untuk semua orang.
g. Pengobatan
Untuk menjadi sukses, Anda harus mengidentifikasi dan mencapai kutil, dan ikuti petunjuk aplikasi dengan hati-hati.
1. Podophyllotoxin solusi (Condyline ™, Wartec ™) menghancurkan sel-sel kulit yang terkena sehingga kutil menyusut atau menghilang. Solusi Podophyllotoxin dimurnikan mengandung podophyllin dalam bentuk yang lebih standar. Hal ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan internal atau untuk kutil luas (lebih dari 10 sentimeter persegi). Tidak boleh digunakan selama kehamilan.
2. Imiquimod krim (Aldara) meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi. Kutil tampak kurang kemungkinan akan berulang dibandingkan dengan perawatan lainnya. Imiquimod lebih efektif bagi perempuan daripada laki-laki, mungkin karena perbedaan dalam kulit kelamin. Hal itu dapat menyebabkan pembakaran dan bahkan ulserasi saat membersihkan hingga kutil. Meskipun menjengkelkan, perawatan biasanya dapat dilanjutkan. Imiquimod saat ini tidak dianjurkan selama kehamilan.
Pengobatan di klinik
1. Cryotherapy dengan nitrogen cair yang efektif baik untuk kutil kering dan basah dan dapat digunakan untuk kutil internal dan eksternal. Ini mungkin merupakan pengobatan terbaik selama kehamilan. Hal ini cukup menyakitkan dan terik kadang-kadang terjadi. Mengobati kutil besar atau dalam jumlah besar kutil pada satu waktu juga dapat berantakan dan tidak menyenangkan.
2. Podophyllin damar 10% -25% suspensi dalam tingtur benzoin berisi sejumlah agen, termasuk podophyllotoxin. Persiapan sangat bervariasi dalam konsentrasi komponen aktif dan kontaminan, rak kehidupan dan stabilitas podophyllin resin tidak diketahui, dan baik persiapan standar tidak tersedia. Akibatnya, tidak lagi sering digunakan di Selandia Baru. Podophyllin tidak disarankan untuk digunakan pada bidang kutil lebih dari 10 sentimeter persegi, karena dapat menjadi racun. Ini tidak boleh digunakan pada wanita hamil.
3. Trikloroasetat acid (TCA) solusi adalah agen kaustik. Harus diterapkan secara hati-hati dan hati-hati atau mungkin "menjalankan", merusak jaringan normal. Hal ini tidak umum digunakan untuk mengobati kutil di Selandia Baru.
4. Elektrokauter atau diatermi fisik menghancurkan kutil dengan membakar mereka. Local or general anaesthesia can be used.
5. Kuret dan gunting atau pisau bedah excisions langsung menghapus kutil. Menjahit jarang diperlukan. Beberapa kemungkinan sakit. Infeksi bakteri sekunder adalah komplikasi sesekali.
6. Laser ablasi kadang-kadang dianjurkan untuk infeksi yang luas, atau sulit-untuk-mencapai daerah-daerah seperti leher rahim, tetapi tidak tersedia secara luas di Selandia Baru.
7. 5% fluorourasil krim krim (Efudix) sekarang ini hanya seorang spesialis pengobatan di Selandia Baru. Ini adalah yakni agen sitotoksik menghancurkan sel abnormal. Ini dapat mengakibatkan erosi sangat menyakitkan sehingga tidak dianjurkan untuk perawatan rutin kutil dan tidak boleh digunakan pada kehamilan.
8. Pengembangan vaksin adalah wilayah penelitian aktif, dan beberapa pendekatan yang berbeda sedang diuji pada model binatang, termasuk "terapeutik" vaksin yang mungkin bisa membantu mereka yang sudah terinfeksi.
Terapi lain
1. Interferon adalah agen antivirus yang efektif jika disuntikkan ke genital warts. Efek samping yang umum e.g. sebuah penyakit mirip flu dan nyeri di tempat suntikan. Suntikan interferon umumnya hanya digunakan untuk mereka yang tidak merespon pengobatan lain dan saat ini tidak berlisensi di NZ. Sistemik dan topical interferon belum ditemukan untuk membantu untuk genital warts.
2. 5-fluorouracil/epinephrine-gel menanamkan berisi obat yang sama seperti dalam 5% fluorourasil krim, bersama dengan agen dan vasoconstricting stabilisasi gel. Campuran disuntikkan ke dalam kulit kelamin, dekat kutil. Ini dapat mengakibatkan erosi sangat menyakitkan sehingga tidak dianjurkan untuk perawatan rutin kutil dan tidak boleh digunakan pada kehamilan. Saat ini tidak berlisensi di NZ.
3. Cidofovir adalah obat antivirus yang baru dikembangkan yang sedang diselidiki untuk pengobatan genital warts.
h. Prognosa
1. Jenis HPV yang menyebabkan kutil terlihat eksternal (Tipe HPV 6 dan 11) jarang menyebabkan kanker.
2. HPV tipe lain (paling sering Tipe 16, 18, 31, 33 dan 35) kurang umum dalam terlihat kutil tetapi sangat terkait dengan penis dan vulva intra-epithelial neoplasia (pra-perubahan kanker) dan squamous cell carcinoma (SCC) dari terutama daerah genital dan kanker serviks invasif jarang kanker vulva.
3. Namun, hanya persentase yang sangat kecil dari mereka yang terinfeksi akan mengembangkan kanker kelamin. Hal ini karena infeksi HPV hanya salah satu faktor dalam proses merokok dan sistem kekebalan tubuh juga penting.
1. pedoman, mendeteksi dini kelainan leher rahim, yang kemudian dapat diobati. Jika kelainan ini diabaikan selama waktu yang panjang, mereka dapat berkembang menjadi kanker.
2. Jika kulit bermasalah dan atau terus-menerus, klien disarankan untuk mencari saran dari dokter umum, dokter kulit atau dokter kesehatan seksual.
(http://www.dermnet.org.nz/viral/genital-warts.html).
7, Hepatitis
a. Pengertian
Virus hepatitis adalah suatu infeksi yang mempengaruhi hati.
b. Jenis Hepatitis
Setidaknya ada enam jenis hepatitis (AG), dengan tiga jenis yang paling umum hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C. Hepatitis A adalah infeksi akut dan orang-orang biasanya meningkatkan tanpa pengobatan. Hepatitis B dan hepatitis C dapat menyebabkan kronis, infeksi berkepanjangan, yang dapat menyebabkan penyakit hati kronis.
1.) Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh hepatitis A virus (HAV). Virus ditemukan pada tinja (feses) dari orang yang terinfeksi HAV. Hepatitis A dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dengan menempatkan sesuatu di dalam mulut (meskipun hal itu mungkin tampak bersih) yang telah terkontaminasi dengan kotoran dari seseorang dengan hepatitis A. Ini dapat terjadi bila orang tidak mencuci tangan mereka setelah menggunakan toilet dan kemudian menyentuh atau menyiapkan makanan orang lain
Hepatitis A (HAV) adalah penyakit yang sangat menular yang menyerang hati. Ini adalah
jenis yang paling umum hepatitis yang dilaporkan di Amerika Serikat. Hepatitis A disebarkan oleh tinja-oral rute oleh:
1. menempatkan sesuatu di dalam mulut, meskipun mungkin tampak bersih, yang telah terkontaminasi dengan kotoran dari seseorang dengan hepatitis A through close person-to-person contact
2. atau dengan makan atau minum makanan atau air yang terkontaminasi.
Gejala termasuk:
1. Demam
2. penyakit kuning
3. kelelahan
4. hilangnya nafsu makan
5. Mual
6. abdomen ketidaknyamanan dan
7. gelap urin.
Tidak ada pengobatan khusus untuk HAV dan paling sembuh tanpa komplikasi. Setelah Anda mendapatkan hepatitis A Anda tidak dapat terinfeksi ulang; Anda terlindungi seumur hidup. Untungnya, ada vaksin yang efektif untuk melindungi terhadap hepatitis A.
2.) Hepatitis B
Hepatitis B yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini ditemukan dalam darah dan cairan tubuh tertentu. Hepatitis B adalah menyebar ketika seseorang yang tidak kebal terjadi kontak dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Hepatitis B ditularkan melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi tanpa kondom, berbagi jarum atau "bekerja" ketika "menembak" obat-obatan, atau benda tajam needlesticks eksposur dalam pengaturan perawatan kesehatan, atau dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama kelahiran vagina. Pajanan terhadap darah dalam situasi APAPUN bisa menjadi risiko penularan.
Hepatitis B adalah yang paling umum infeksi hati yang parah di dunia. Hal ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang 100 kali lebih menular daripada virus AIDS. HBV yang paling efisien ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Hal ini dapat terjadi melalui darah langsung ke kontak darah, seks, penggunaan narkoba, dan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang baru lahir selama persalinan. HBV menyebar karena banyak orang tidak menyadari mereka terinfeksi dengan virus dan tanpa sadar menularkannya kepada orang-orang yang kontak dekat dengan mereka.
Kebanyakan orang mampu melawan suatu infeksi HBV dan menghilangkan virus dari darah mereka. Namun, 5-10% dari orang dewasa, 30-50% anak-anak, dan 90% bayi akan mengembangkan infeksi kronis yang dapat menyebabkan kegagalan hati, sirosis (jaringan parut) atau kanker hati. Sekitar 400 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HBV kronis, termasuk sekitar 1,25 juta di Amerika Serikat. Antara 5.000 dan 6.000 orang Amerika mati hepatitis B-hati terkait komplikasi termasuk sirosis dan kanker hati setiap tahun.
Untungnya, ada vaksin yang aman dan efektif untuk melindungi terhadap infeksi hepatitis B. Dianjurkan agar semua bayi, anak-anak dan remaja hingga usia 18 tahun menerima vaksin hepatitis B. Vaksin ini juga dianjurkan bagi orang dewasa yang mungkin berisiko tinggi untuk infeksi.
3.) Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus ini ditemukan dalam darah dan cairan tubuh tertentu. Hal ini menyebar ketika seseorang yang tidak kebal terjadi kontak dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Hepatitis C menular melalui penggunaan jarum suntik bersama atau "bekerja" ketika "menembak" obat-obatan, melalui eksposur Jarum atau benda tajam dalam pengaturan perawatan kesehatan, atau kadang-kadang dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama kelahiran vagina. Adalah mungkin untuk mendapatkan hepatitis C dari seks, tetapi jarang terjadi.
Virus hepatitis C (HCV) menyebabkan penyakit hati dan ditemukan dalam darah orang yang terinfeksi. HCV menular melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi.
Hepatitis C menginfeksi sekitar 25.000 orang setiap tahun dengan infeksi kronis yang paling berkembang. Namun, banyak dari mereka dengan hepatitis C kronis bahkan tidak tahu mereka terinfeksi. Orang-orang dengan infeksi kronis pada risiko mengalami penyakit hati kronis seperti sirosis dan kanker hati. Individu yang menyuntikkan obat berada pada risiko tinggi infeksi bahkan jika mereka menyuntikkan hanya sekali bertahun-tahun yang lalu.
Tidak seperti hepatitis A dan hepatitis B tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis C. Selama bertahun-tahun, pengobatan untuk hepatitis C yang telah menjadi lebih efektif. Namun, pengobatan bukan untuk semua orang dan seorang spesialis harus berkonsultasi ketika menentukan apakah seseorang harus segera diobati. Virus hepatitis C (HCV) menyebabkan penyakit hati dan ditemukan dalam darah orang yang terinfeksi. HCV menular melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi.
Hepatitis C menginfeksi sekitar 25.000 orang setiap tahun dengan infeksi kronis yang paling berkembang. Namun, banyak dari mereka dengan hepatitis C kronis bahkan tidak tahu mereka terinfeksi. Orang-orang dengan infeksi kronis pada risiko mengalami penyakit hati kronis seperti sirosis dan kanker hati. Individu yang menyuntikkan obat berada pada risiko tinggi infeksi bahkan jika mereka menyuntikkan hanya sekali bertahun-tahun yang lalu.
Tidak seperti hepatitis A dan hepatitis B tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis C. Selama bertahun-tahun, pengobatan untuk hepatitis C yang telah menjadi lebih efektif. Namun, pengobatan bukan untuk semua orang dan seorang spesialis harus berkonsultasi ketika menentukan apakah seseorang harus segera diobati.
(http://www.health.state.ny.us/diseases/communicable/hepatitis/)
8. HIV/ AIDS
Human immunodeficiency virus (HIV) adalah Lentivirus (seorang anggota keluarga retrovirus) yang menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), suatu kondisi manusia di mana sistem kekebalan tubuh mulai gagal, terkemuka mengancam hidup infeksi oportunistik. Infeksi HIV terjadi melalui transfer darah, air mani, cairan vagina, pra-ejakulasi, atau ASI. Dalam cairan tubuh ini, HIV ada karena keduanya bebas partikel virus dan terinfeksi virus dalam sel-sel kekebalan. Keempat rute utama penularan adalah seks yang tidak aman, jarum yang terkontaminasi, air susu ibu, dan penularan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya pada saat kelahiran (Vertical transmisi). Skrining produk darah untuk HIV telah dihilangkan sebagian besar penularan melalui transfusi darah atau produk darah yang terinfeksi di negara maju.
Infeksi HIV pada manusia dianggap sebagai pandemi oleh WHO. Dari tahun 1981 hingga 2006, AIDS menewaskan lebih dari 25 juta orang. [1] HIV menginfeksi sekitar 0,6% dari populasi dunia. [1] Pada tahun 2005 saja, AIDS diklaim sekitar 2.4-3.3 juta jiwa, dimana lebih dari 570.000 adalah anak-anak . Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kemiskinan. [2] Menurut perkiraan saat ini, HIV diatur untuk menulari 90 juta orang di Afrika, menghasilkan estimasi minimal 18 juta anak yatim. [ 3] Perawatan antiretroviral mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas infeksi HIV, tetapi akses rutin pengobatan antiretroviral tidak tersedia di semua negara. [4]
Terutama HIV menginfeksi sel-sel penting dalam sistem kekebalan manusia seperti sel T penolong (CD4 terutama sel), makrofag, dan sel dendritik. Infeksi HIV menyebabkan rendahnya tingkat sel T CD4 + melalui tiga mekanisme utama: pertama, virus langsung membunuh sel yang terinfeksi; Kedua, peningkatan tingkat apoptosis dalam sel yang terinfeksi, dan ketiga, yang terinfeksi membunuh sel T CD4 + oleh limfosit sitotoksik CD8 yang mengenali terinfeksi sel. Bila CD4 penurunan jumlah sel di bawah tingkat kritis, imunitas diperantarai sel hilang, dan tubuh menjadi semakin lebih rentan terhadap infeksi oportunistik.
Akhirnya sebagian besar yang terinfeksi HIV berkembang menjadi AIDS. Orang-orang ini kebanyakan mati dari infeksi oportunistik atau keganasan progresif yang terkait dengan kegagalan sistem kekebalan tubuh. [5] Tanpa pengobatan, sekitar 9 dari setiap 10 orang dengan HIV akan berkembang menjadi AIDS setelah 10-15 tahun. Banyak kemajuan yang lebih cepat. [6] Pengobatan dengan anti-retroviral meningkatkan harapan hidup orang yang terinfeksi HIV. Bahkan setelah HIV telah berkembang untuk didiagnosis AIDS, rata-rata waktu bertahan dengan terapi antiretroviral (2005) diperkirakan lebih dari 5 tahun. [7] Tanpa terapi antiretroviral, kematian biasanya terjadi dalam waktu satu tahun. [8]
Klasifikasi
HIV adalah anggota dari genus Lentivirus, [9] bagian dari keluarga Retroviridae. [10] Lentiviruses memiliki banyak kesamaan sifat morfologi dan biologi. Banyak spesies yang terinfeksi oleh lentiviruses, yang bertanggung jawab khas untuk penyakit durasi panjang dengan masa inkubasi yang panjang. [11] Lentiviruses ditransmisikan sebagai beruntai tunggal, positif-rasa, menyelimuti RNA virus. Setelah masuknya target sel, genom RNA virus akan dikonversi ke DNA beruntai ganda oleh dikodekan virally reverse transcriptase yang terdapat dalam partikel virus. DNA virus ini kemudian diintegrasikan ke dalam DNA sel oleh disandikan virally integrase, bersama dengan co-host seluler faktor, [12] sehingga genom dapat ditranskripsi. Setelah virus telah terinfeksi sel, dua jalur yang mungkin: salah satu virus menjadi laten dan sel yang terinfeksi terus fungsi, atau virus akan menjadi aktif dan bereplikasi, dan sejumlah besar partikel virus dibebaskan yang kemudian dapat menginfeksi sel-sel lain.
Ada dua jenis HIV diketahui ada: HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 adalah virus yang pada awalnya ditemukan dan disebut LAV. Hal ini lebih mematikan, relatif mudah menular, dan merupakan penyebab sebagian besar infeksi HIV secara global. HIV-2 kurang ditularkan dan terbatas pada sebagian besar Afrika Barat. [13]
Tanda dan gejala
Infeksi HIV-1 adalah berkaitan dengan penurunan progresif CD4 + T sel dan peningkatan viral load. Tahap infeksi dapat ditentukan dengan mengukur pasien CD4 jumlah sel, dan tingkat HIV dalam darah.
Infeksi HIV pada dasarnya empat tahap: periode inkubasi, infeksi akut, latency panggung dan AIDS. Inkubasi awal pada infeksi asimtomatik dan biasanya berlangsung antara dua dan empat minggu. Tahap kedua, infeksi akut, yang berlangsung rata-rata 28 hari dan dapat termasuk gejala seperti demam, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), faringitis (sakit tenggorokan), ruam, myalgia (nyeri otot), malaise, dan mulut dan kerongkongan luka . Tahap latency, yang terjadi ketiga, sedikit atau tidak menunjukkan gejala dan dapat berlangsung dari dua minggu sampai dua puluh tahun dan seterusnya. AIDS, keempat dan tahap akhir infeksi HIV menunjukkan sebagai gejala dari berbagai infeksi oportunistik.
Sebuah studi terhadap pasien di rumah sakit Perancis menemukan bahwa sekitar 0,5% dari yang terinfeksi HIV-1 individu mempertahankan tingkat tinggi CD4 T-Sel dan yang rendah atau viral load tidak terdeteksi secara klinis tanpa pengobatan anti-retroviral. -Orang ini digolongkan sebagai HIV controller atau nonprogressors jangka panjang. [14]
Infeksi HIV akut
Awal infeksi HIV umumnya terjadi setelah transfer cairan tubuh dari orang yang terinfeksi ke orang yang tidak terinfeksi. Tahap pertama infeksi, utama, atau infeksi akut, adalah periode replikasi virus cepat yang langsung mengikuti paparan individu yang mengarah ke HIV kelimpahan virus dalam darah perifer dengan tingkat HIV biasanya mendekati beberapa juta virus per mL. [15] Respons ini disertai dengan ditandai penurunan jumlah beredar sel CD4. Viremia akut ini dikaitkan dalam hampir semua pasien dengan aktivasi sel T CD8, yang membunuh sel yang terinfeksi HIV, dan kemudian dengan produksi antibodi, atau serokonversi. The CD8 + T sel respon dianggap penting dalam mengendalikan tingkat virus, yang puncaknya dan kemudian menurun, sebagai CD4 jumlah sel rebound ke sekitar 800 sel per μL (nilai darah normal adalah 1200 sel per μL). CD8 yang baik respons sel T telah dikaitkan dengan lebih lambat perkembangan penyakit dan prognosis yang lebih baik, meskipun tidak menghilangkan virus. [16] Selama periode ini (biasanya 2-4 minggu pasca-paparan) kebanyakan orang (80 hingga 90%) mengembangkan influenza atau mononukleosis-seperti yang disebut penyakit infeksi HIV akut, gejala yang paling umum yang mungkin berupa demam, limfadenopati, faringitis, ruam, myalgia, malaise, mulut dan esophagal luka, dan mungkin juga termasuk, tapi kurang umum, sakit kepala, mual dan muntah-muntah, pembesaran hati / limpa, penurunan berat badan, sariawan, dan gejala-gejala neurologis. Individu yang terinfeksi bisa mengalami semua, beberapa, atau tak satu pun dari gejala-gejala ini. Lamanya gejala bervariasi, rata-rata 28 hari dan biasanya berlangsung paling tidak seminggu. [17] Karena sifat spesifik gejala-gejala ini, mereka sering tidak diakui sebagai tanda-tanda infeksi HIV. Bahkan jika pasien pergi ke dokter atau rumah sakit, mereka akan sering misdiagnosed sebagai memiliki salah satu yang lebih umum penyakit menular dengan gejala yang sama. Akibatnya, gejala utama ini tidak digunakan untuk mendiagnosis infeksi HIV karena mereka tidak berkembang dalam semua kasus dan karena banyak yang disebabkan oleh penyakit lain yang lebih umum. Namun, mengenali sindrom dapat penting karena pasien jauh lebih menular selama periode ini. [18]
Tahap latency
Pertahanan kekebalan yang kuat mengurangi jumlah partikel virus di dalam aliran darah, menandai awal infeksi laten klinis tahap. Latensi klinis dapat bervariasi antara dua minggu dan 20 tahun. Selama fase awal infeksi, HIV aktif dalam organ limfoid, di mana sejumlah besar virus terperangkap pada sel-sel dendritik folikular (FDC) jaringan. [19] jaringan di sekitarnya yang kaya dalam sel CD4 juga bisa menjadi terinfeksi, dan partikel virus terakumulasi baik dalam sel yang terinfeksi dan virus gratis. Individu yang berada dalam fase ini masih menular. Selama waktu ini, CD45RO + CD4 + sel T membawa sebagian besar beban proviral. [20]
AIDS
Artikel utama: AIDS
Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini, lihat Diagnosis AIDS, AIDS dan WHO Gejala Penyakit Sistem Stadium Infeksi HIV dan Penyakit
Bila CD4 penurunan jumlah sel di bawah tingkat kritis dari 200 sel per μL, imunitas diperantarai sel hilang, dan infeksi dengan berbagai mikroba oportunistik muncul. Gejala pertama biasanya termasuk moderat dan tidak dapat dijelaskan penurunan berat badan, infeksi saluran pernapasan berulang (seperti sinusitis, bronkitis, otitis media, faringitis), prostatitis, ruam kulit, dan lisan ulcerations. Common infeksi oportunistik dan tumor, yang sebagian besar biasanya dikendalikan oleh CD4 kuat Kekebalan sel kemudian mulai untuk mempengaruhi pasien. Biasanya, perlawanan yang hilang sejak awal spesies Candida lisan dan untuk Mycobacterium tuberculosis, yang menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap oral kandidiasis (thrush) dan TBC. Kemudian, pengaktifan kembali laten virus herpes memburuk dapat menyebabkan herpes simpleks rekuren letusan, herpes zoster, virus Epstein-Barr-induced B-sel limfoma, atau sarkoma Kaposi. Radang paru-paru yang disebabkan oleh jamur Pneumocystis jirovecii adalah umum dan seringkali berakibat fatal. Pada tahap akhir AIDS, infeksi sitomegalovirus (virus herpes yang lain) atau Mycobacterium avium complex lebih menonjol. Tidak semua pasien dengan AIDS mendapatkan semua infeksi atau tumor, dan ada tumor dan infeksi lain yang kurang menonjol tapi masih signifikan.
Patofisiologi
Transmisi
hree rute transmisi utama HIV telah diidentifikasi. HIV-2 ditransmisikan lebih jarang oleh ibu-ke-anak dan rute seksual dari HIV-1.
Seksual
Mayoritas infeksi HIV diperoleh melalui hubungan seksual tanpa perlindungan. Penularan seksual dapat terjadi bila sekresi terinfeksi seksual dari salah satu pasangan datang ke dalam kontak dengan kelamin, lisan, atau selaput lendir dubur lain. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, risiko perempuan-untuk-transmisi laki-laki adalah 0,04% per bertindak dan laki-laki-untuk-perempuan transmisi 0,08% per bertindak. Karena berbagai alasan, angka ini adalah 4 sampai 10 kali lebih tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah. [29] Bugchasing dan giftgiving adalah mengejar aktif untuk kontrak dan menularkan HIV, masing-masing.
Yang benar dan konsisten menggunakan kondom lateks mengurangi risiko penularan HIV seksual oleh sekitar 85%. [30] Namun, spermisida dapat benar-benar meningkatkan tingkat transmisi. [31] [32] [33]
Sebuah meta-analisis dari 27 pengamatan studi yang dilakukan sebelum tahun 1999 di sub-Sahara Afrika menunjukkan bahwa sunat laki-laki mengurangi risiko infeksi HIV. [34] Namun demikian, kajian berikutnya menunjukkan bahwa korelasi antara sunat dan HIV dalam studi pengamatan ini mungkin memiliki disebabkan oleh faktor-faktor perancu. [35] Di samping itu, keprihatinan yang diajukan mengenai potensi penyebaran HIV dengan pisau selama unsterilized ritual sunat. [36] Kemudian persidangan, di mana orang-orang tak bersunat secara acak disunat secara medis dalam kondisi steril dan diberikan konseling dan orang lain tidak disunat, telah dilakukan di Afrika Selatan, [37] Kenya, [38] dan Uganda [39] menunjukkan penurunan penularan HIV bagi jenis kelamin heteroseksual 60%, 53%, dan 51% masing-masing. Akibatnya, sebuah panel ahli diselenggarakan oleh WHO dan UNAIDS Sekretariat telah "merekomendasikan bahwa sunat laki-laki sekarang harus diakui sebagai suatu intervensi penting tambahan untuk mengurangi risiko infeksi tertular HIV secara heteroseksual pada laki-laki." [40]
Darah atau produk darah
Secara umum, jika darah yang terinfeksi masuk ke dalam kontak dengan luka terbuka, HIV dapat ditularkan. Rute transmisi ini dapat menjelaskan infeksi pada pengguna narkoba suntikan, hemophiliacs, dan penerima transfusi darah (meskipun sebagian besar transfusi diperiksa untuk HIV di negara maju) dan produk darah. Hal ini juga menjadi perhatian bagi orang-orang menerima perawatan medis di daerah-daerah di mana ada di bawah standar kebersihan umum dalam penggunaan peralatan injeksi, seperti penggunaan kembali jarum di negara-negara Dunia Ketiga. Petugas kesehatan seperti perawat, pekerja laboratorium, dan dokter juga telah terinfeksi, meskipun hal ini terjadi lebih jarang. Sejak penularan HIV melalui darah dikenal personil medis yang diperlukan untuk melindungi diri dari kontak dengan darah dengan menggunakan Universal tindakan pencegahan. Orang-orang yang memberi dan menerima tato, tindikan, dan prosedur scarification juga dapat beresiko infeksi.
HIV telah ditemukan pada konsentrasi rendah di air liur, air mata dan urin orang yang terinfeksi, tetapi tidak ada tercatat kasus infeksi oleh sekresi ini dan potensi risiko penularan dapat diabaikan. [41] Tidaklah mungkin bagi nyamuk untuk menularkan HIV . [42]
Ibu-ke-anak
Transmisi virus dari ibu ke anak dapat terjadi in utero (selama kehamilan), intrapartum (pada melahirkan), atau melalui menyusui. Dengan tidak adanya perawatan, transmisi kecepatan hingga kelahiran antara ibu dan anak adalah sekitar 25%. [23] Namun, di mana terapi obat antiretroviral dan Cesarian bagian yang tersedia, risiko ini dapat dikurangi ke level satu persen. [23] setelah melahirkan ibu-ke-bayi sebagian besar penularan dapat dicegah dengan menghindari lengkap menyusui tetapi, hal ini terkait morbiditas signifikan. ASI eksklusif dan penyediaan ARV profilaksis diperluas ke bayi juga manjur untuk menghindari penularan. [43]
Beberapa infeksi
Artikel utama: HIV superinfection
Tidak seperti virus lain, infeksi HIV tidak memberikan kekebalan terhadap infeksi tambahan, terutama dalam kasus lebih jauh secara genetik virus. Baik antar-dan intra-clade infeksi multipel telah dilaporkan, [44] dan bahkan berhubungan dengan perkembangan penyakit lebih cepat. [45] Beberapa infeksi dapat dibagi menjadi dua kategori tergantung pada waktu perolehan galur kedua. Koinfeksi mengacu pada dua strain yang tampaknya telah diperoleh pada waktu yang sama (atau terlalu dekat untuk membedakan). Infeksi kembali (atau superinfection) adalah infeksi dengan regangan kedua pada waktu diukur setelah yang pertama. Kedua bentuk ganda telah dilaporkan infeksi HIV di kedua akut dan infeksi kronis di seluruh dunia. [46] [47] [48] [49]
Diagnosis
Artikel utama: tes HIV
HIV-positif Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi dengan virus. [94] Sebagai contoh, kurang dari 1% dari penduduk perkotaan yang aktif secara seksual di Afrika telah diuji dan proporsi ini bahkan lebih rendah pada populasi pedesaan. [94] Lebih lanjut , hanya 0,5% wanita hamil menghadiri fasilitas kesehatan perkotaan menasihati, diuji atau menerima hasil tes. [94] Sekali lagi, proporsi ini bahkan lebih rendah di pedesaan fasilitas kesehatan. [94] Sejak donor karenanya mungkin tidak menyadari infeksi mereka, donor darah dan produk darah yang digunakan dalam bidang kedokteran dan penelitian medis secara rutin diskrining untuk HIV. [95]
HIV-1 tes terdiri dari penyaringan awal dengan enzim-linked Immunosorbent assay (ELISA) untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV-1. Spesimen dengan hasil dari nonreactive ELISA awal dianggap HIV-negatif paparan baru kecuali pasangan yang terinfeksi atau pasangan yang tidak diketahui status HIV telah terjadi. Spesimen dengan ELISA yang hasilnya reaktif diuji ulang dalam rangkap dua. [96] Jika hasil tes duplikat baik reaktif, spesimen tersebut dilaporkan sebagai reaktif dan berulang kali menjalani uji konfirmasi dengan tes tambahan yang lebih spesifik (misalnya, Western Blot atau, kurang umum , sebuah immunofluorescence assay (IFA)). Hanya spesimen yang berulang kali reaktif oleh ELISA dan positif oleh IFA atau reaktif oleh Western Blot dianggap HIV-positif dan indikasi infeksi HIV. Spesimen yang ELISA-reaktif berulang kali kadang-kadang memberikan hasil tdk Western Blot, yang mungkin baik yang tidak lengkap antibodi terhadap HIV di orang yang terinfeksi, atau reaksi nonspesifik pada orang yang terinfeksi. [97] Walaupun IFA dapat digunakan untuk mengkonfirmasi infeksi di ambigu ini kasus, pengujian ini tidak banyak digunakan. Secara umum, kedua spesimen harus dikumpulkan lebih dari sebulan kemudian dan diuji ulang untuk orang dengan Western Blot tdk hasil. Walaupun lebih jarang tersedia, tes asam nukleat (misalnya, virus RNA atau proviral metode amplifikasi DNA) juga dapat membantu diagnosa dalam situasi tertentu. [96] Di samping itu, beberapa spesimen diuji dapat memberikan hasil yang kurang jelas karena kuantitas rendah spesimen. Dalam situasi ini, spesimen kedua dikumpulkan dan diuji untuk infeksi HIV.
Modern tes HIV sangat akurat. Kemungkinan palsu-hasil positif dalam dua langkah pengujian protokol diperkirakan 0,0004% sampai 0,0007% pada umumnya penduduk AS. [98] [99] [100] [101]
Perawatan
Saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. [102] [103] Satu-satunya metode yang dikenal pencegahan adalah menghindari paparan terhadap virus. Namun, tentu saja pengobatan antiretroviral diberikan segera setelah terkena, disebut post-exposure prophylaxis, dipercaya untuk mengurangi risiko infeksi jika dimulai secepat mungkin. [104] Current pengobatan untuk infeksi HIV terdiri dari terapi antiretroviral yang sangat aktif, atau ART. [105] Hal ini telah sangat bermanfaat bagi banyak orang terinfeksi HIV sejak diperkenalkan pada tahun 1996, ketika protease inhibitor ART berbasis pada awalnya menjadi tersedia. [106] Current pilihan kombinasi ART (atau "koktail") yang terdiri dari setidaknya tiga obat yang termasuk paling tidak dua jenis, atau "kelas," agen antiretroviral. Biasanya, kelas-kelas ini adalah dua nucleoside analog reverse transcriptase inhibitor (NARTIs atau NRTI) ditambah baik protease inhibitor atau non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Kelas baru obat-obatan seperti Entry Inhibitor memberikan pilihan pengobatan bagi pasien yang terinfeksi virus sudah resistan terhadap terapi umum, meskipun mereka tidak banyak tersedia dan tidak biasanya dapat diakses di rangkaian terbatas sumber daya. Karena perkembangan AIDS pada anak-anak lebih cepat dan kurang dapat diprediksi daripada pada orang dewasa, terutama pada bayi muda, perawatan lebih agresif dianjurkan untuk anak-anak daripada orang dewasa. [107] Di negara-negara maju di mana ART tersedia, dokter menilai pasien secara menyeluruh: mengukur virus beban, seberapa cepat CD4 menurun, dan kesiapan pasien. Mereka kemudian memutuskan kapan untuk merekomendasikan memulai pengobatan. [108]
ART tidak menyembuhkan pasien juga tidak seragam menghapus semua gejala; tingkat tinggi HIV-1, sering ART tahan, kembali jika pengobatan dihentikan. [109] [110] Selain itu, akan memakan waktu lebih dari seumur hidup untuk infeksi HIV akan dibersihkan dengan menggunakan ART. [111] Meskipun demikian, banyak orang yang terinfeksi HIV telah mengalami peningkatan luar biasa dalam kesehatan umum dan kualitas hidup, yang telah menyebabkan penurunan yang besar terkait HIV morbiditas dan kematian di negara maju. [106] [112] [113] Satu penelitian menunjukkan rata-rata harapan hidup seorang individu yang terinfeksi HIV adalah 32 tahun sejak masa infeksi jika perawatan dimulai ketika jumlah CD4 adalah 350/μL. [114] Dalam ketiadaan ART, kemajuan dari infeksi HIV AIDS telah diamati terjadi pada rata-rata antara sembilan sampai sepuluh tahun dan median waktu bertahan setelah mengembangkan AIDS hanya 9.2 bulan. [8] Namun, kadang-kadang mencapai ART jauh lebih sedikit daripada hasil yang optimal, dalam beberapa keadaan menjadi efektif dalam waktu kurang dari lima puluh persen pasien. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan seperti intoleransi obat / efek samping, sebelum terapi antiretroviral tidak efektif dan infeksi dengan obat-resistant strain HIV. Namun, non-kepatuhan dan non-ketekunan dengan terapi antiretroviral adalah alasan utama kebanyakan orang gagal untuk memperoleh manfaat dari ART. [115] Alasan-alasan non-kepatuhan dan non-ketekunan dengan ART yang bervariasi dan tumpang tindih. Mayor masalah psikososial, seperti akses masyarakat miskin ke perawatan medis, kurangnya dukungan sosial, penyakit jiwa dan penyalahgunaan narkoba memberikan kontribusi kepada non-kepatuhan. Kompleksitas rejimen ART ini, apakah karena jumlah pil, frekuensi dosis, pembatasan makan atau isu lainnya bersama dengan efek samping yang tidak disengaja menciptakan kepatuhan juga berkontribusi terhadap masalah ini. [116] [117] [118] Efek samping termasuk lipodistrofi, dislipidemia, resistensi insulin, peningkatan risiko kardiovaskular, dan cacat lahir. [119] [120]
Waktu untuk memulai pengobatan HIV masih diperdebatkan. Tidak ada pertanyaan bahwa pengobatan harus dimulai sebelum jumlah CD4 pasien turun di bawah 200, dan sebagian besar panduan nasional mengatakan untuk memulai perawatan setelah jumlah CD4 turun di bawah 350; tetapi ada beberapa bukti dari penelitian kohort bahwa pengobatan harus dimulai sebelum CD4 menghitung jatuh di bawah 350. [112] [121] Di negara-negara di mana jumlah CD4 tidak tersedia, pasien dengan WHO stadium III atau IV penyakit [122] harus ditawarkan pengobatan.
Anti-retroviral mahal, dan mayoritas terinfeksi di dunia individu tidak memiliki akses ke obat-obatan dan perawatan untuk HIV dan AIDS. [123] Penelitian untuk meningkatkan perawatan saat ini termasuk mengurangi efek samping obat-obatan saat ini, lebih menyederhanakan regimen obat untuk meningkatkan kepatuhan, dan menentukan urutan terbaik rejimen untuk mengelola resistensi obat. Sayangnya, hanya vaksin diperkirakan dapat menghentikan pandemi. Hal ini karena vaksin lebih murah, sehingga menjadi terjangkau bagi negara berkembang, dan tidak membutuhkan perawatan harian. [123] Namun, setelah lebih dari 20 tahun penelitian, HIV-1 tetap menjadi target sulit vaksin. [123]
Perawatan pembangunan
Laporan media pada tahun 2008 dan sebuah penerbitan di New England Journal of Medicine (NEJM) pada tahun 2009 menggambarkan kasus anekdot HIV-positif Berlin pasien dokter, Gero Hutter. Pasien, yang kedua myelogenous akut leukemia (AML) dan infeksi HIV, yang dikatakan oleh beberapa orang untuk menjadi "fungsional sembuh" HIV-nya setelah transplantasi sumsum tulang untuk AML. Donor sumsum tulang telah dipilih sebagai homozigot untuk mutasi CCR5-Δ32 (yang memberikan perlawanan terhadap "hampir semua strain HIV"). [124] [125] Setelah 600 hari tanpa terapi obat antiretroviral, tingkat HIV dalam darah pasien, sumsum tulang dan usus berada di bawah batas deteksi, meskipun penulis mencatat bahwa virus kemungkinan akan hadir dalam jaringan lain. Para peneliti memperingatkan bahwa akan dini untuk mempertimbangkan kemungkinan pengobatan ini menyembuhkan karena anekdot alam, risiko kematian yang berhubungan dengan transplantasi sumsum tulang dan masalah lainnya. [126] [127]
HIV laten Reservoir
Terlepas dari keberhasilan terapi antiretroviral (ART) dalam mengendalikan infeksi HIV dan mengurangi angka kematian terkait HIV, rejimen obat saat ini tidak dapat sepenuhnya memberantas infeksi HIV. Banyak orang yang memakai ART penekanan HIV mencapai ke tingkat di bawah batas deteksi standar tes klinis selama bertahun-tahun. Namun, setelah penarikan ART, viral load HIV cepat rebound seiring dengan penurunan CD4 + T-sel, yang, dalam banyak kasus, tidak ada yang kembalinya pengobatan, menyebabkan AIDS.
Untuk berhasil berkembang biak sendiri, HIV harus mengkonversi para RNA genom pada DNA, yang kemudian diimpor ke dalam inti sel inang dan dimasukkan ke genom host melalui tindakan integrase HIV. Karena selular utama HIV sasaran, CD4 + T-sel, berfungsi sebagai sel memori dari sistem kekebalan tubuh, terpadu HIV dapat tetap aktif selama masa hidup sel ini. Memory T-Sel dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun dan mungkin selama beberapa dekade. HIV yang laten reservoir dapat diukur dengan co-kultur CD4 + T-Cells dari pasien yang terinfeksi dengan CD4 + T-Cells dari donor yang tidak terinfeksi HIV dan mengukur protein atau RNA. [128]
Kegagalan kandidat vaksin untuk melindungi terhadap infeksi HIV dan pengembangan menjadi AIDS telah menyebabkan sebuah fokus baru pada mekanisme biologis yang bertanggung jawab untuk HIV latency. Periode terbatas menggabungkan terapi anti-retroviral dengan obat-obatan menargetkan reservoir laten mungkin suatu hari nanti memungkinkan untuk total pemberantasan infeksi HIV. [129]
Prognosis
Tanpa perawatan, bersih rata-rata waktu bertahan setelah terinfeksi HIV diperkirakan menjadi 9 hingga 11 tahun, tergantung pada subtipe HIV, [130] dan median survival rate setelah diagnosis AIDS di rangkaian terbatas sumber daya di mana pengobatan yang tidak tersedia rentang antara 6 dan 19 bulan, tergantung pada studi. [131] Di tempat-tempat itu tersedia secara luas, pengembangan ART sebagai terapi efektif untuk infeksi HIV dan AIDS mengurangi tingkat kematian dari penyakit ini hingga 80%, dan meningkatkan harapan hidup untuk yang baru didiagnosa orang yang terinfeksi HIV sekitar 20 tahun. [132]
Sebagai perawatan baru terus berkembang dan karena HIV terus berevolusi melawan perawatan, perkiraan waktu bertahan kemungkinan akan terus berubah. Tanpa terapi antiretroviral, kematian biasanya terjadi dalam waktu setahun setelah individu berkembang menjadi AIDS. [8] Kebanyakan pasien meninggal dari infeksi oportunistik atau keganasan progresif yang terkait dengan kegagalan sistem kekebalan tubuh. [5] Laju perkembangan penyakit klinis sangat bervariasi antara individu dan telah terbukti dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kerentanan host dan fungsi imun [64] [133] [134] perawatan kesehatan dan co-infeksi, [5] [8] dan juga yang khusus dari strain virus terlibat. [135] [136] [137]
BAB III
PENUTUP
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Orang tua dan remaja sebaiknya lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi remaja. Mengikuti perkembangan gaya hidup tanpa adanya filter saat ini meningkatkan angka kejadian beberapa permasalahan. Salah satunya adalah masalah sosial dan kesehatan pada remaja. Angka kejadian Infeksi Menular Seksual disebut meningkat dari tahun ke tahun.
Selama dekade terakhir, insiden Infeksi Menular Seksual (IMS) meningkat dengan cepat di beberapa negara di dunia, bahkan pada tahun 1997 WHO memperkirakan terdapat 333 juta kasus PSM baru termasuk gonore, klamidia, sifilis dan trikomoniasis. Angka kejadian ini tidak menggambarkan angka sesungguhnya, terutama pada wanita, oleh karena banyaknya kasus yang asimtomatis. Data pola penyakit menular seksual di Indonesia sampai saat ini belum ada (http://digilib.litbang.depkes.go.id/ go.php?id=jkpkbppk-gdl-res-2002-rosyati2c-1823-kulit&q=tahun).
Infeksi menular seksual (IMS) menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup pelik di beberapa wilayah du¬nia. Data dari seluruh dunia melapor¬kan, IMS yang paling 'populer' adalah trikomoniasis, chlamydia genital, human papiloma virus, gonore, dan herpes genital. Prevalensi IMS pada wanita di negara berkembang jauh lebih tinggi daripada di negara maju. Sebagai contoh, infeksi go¬nore 10-15 kali, chlamydia 2-3 kali, dan sifilis 10-100 kali lebih banyak (http://www.majalah-farmacia. com/ rubrik/ one_news. asp?IDNews=570).
Dunia saat ini berada dalam era globalisasi dan paling tidak apa yang terjadi di negara-negara maju akan mewarnai kehidupan generasi muda kita, termasuk budaya seks bebas yang pada akhirnya akan meningkatkan angka kejadian IMS Dengan meningkatnya arus turis yang datang ke Indonesia tidak mustahil diikuti pula dengan meningkatnya kegiatan pelayanan seks yang pada akhirnya akan meningkatkan angka kejadian IMS. Ditinjau dari segi kesehatan terdapat hal yang perlu mendapat perhatian khusus yakni diantara wisatawan yang datang ke Indonesia kemungkinan merupakan pejamu dari beberapa penyakit, khususnya IMS. Upaya pemberantasan IMS di Indonesia sudah dilaksanakan sejak tahun 1951 dan pada waktu itu lebih dititik beratkan pada sifilis dan gonore. Yang termasuk dalam kelompok IMS adalah : ”The Old veneral diseases” yakni gonore, sifilis, ulkus mole, limfogranuloma dan granuloma inguinale. Penyakit lain yang ditularkan melalui hubungan seksual yakni uretritis non spesifik, herpes non genitales, kondiloma akuminata, trikomoniasis, kandidosis vaginalis, vaginalis non spesifik, moluskum kontagiosum, skabies, pedikulosis pubis dan AIDS (http://eprints.undip.ac.id / 202/ http://eprints. undip.ac.id/202/).
B. Pembatasan Masalah
Pokok permasalahan yang akan disajikan dalam makalah ini adalah mengenai Infeksi Menular Seksual, meliputi: Skabies, Chlamydia, Gonorhoe, Herpes Simplex, Siphilis, Condyloma, Hepatitis,dan HIV/ AIDS.
C. Tujuan
1. Mengetahui tentang pengertian IMS
2. Mengetahui tentang tanda dan gejala IMS
3. Mengetahui tentang cara penularan IMS
4. Mengetahui tentang cara penegakan diagnosa IMS dan penatalaksanaan IMS
BAB II
ISI
A. Infeksi Menular Seksual
Infeksi Hubungan Seksual adalah kelompok penyakit infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual. Penularan IMS umumnya adalah melalui hubungan seksual, sedangkan cara lainnya yantu melalui transfusi darah, jarum suntik, ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, dan lain-lain. Sumber penularan utama adalah wanita pekerja seksual.
Gejala-gejala yang dapat dilihat :
1. Perubahan pada kulit di sekitar kemaluan
2. Saat membuang air kacil terasa sakit
3. Gatal pada alat kelamin
4. Terasa sakit pada daerah pinggul (wanita)
5. Meski tanpa gejala, dapat menularkan penyakit bila sudah terkena
6. Hanya dokter yang mampu menangani penyakit menular seksual
Akibat yang ditimbulkan:
1. pada emosi : ketakutan, perasaan malu, bersalah
2. dapat menular dari ibu kepada bayinya
3. gangguan/cacad pada bayi yang dikandung
4. kemandulan pada pria dan wanita
5. kematian
Rantai penularan penyakit menular seksual
Pengertian : Kuman, sebagai penyebab penyakit akan berpindah dari satu orang ke orang lainnya. ini menciptakan terjadinya mata rantai penularan, sehingga setiap mata rantai merupakan bagian yang penting dalam penularan penyakit pada orang lain. Mengerti dan memutuskan salah satu mata rantai penularan adalah cara yang baik untuk mencegah penularan.
Rantai penularan PHS :
1. Virus, bakteri, protozoa, parasit dan jamur
2. Manusia, bahan lain yang tercemar kuman
3. Penis, vagina, lubang pantat, kulit yang terluka, darah, selaput lendir.
4. Yang paling umum adalah hubungan seks (penis-vagina, penis-lubang pantat, mulut-lubang pantat, mulut-vagina, mulut-penis).
5. Hubungan seks, pemakaian jarum suntik secara bersama-sama dari orang yang terkena PMS ke orang lainnya (obat suntik terlarang, transfusi darah yang tidak steril, jarum tato dan lainnya).
Orang yang berperilaku seks tidak aman. Makin banyak pasangan seks, makin tinggi kemungkinan terkena PMS dari orang yang sudah tertular.
Pencegahan:
1. Patahkan salah satu rantai penularan
2. pakailah kondom
Pengobatan
Datang dan berkonsultasi dengan dokter yang profesional. Berobat sndiri tanpa tahu dengan pasti sring berakibat semakin parah, dan menyebabkan kuman menjadi resisten terhadap obat-obatan.
Peningkatan angka kejadian PMS disebabkan beberapa faktor:
1. kontrasepsi, timbul perasaan aman tidak terjadi kehamilan
2. seks bebas, norma moral yang menurun
3. kurangnya pemahaman tentang selsualitas dan PMS
4. transportasi yang makin lancar, mobilitas tinggi
5. urbanisasi dan pengangguran
6. kemiskinan
7. pengetahuan
8. pelacuran
Penularan PMS pada umumnya adalah melalui hubungan seksual (95%), sedangkan cara lainnya yaitu melalui transfusi darah, jarum suntuik, plasenta (dari ibu kepada anak yang dikandungnya) dan lain-lain. Sumber penularan utama adalah WTS (80%).
B. Macam-macam Infeksi Menular Seksual
1. Skabies
a. Pengertian
Skabies/ Kudis adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh spesies kutu yang sangat kecil.
b. Penyebab
Kudis ini ditemukan di seluruh dunia di antara orang-orang dari semua kelompok dan usia. Hal ini menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan kurang sering dengan berbagi pakaian atau selimut. Kadang-kadang seluruh keluarga terpengaruh.
Kutu yang menyebabkan kudis bersembunyi ke dalam kulit dan deposito telur mereka, membentuk sebuah liang yang terlihat seperti tanda pensil. Telur matang dalam 21 hari. Ruam yang gatal alergi terhadap kutu.
c. Gejala
1.) Gatal-gatal, terutama pada malam hari
2.) Ruam
3.) Sores (lecet) pada kulit karena garukan
4.) Tipis, pensil-tanda garis-garis pada kulit
Kutu mungkin lebih luas pada kulit bayi, menyebabkan jerawat di atas bagasi, atau lepuh kecil di atas telapak tangan dan kaki. Pada anak kecil, kepala, leher, bahu, telapak tangan, dan telapak yang terlibat. Pada anak-anak dan orang dewasa, tangan, pergelangan tangan, alat kelamin, dan perut yang terlibat.
d. Ujian dan Tes
Pemeriksaan kulit kudis menunjukkan tanda-tanda. Tes meliputi pemeriksaan di bawah mikroskop scrapings kulit yang diambil dari liang.
e. Perawatan
Krim obat resep biasanya digunakan untuk mengobati infeksi kudis. Yang paling umum digunakan krim permethrin 5%. Krim lain termasuk benzil benzoat dan belerang di petrolatum. Lindane jarang digunakan, karena efek samping.
Krim diterapkan di seluruh tubuh. Seluruh keluarga atau mitra seksual orang yang terinfeksi mungkin perlu dirawat, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala.
Untuk kasus-kasus sulit, beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin juga resep obat-obatan yang diambil melalui mulut untuk membunuh kutu kudis. Ivermectin adalah pil yang dapat digunakan.
Gatal dapat terus setelah pengobatan dimulai, tetapi akan hilang jika Anda mengikuti penyedia layanan kesehatan Anda rencana pengobatan yang diresepkan. Anda dapat mengurangi gatal-gatal dengan dingin membasahi dan calamine. Dokter mungkin juga menyarankan antihistamin oral.
f. Prognosis
Kebanyakan kasus kudis dapat disembuhkan tanpa ada masalah jangka panjang. Kasus yang parah dengan banyak sisik atau pengerasan kulit mungkin merupakan tanda bahwa seseorang memiliki penyakit seperti HIV.
g. Kemungkinan Komplikasi
Menggaruk intens dapat menyebabkan infeksi kulit sekunder, seperti impetigo.
h. Pencegahan
Hindari kontak dengan orang terinfeksi.
i. Nama Alternatif
Sarcoptes scabiei
(http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/imagepages/1298.htm)
2. Gonorhoe
a. Faktor Risiko
1.) Perempuan dan laki-laki di bawah usia 25-termasuk remaja yang aktif secara seksual-berada pada risiko tertinggi untuk genital infeksi gonore.
2.) Faktor risiko mencakup gonore sejarah sebelumnya infeksi gonore, infeksi menular seksual lainnya
3.) baru atau beberapa mitra seksual
4.) penggunaan kondom tidak konsisten
5.) pekerja seks
6.) penggunaan narkoba
7.) Faktor risiko wanita hamil sama dengan untuk non-ibu hamil.
b. Prevalensi
Prevalensi infeksi gonore bervariasi secara luas di antara masyarakat dan populasi pasien. Afrika-Amerika dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki memiliki prevalensi infeksi yang lebih tinggi daripada populasi umum di banyak masyarakat dan pengaturan.
c. Risiko individu tergantung pada penyakit epidemiologi setempat. Otoritas kesehatan masyarakat setempat memberikan petunjuk kepada dokter untuk membantu mengidentifikasi populasi yang berisiko tinggi dalam komunitas mereka.
d. Dalam masyarakat dengan prevalensi tinggi gonore, pemutaran lebih luas dari orang-orang muda yang aktif secara seksual dapat dibenarkan, terutama dalam pengaturan melayani individu yang mengalami peningkatan risiko. Selain itu, dokter mungkin ingin mempertimbangkan berdasarkan populasi lainnya faktor risiko, termasuk tinggal di perkotaan dan masyarakat dengan tingginya tingkat kemiskinan, ketika membuat keputusan penyaringan. Masyarakat rendah prevalensi infeksi gonore dapat membenarkan pemeriksaan lebih bertarget.
5.) Skrinning
Tes skrining yang lebih baru, termasuk tes amplifikasi asam nukleat dan hibridisasi asam nukleat tes, telah menunjukkan perbaikan sensitivitas dan spesifisitas yang sebanding bila dibandingkan dengan budaya serviks. Beberapa tes baru dapat digunakan dengan penyeka air kencing dan vagina, yang memungkinkan pemutaran saat pemeriksaan panggul tidak dilakukan.
6.) Pengobatan
Infeksi kelamin pada pria dan wanita dapat diobati dengan generasi ketiga cephalosporin atau fluoroquinolone, dan wanita hamil dapat diobati dengan cephalosporins generasi ketiga. Karena fluoroquinolone muncul resistensi, CDC menerbitkan pedoman pengobatan baru pada tahun 2004 merekomendasikan bahwa laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan orang-orang yang mendapat infeksi di California, Hawaii, atau Asia tidak dapat diobati dengan antibiotik fluoroquinolone. Jika dokter tidak merangkap diskrining terhadap infeksi klamidia, CDC merekomendasikan pengobatan untuk klamidia anggapan pada saat pengobatan untuk gonore. Dalam rangka untuk mencegah penularan berulang, mitra dari individu yang terinfeksi harus dites dan diobati jika terinfeksi, atau diperlakukan presumptively.
Gonore adalah kondisi dilaporkan secara nasional. Lebih lengkap pelaporan kasus gonore otoritas kesehatan masyarakat akan memungkinkan lebih akurat perkiraan prevalensi gonore. Peningkatan informasi akan memungkinkan dokter untuk skrining gonore dengan cara-cara yang meningkatkan keseimbangan antara keuntungan dan kerugian bagi pasien mereka.
Penelitian prioritas untuk skrining gonore meliputi pemahaman yang lebih besar manfaat dari skrining pria meningkatkan risiko, terutama laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, dan peran laporan pada tingkat gonore dan pengujian prioritas.
Lihat lainnya USPSTF rekomendasi skrining untuk infeksi menular seksual (infeksi klamidia, hepatitis B dan C infeksi virus, HIV, genital herpes simpleks, dan sifilis)
(http://www.ahrq.gov/clinic/cps3dix.htm # menular).
Infeksi karena Neisseria gonorrhoeae tetap kedua yang paling umum penyakit dilaporkan di Amerika Serikat, yang pertama adalah Chlamydia trachomatis. Pada wanita, gonore merupakan penyebab utama cervicitis dan penyakit radang panggul. Penyakit radang panggul, pada gilirannya, dapat menyebabkan kehamilan ektopik, kemandulan, dan nyeri panggul kronis. Gonorrhea pada kehamilan dikaitkan dengan hasil yang merugikan, termasuk chorioamnionitis, pecah ketuban dini, dan persalinan prematur. Transmisi perinatal pada bayi dapat menyebabkan konjungtivitis berat yang mengakibatkan kebutaan jika tidak diobati dan, jarang, terkait sepsis dengan meningitis, endokarditis, atau arthritis. Pada pria, gonore dapat mengakibatkan gejala uretritis, epididimitis, dan bukti menunjukkan prostatitis.Emerging infeksi gonokokal memfasilitasi dan kerentanan terhadap penularan HIV pada pria dan women.
Pada tahun 2003, tingkat gonore yang dilaporkan di Amerika Serikat adalah 116,2 kasus per 100.000 penduduk. Dengan tingkat penurunan setiap tahun sejak 1999, ini menandai gonore tingkat terendah yang pernah dilaporkan oleh CDC. Meskipun demikian, hanya 8 negara bagian memiliki tingkat gonore bawah Healthy People 2010 target nasional 19 kasus per 100.000 penduduk. Prevalensi gonore sangat bervariasi antara wilayah-wilayah negara, dengan pelaporan Selatan tingkat tertinggi (149,8 kasus per 100.000 pada tahun 2003). Harga di Selatan, bagaimanapun, telah menurun terus sejak tahun 1999, sementara tingkat di Barat telah meningkat. Baik tarif dan perubahan dalam tingkat berbeda di antara kelompok-kelompok ras dan etnis.
Kasus yang dilaporkan meningkat di antara kulit putih dan Hispanik, dan menurun di antara Afrika Amerika. Tingkat antara Afrika Amerika (655,8 per 100.000 penduduk), namun, masih tetap 20 kali lebih tinggi daripada orang kulit putih. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tingkat gonore dilaporkan pada tahun 2003 tetap tertinggi di antara wanita usia 15-24 dan laki-laki berusia 20-24,3
Sementara menilai faktor-faktor risiko individu memberikan informasi berharga untuk membantu menentukan siapa yang harus layar, dokter harus hati-hati mempertimbangkan epidemiologi lokal infeksi gonore dalam mengembangkan program-program pemutaran. Nasional, negara bagian, dan daerah tingkat infeksi menular seksual data surveilans dirangkum oleh CDC setiap tahunnya. Dokter mungkin ingin berkonsultasi dengan departemen kesehatan setempat untuk mendapatkan informasi yang lebih relevan untuk komunitas khusus mereka dan praktik.
USPSTF memeriksa bukti-bukti yang diterbitkan 1996-2004 untuk menentukan kemanjuran skrining gonore gonore penurunan yang berkaitan dengan morbiditas dan kematian pada populasi umum, mereka yang berisiko tinggi, dan wanita hamil. Selain itu, USPSTF meninjau literatur bukti baru mengenai pengobatan profilaksis merugikan untuk mencegah ophthalmia gonokokal neonatorum. Walaupun termasuk pertanyaan kunci tentang faktor-faktor risiko individu, tinjauan ini tidak termasuk review penuh isu seputar skrining untuk infeksi gonore pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Isu-isu yang tidak sepenuhnya dibahas meliputi pilihan tes untuk memeriksa di dubur dan faring situs dan peran potensi skrining untuk gonore dalam mengurangi penularan HIV. Meskipun prevalensi gonore luar pengaturan perawatan HIV di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki tidak dipelajari secara luas, kelompok-kelompok lain yang lebih spesifik telah mengembangkan rekomendasi bagi laki-laki yang berhubungan seks dengan men.
Skrining untuk genital infeksi gonore dapat dicapai dengan menggunakan budaya, tes amplifikasi asam nukleat, dan tes hibridisasi asam nukleat (probe asam nukleat). Budaya isolat dapat dikumpulkan dari endoserviks penyeka pada wanita dan penyeka uretra pada pria. Budaya spesimen kekhususan adalah 100% ketika kebudayaan isolat yang membedakan speciated Neisseria gonorrhoeae dari organisme lain (karena kebanyakan studi mendefinisikan budaya sebagai standar emas), namun kepekaan budaya sangat bervariasi, berkisar dari 61,8% menjadi 92,6%, tapi tetap tinggi ketika kondisi transportasi yang cocok. Sensitivitas untuk uji amplifikasi asam nukleat berkisar antara 66,7% hingga 100%, dengan spesifisitas berkisar dari 93,9% sampai 100%. Uji amplifikasi asam nukleat dapat digunakan dengan spesimen urin selain endoserviks dan uretra penyeka, dan spesimen tunggal dapat digunakan untuk menguji untuk klamidia maupun gonore. Penyeka vagina juga dapat digunakan dengan beberapa tes amplifikasi asam nukleat. Probe asam nukleat telah melaporkan sensitivitas berkisar dari 54% sampai 100%, dengan spesifisitas berkisar dari 96,8% sampai 100%. Probe asam nukleat juga dapat digunakan untuk menguji untuk gonore dan klamidia dalam satu spesimen dan dapat disimpan sampai 7 hari tanpa refrigeration.5 Secara keseluruhan, tes yang lebih baru telah menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas serviks dibandingkan dengan budaya, dan membandingkan lebih baik bila kondisi transportasi tidak cocok untuk budaya. Uji amplifikasi asam nukleat dapat digunakan dengan penyeka air kencing dan vagina, yang memungkinkan pemutaran saat pemeriksaan panggul tidak dilakukan. Uji amplifikasi asam nukleat, bagaimanapun, mempunyai kepekaan lebih rendah bila dilakukan dengan menggunakan spesimen urin.
Terapi antibiotik sangat efektif dalam menghilangkan infeksi urogenital Neisseria gonorrhoeae. Dianjurkan pengobatan untuk infeksi gonokokal tanpa komplikasi urogenital dari CDC termasuk salah satu regimen antibiotik berikut: cefixime, 400 mg oral dalam dosis tunggal; ceftriaxone, 125 mg IM dalam dosis tunggal; ciprofloxacin, 500 mg oral dalam dosis tunggal; ofloxacin, 400 mg secara lisan dalam dosis tunggal atau levofloxacin, 250 mg secara lisan dalam satu dose.1 Wanita hamil harus ditangani dengan rejimen berbasis cephalosporin. Karena peningkatan prevalensi organisme resisten, fluoroquinolones tidak boleh digunakan untuk mengobati laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan pasien yang infeksi yang diperoleh di California, Hawaii, Asia, atau daerah lain dengan peningkatan ketahanan terhadap fluorquinolones.6 Untuk mencegah ophthalmia gonokokal neonatorum, sebuah agen profilaksis harus ditanamkan ke mata semua bayi baru lahir; prosedur ini diperlukan oleh hukum di kebanyakan negara bagian. Rejimen profilaksis termasuk penerapan satu perak nitrat (1%) larutan, erythromycin (0,5%) oftalmik salep, tetes mata atau salep tetracycline (1%), 1 semua yang efektif.
Tidak ada penelitian yang meneliti secara langsung merugikan pemeriksaan atau pengobatan untuk infeksi gonore. Potensi merugikan pemeriksaan dapat mencakup biaya kesempatan kepada dokter dan pasien (waktu, sumber daya, dll) dan palsu hasil tes positif yang dapat mengakibatkan stres, pelabelan, dan pengujian lebih lanjut. Bahkan dengan menggunakan tes dengan spesifisitas 99% dalam suatu populasi berisiko tinggi dengan prevalensi gonore 0,5%, dua pertiga dari tes skrining positif akan dapat diharapkan hasil positif palsu. Merugikan pengobatan termasuk obat yang merugikan efek terkait.
Selain penelitian mengenai potensi merugikan dari skrining, penelitian diperlukan untuk memberikan bukti langsung bahwa pemeriksaan terkait dengan peningkatan hasil kesehatan. Secara khusus, studi diperlukan untuk mengevaluasi kriteria penyaringan untuk laki-laki, termasuk laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, dan hamil dan non-ibu hamil. Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan interval yang optimal untuk skrining populasi ini juga untuk skrining setelah perawatan. Berkualitas tinggi efektivitas biaya studi klinis saat ini pilihan, termasuk kriteria penyaringan dan jenis tes diagnostik, juga akan membantu menginformasikan program skrining gonore masa depan.
American Academy of Family Physicians (AAFP) dan American College of Dokter kandungan dan dokter ahli kandungan (ACOG) merekomendasikan skrining aktif seksual perempuan, termasuk remaja, risiko tinggi gonorrhea.7, 8 AAFP, ACOG, dan American Academy of Pediatric ( AAP) merekomendasikan skrining wanita hamil yang beresiko gonorrhea.7, 9 Departemen Pertahanan merekomendasikan skrining untuk gonore pada semua wanita hamil berdasarkan praduga potensi risiko di dalam system.10 The AAFP dan AAP merekomendasikan profilaksis rutin untuk bayi yang baru lahir terhadap gonokokal ophthalmia neonatorum.7, 11 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menerbitkan rekomendasi pada tes diagnostik untuk gonore yang mendukung penggunaan budaya sebagai ujian untuk digunakan screening.12 CDC juga merekomendasikan bahwa dokter mempertimbangkan semua tes skrining positif berdasarkan anggapan bukti infeksi dan mempertimbangkan pengujian tambahan ketika pemeriksaan prevalensi rendah populations.12 Dalam Perawatan klinis tahun 2002 Pedoman, CDC merekomendasikan bahwa semua yang aktif secara seksual laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki akan diperiksa setidaknya setiap tahun untuk genital gonore dan juga untuk faring dan infeksi dubur jika beresiko karena Penyakit Infeksi exposure.1 The Society of America merekomendasikan bahwa semua orang positif HIV diskrining untuk gonore.
(http://www.ahrq.gov/clinic/uspstf05/gonorrhea/gonrs.htm)
3. Chlamydia
a. Pengertian
Chlamydia adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri, Chlamydia trachomatis, yang dapat merusak organ reproduksi wanita. Meskipun gejala klamidia biasanya ringan atau tidak ada, komplikasi serius yang menyebabkan kerusakan ireversibel, termasuk ketidaksuburan, dapat terjadi "diam-diam" sebelum seorang wanita pernah mengakui masalah. Klamidia juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis laki-laki yang terinfeksi.
Klamidia adalah bakteri yang paling sering dilaporkan penyakit menular seksual di Amerika Serikat. Pada tahun 2006, 1.030.911 infeksi klamidia dilaporkan ke CDC dari 50 negara bagian dan District of Columbia. Under-laporan substansial karena kebanyakan orang dengan klamidia tidak menyadari infeksi dan mereka tidak mencari pengujian. Selain itu, pengujian ini tidak sering dilakukan jika pasien dirawat karena gejala mereka. Diperkirakan 2.291.000 dilembagakan non-sipil AS usia 14-39 terinfeksi Chlamydia didasarkan pada US National Health and Nutrition Examination Survey. Perempuan sering kembali terinfeksi jika pasangan seks mereka tidak diobati.
b. Penularan
Klamidia dapat ditularkan selama vagina, anal, ataupun oral. Chlamydia dapat juga ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama persalinan vagina.
Setiap orang yang aktif secara seksual bisa terinfeksi klamidia. Semakin besar jumlah pasangan seks, semakin besar risiko infeksi. Karena leher rahim (pembukaan ke uterus) gadis remaja dan perempuan muda tidak sepenuhnya matang dan mungkin lebih rentan terhadap infeksi, terutama mereka di risiko tinggi infeksi jika aktif secara seksual. Sejak klamidia dapat ditularkan melalui oral atau anal seks, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki juga berisiko infeksi klamidia.
c. Gejala
Chlamydia dikenal sebagai “penyakit diam” karena sekitar tiga perempat dari ibu terinfeksi dan sekitar setengah dari pria yang terinfeksi tidak memiliki gejala. Jika gejala terjadi, mereka biasanya muncul dalam waktu 1 sampai 3 minggu setelah terkena.
Pada wanita, awalnya bakteri menginfeksi serviks dan uretra (saluran urin). Wanita yang mengalami gejala mungkin memiliki vagina yang abnormal atau rasa panas ketika buang air kecil. Ketika infeksi menyebar dari leher rahim ke saluran tuba (saluran yang membawa telur dibuahi dari ovarium ke rahim), beberapa perempuan masih tidak memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala; orang lain sakit perut bagian bawah, rendah kembali sakit, mual, demam, sakit saat hubungan seksual, atau perdarahan antara periode menstruasi. Infeksi klamidia serviks dapat menyebar ke rektum.
Laki-laki dengan tanda-tanda atau gejala mungkin mengeluarkan cairan dari penis mereka atau rasa panas ketika buang air kecil. Pria mungkin juga telah terbakar dan gatal-gatal di sekitar pembukaan penis. Rasa sakit dan bengkak di testis jarang terjadi.
Laki-laki atau perempuan yang telah menerima seks anal bisa mendapatkan infeksi klamidia di rektum, yang dapat menyebabkan rasa sakit dubur, pelepasan, atau perdarahan. Chlamydia juga dapat ditemukan di tenggorokan perempuan dan laki-laki melakukan seks oral dengan pasangan yang terinfeksi.
d. Diagnosa
Ada tes laboratorium untuk mendiagnosis klamidia. Beberapa dapat dilakukan pada urin, tes lain mengharuskan spesimen dikumpulkan dari sebuah situs seperti penis atau leher rahim.
e. Komplikasi
Jika tidak diobati, infeksi klamidia dapat berkembang menjadi serius reproduksi dan masalah kesehatan lainnya dengan baik jangka pendek dan jangka panjang konsekuensi. Seperti penyakit itu sendiri, kerusakan yang menyebabkan klamidia sering "diam."
Pada wanita, infeksi tidak diobati dapat menyebar ke dalam rahim atau saluran tuba dan menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Hal ini terjadi pada hingga 40 persen perempuan dengan klamidia yang tidak diobati. PID dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saluran tuba, uterus, dan jaringan sekitarnya. Kerusakan dapat menyebabkan nyeri panggul kronis, infertilitas, dan berpotensi fatal kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Wanita yang terinfeksi dengan klamidia adalah hingga lima kali lebih mungkin terinfeksi HIV, jika terkena.
Komplikasi antara manusia jarang. Infeksi kadang menyebar ke epididimis (tabung yang membawa sperma dari testis), menyebabkan rasa sakit, demam, dan, jarang, kemandulan.
Jarang, kelamin infeksi klamidia dapat menyebabkan radang sendi yang dapat disertai dengan lesi kulit dan peradangan pada mata dan uretra (sindrom Reiter).
f. Pencegahan
Untuk membantu mencegah konsekuensi serius klamidia, screening setidaknya setiap tahun untuk klamidia direkomendasikan untuk semua wanita aktif seksual usia 25 tahun dan lebih muda. Tes skrining tahunan juga dianjurkan bagi wanita yang lebih tua dengan faktor risiko untuk klamidia (pasangan seks yang baru atau banyak pasangan seks). Semua wanita hamil harus memiliki tes skrining klamidia.
Cara terbaik untuk menghindari penularan penyakit menular seksual adalah untuk menjauhkan diri dari kontak seksual, atau berada dalam jangka panjang hubungan saling monogami dengan pasangan yang telah diuji dan diketahui tidak terinfeksi.
Kondom lateks, jika digunakan secara konsisten dan benar, dapat mengurangi risiko penularan klamidia.
g. Pengaruh Chlamydia terhadap wanita hamil dan bayi
Pada wanita hamil, ada beberapa bukti bahwa infeksi klamidia yang tidak diobati dapat menyebabkan kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi bisa mendapatkan infeksi klamidia di mata mereka dan pernapasan traktat. Chlamydia adalah penyebab utama bayi awal pneumonia dan konjungtivitis (mata merah) pada bayi baru lahir.
h. Pengobatan
Chlamydia dapat dengan mudah diobati dan disembuhkan dengan antibiotik. Sebuah azitromisin dosis tunggal atau minggu doxycycline (dua kali sehari) adalah yang paling umum digunakan perawatan. Orang HIV-positif dengan klamidia harus menerima perlakuan yang sama dengan mereka yang negatif HIV.
Semua pasangan seks harus dievaluasi, diuji, dan diobati. Orang dengan klamidia harus menjauhkan diri dari hubungan seksual sampai mereka dan pasangan seks mereka telah selesai pengobatan, jika infeksi ulang mungkin.
Pasangan seks wanita yang belum tepat diobati memiliki resiko tinggi untuk re-infeksi. Memiliki berbagai infeksi meningkatkan wanita risiko komplikasi kesehatan reproduksi yang serius, termasuk kemandulan. Tes ulang harus didorong untuk perempuan tiga hingga empat bulan setelah perawatan. Hal ini terutama benar jika seorang wanita tidak tahu apakah pasangan seks menerima pengobatan.
CDC merekomendasikan pengujian klamidia tahunan dari semua wanita aktif seksual usia 25 atau lebih muda, lebih tua wanita dengan faktor risiko infeksi klamidia (orang-orang yang memiliki pasangan seks yang baru atau banyak pasangan seks), dan semua wanita hamil. Seksual yang sesuai penilaian risiko oleh penyedia layanan kesehatan harus selalu dilakukan dan mungkin menunjukkan lebih sering skrining untuk beberapa wanita.
Apabila kelamin menunjukkan gejala seperti sakit yang tidak biasa, discharge dengan bau, terbakar saat buang air kecil, atau perdarahan antara siklus menstruasi bisa berarti suatu infeksi STD. Jika seorang wanita memiliki gejala-gejala tersebut, dia harus berhenti melakukan hubungan seks dan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan dengan segera. Mengobati PMS dini dapat mencegah PID. Perempuan yang diberi tahu bahwa mereka memiliki STD dan diperlakukan untuk itu harus memberitahu semua pasangan seks baru-baru ini mereka (pasangan seks dalam 60 hari sebelumnya) sehingga mereka dapat melihat penyedia layanan kesehatan dan dievaluasi untuk PMS. Aktivitas seksual sebaiknya tidak melanjutkan sampai semua pasangan seks telah diperiksa dan, jika perlu, diobati.
(http://www.cdc.gov/std/Chlamydia/STDFact-Chlamydia.htm).
4. Herpes Simplex
a. Epidemiologi
Genital herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) atau virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Rute utama akuisisi infeksi HSV-2 adalah melalui kelamin-kelamin hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi virus yang gejalanya atau penumpahan asymptomatically, dan risiko infeksi berkorelasi dengan jumlah seksual seumur hidup partners.1 Sejak akhir 1970-an, seroprevalence tarif untuk HSV-2 di Amerika Serikat telah meningkat sebesar 30 percent.1 Satu dari empat orang usia 30 tahun atau lebih di Amerika Serikat telah HSV-2, 1 meskipun kebanyakan tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Prevalensi HSV-1 genital infeksi, yang biasanya diperoleh melalui kontak oral-genital, juga telah meningkat secara dramatis dan menyumbang sekitar 20 persen dari kasus saat ini genital herpes di Amerika Serikat.
b. Patofisiologi
Setelah akuisisi awal HSV (infeksi primer), genom virus berada dalam keadaan laten dalam tubuh saraf tanpa batas. Periodik pengaktifan kembali (infeksi berulang) hasil baik dalam gejala infeksi (klinis tampak lesi) atau tanpa gejala infeksi.
1.) Infeksi awal
Inkubasi rata-rata setelah akuisisi genital HSV-1 atau HSV-2 adalah sekitar 4 hari (kisaran, 2 sampai 12). Lokal dan gejala sistemik primer yang terkait dengan infeksi HSV-1 umumnya intensitas yang sama seperti yang berhubungan dengan HSV-2 primer infection.3 Dalam "klasik" presentasi klinis, infeksi primer dimulai dengan macules dan papula dan berkembang menjadi vesikel, pustula, Kulit dan borok ulcers.3 kerak (Gambar 2), sedangkan luka di selaput lendir menyembuhkan tanpa pengerasan kulit. Kebanyakan pasien dengan herpes genital primer, bagaimanapun, tidak memiliki ini "klasik" symptoms.
Gejala
Mayoritas laki-laki dan perempuan dengan episode pertama jelas klinis HSV-2 genital penyakit memiliki gejala lokal, seperti nyeri di tempat lesi dan daerah tender adenopathy (Gambar 2). Uretritis dan cervicitis genital dapat terjadi dengan akuisisi, dan faringitis dapat terjadi dengan lisan akuisisi. Gejala konstitusional seperti demam, sakit kepala, malaise, dan mialgia hadir di dua pertiga wanita dan kira-kira 40 persen laki-laki dengan jelas klinis episode pertama.
Nonprimary episode pertama dari infeksi (akuisisi HSV-2 pada orang dengan yang sudah ada antibodi terhadap HSV-1 atau, lebih jarang, akuisisi HSV-1 pada orang dengan yang sudah ada antibodi terhadap HSV-2) kurang umumnya terkait dengan gejala-gejala sistemik daripada yang pertama episode infeksi primer (perolehan HSV-1 atau HSV-2 pada orang yang tidak ada sebelumnya antibodi anti-HSV); seperti gejala-gejala muncul dalam 16 persen dari kasus-kasus yang diakui nonprimary infeksi dan 62 persen dari kasus diakui infeksi primer. Nonprimary infeksi juga terkait dengan tingkat yang lebih rendah komplikasi dari infeksi primer, sebuah penyakit durasi yang lebih singkat (rata-rata, 9 hari vs 12 hari), dengan durasi yang lebih singkat viral shedding (rata-rata, 7 hari vs 11 hari), dan lebih sedikit lesi (berarti, 10 vs 16) .6 Dalam setidaknya 10 persen dari episode pertama gejala klinis herpes genital (dan mungkin proporsi yang lebih tinggi), bukti serologis infeksi HSV-2 menunjukkan bahwa telah terjadi sebelumnya perolehan asimtomatik virus.
2.) Infeksi berulang
Genital rekuren infeksi HSV-2 mungkin symptomatic3 atau, lebih umum, asymptomatic.8 Kira-kira setengah dari pasien yang rekuren telah mengenali gejala-gejala prodromal, mulai dari yang ringan sensasi kesemutan terjadi 30 menit sampai 48 jam sebelum letusan untuk menembak sakit di pantat, kaki, atau pinggul terjadi selama lima hari sebelum eruption.4 Lamanya pelepasan virus lebih pendek di recurrences daripada infeksi primer (rata-rata, 4 hari vs 11 hari), dan ada sedikit luka sekarang (berarti, 6 lesi vs 16 lesi).
Dalam waktu 12 bulan setelah diagnosa, 90 persen pasien dengan episode pertama yang terdokumentasi genital HSV-2 infeksi telah setidaknya 1 kambuh, 38 persen telah 6 atau lebih rekuren, dan 20 persen memiliki 10 atau lebih recurrences.9 Genital HSV-1 infeksi kambuh lebih jarang dibanding HSV-2 genital infeksi, menjelaskan mengapa sebagian besar kasus HSV-1 gejala penyakit kelamin cases.3 utama Terlepas dari jenis virus dan apakah atau tidak bersifat menekan terapi yang digunakan, tingkat kekambuhan menurun seiring time.10
Pelepasan virus asimtomatik banyak account untuk transmisi HSV HSV.11 DNA dapat dideteksi dengan cara polymerase chain reaction (PCR) dalam spesimen dari genital HSV-2-seropositive perempuan di 28 persen dari hari, 12 dan virus dapat ditularkan ke pasangan seksual selama periode tersebut subklinis shedding.13 Meskipun risiko penularan HSV-2 dari orang yang terinfeksi rentan pada pasangan seksual lebih tinggi bila lesi genital adalah present14 (karena penumpahan asimtomatik terjadi jauh lebih sering daripada gejala penyakit), kebanyakan ahli percaya bahwa hasil transmisi dari penumpahan asimtomatik pada kebanyakan cases.14 Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 13 pasangan yang sumbang untuk HSV seropositif, transmisi terjadi di 9 pasangan (69 persen) ketika pasangan sumber dilaporkan asimtomatik, sedangkan di lain 4 pasangan (31 persen) itu dihasilkan dari kontak seksual selama prodrome (dalam 1 kasus) atau di dalam jam sebelum lesi pertama kali diperhatikan oleh mitra sumber (dalam 3 kasus) .14 Kontak langsung selain hubungan seksual dapat menyebabkan virus menyebar jika daerah pelepasan virus datang ke dalam kontak dengan kulit atau selaput lendir seseorang yang rentan.
c. Komplikasi neurologis
Komplikasi sistem saraf pusat termasuk herpes genital aseptic meningitis, sakral radiculopathy, melintang myelitis, dan jinak berulang limfositik meningitis (Mollaret's meningitis) .3,15 Dari jumlah tersebut komplikasi, meningitis aseptik adalah yang paling sering, dan dalam sebagian besar kasus, hal itu terjadi dalam hubungannya dengan infeksi primer. Sekitar sepertiga perempuan dan 1 dari 10 pria dengan infeksi primer memiliki tanda-tanda meningeal, sedangkan tanda-tanda seperti itu jarang terjadi di antara pasien dengan infeksi nonprimary.
d. Neonatal HSV
Mungkin yang paling serius adalah manifestasi dari neonatal HSV penyakit, yang biasanya secara vertikal diperoleh. Tanda-tanda infeksi pada bayi, yang umumnya muncul di dua sampai tiga minggu usia, termasuk vesikula kulit, demam, iritabilitas, kejang, hepatitis, pneumonitis, dan disseminated intravascular koagulopati. Bayi yang lahir dari ibu yang memiliki episode pertama infeksi HSV genital dekat saat kelahiran berada pada risiko jauh lebih besar daripada keturunan ibu dengan genital berulang herpes.4, 16 Meskipun kemajuan dalam diagnosis dan manajemen neonatal herpes, morbiditas dan kematian tetap high.
Human Immunodeficiency Virus Infection
Penyakit ulkus kelamin, termasuk yang disebabkan oleh HSV-2, adalah baik untuk mengenali faktor risiko penularan human immunodeficiency virus (HIV). Tinggi titers HIV ditemukan dalam ulcerations herpes genital, 20 dan plasma viral load HIV meningkat ketika infeksi HSV-2 diaktifkan terinfeksi HIV persons.21 Kemungkinan bahwa banyak infeksi HIV baru yang disebabkan HSV genital mendasari infection.
e. Strategi dan Bukti
Virus budaya secara luas tersedia dan hasil dalam isolasi virus dalam waktu kurang lebih lima hari. Kepekaan budaya, bagaimanapun, tergantung pada tahap episode (Gambar 2). Sekitar 95 persen dari lesi vesikuler akan tumbuh HSV, dibandingkan dengan 70 persen dari lesi ulseratif dan 30 persen dari lesi berkerak. Karena infeksi primer dikaitkan dengan viral load yang lebih besar dari penyakit yang berulang-ulang (lebih besar dari 106 vs virion virion 102-103 per 0,2 ml inokulum), imbal hasil dari budaya virus juga lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi primer dengan infeksi berulang. Antigen-metode pendeteksian secara komersial tersedia tetapi mungkin tidak akan berguna dalam membedakan HSV-1 dari HSV-2. PCR dapat digunakan untuk mengkonfirmasikan diagnosis dari infeksi HSV genital dan dapat berguna dalam diagnosis bila lesi sudah berkerak; namun, akan lebih mahal daripada virus budaya dan tidak rutin digunakan.
Dalam beberapa tahun terakhir, dua tipe antibodi spesifik assays22 telah menerima persetujuan dari Food and Drug Administration: yang HerpeSelect HSV-1 dan HSV-2 enzim-linked Immunosorbent pengujian dan HSV-1 dan HSV-2 immunoblot tes (Fokus Technologies) . Beberapa tes tambahan yang diakui harus mampu membedakan antara anti-HSV-1 dan anti-HSV-2 antibodi tersedia secara komersial, tetapi mereka memiliki tingkat tinggi reaktifitas silang yang membatasi kegunaannya dalam membedakan antara kedua jenis virus. 23 Jenis uji serologi khusus untuk HSV mungkin bermanfaat untuk diagnosis pada pasien dengan gejala penyakit kelamin yang telah penyembuhan luka (dalam budaya yang cenderung negatif) dan dapat juga digunakan dalam penyaringan (seperti yang dijelaskan di bawah).
f. Differential Diagnosis
Diagnosis diferensial labial terutama terdiri ulcerations genital herpes, sifilis primer, dan chancroid. Primer sifilis, yang disebabkan oleh Treponema pallidum, dicirikan oleh satu atau lebih menyakitkan, borok indurated terjadi pada tempat inokulasi. Chancroid ulcerations, yang disebabkan oleh Haemophilus ducreyi, biasanya menyakitkan, lembut, lesi nonindurated dicirikan oleh serpiginous perbatasan yang mengelilingi sebuah basis gembur tertutup abu-abu atau kuning, nekrotik, eksudat purulen. Yang menyakitkan, sepihak inguinalis adenitis hadir dalam setengah dari kasus. Noninfectious kondisi yang dapat meniru herpes genital termasuk penyakit Crohn, Behçet's syndrome, trauma, kontak dermatitis, eritema multiforme, sindrom Reiter, psoriasis, dan lumut Planus.
g. Perawatan
Analog nukleosida yang asiklis acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir tersedia untuk pengelolaan genital herpes.24 Semua efektif untuk pengobatan episode pertama genital herpes, 25,26,27 untuk perawatan episodik berulang herpes genital, 28,29 , 30,31,32 dan ketika diambil setiap hari untuk mencegah terulangnya klinis (penekanan terapi) .33,34,35,36 Informasi tentang dosis, keampuhan diantisipasi, dan keuntungan dan kerugian dari masing-masing agen antivirus
Jika terapi episodik digunakan, itu harus dimulai pada tanda pertama kambuh, termasuk selama periode prodromal jika ada yang diakui. Pasien harus dididik mengenai manifestasi herpes genital dan harus memiliki persediaan obat antivirus untuk digunakan sesuai kebutuhan. Asiklovir topikal tidak memberikan manfaat dalam pengobatan episodik genital herpes dan tidak dianjurkan.
Beberapa pengamatan mendukung penggunaan terapi bersifat menindas, daripada pengobatan episodik recurrences. Kebanyakan orang dengan episode pertama dari herpes genital beresiko sering rekuren selama beberapa years.9 terapi penekanan secara substansial mengurangi kemungkinan gejala kambuh, 33,34,35,36,37 serta frekuensi subklinis (tanpa gejala ) virus shedding12, 38,39,40 (Tabel 1), dan menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik untuk pasien dengan sering rekuren dibandingkan dengan terapi penekan episodik treatment.41 juga safe33, 34,35,36 dan mengurangi risiko transmisi HSV untuk tidak terinfeksi partners.42 Dalam penelitian terbaru, terapi penekanan dengan 500 mg valacyclovir sekali sehari selama delapan bulan menurunkan tingkat gejala infeksi HSV di seronegatif mitra sebanyak 75 persen dan mengurangi kemungkinan akuisisi genital HSV-2 infeksi ( simtomatik atau asimtomatik) dengan 48 percent.
h. Dampak psikologis Genital Herpes
Meskipun kemajuan dalam pemahaman kita genital herpes, banyak orang yang terinfeksi terus merasakan rasa malu dan rasa stigma.41 Bagi banyak pasien, efek psikologis jauh lebih parah daripada fisik disease.43 konsekuensi dari Shock, marah, rasa bersalah , rendah diri, takut menularkan infeksi kepada orang lain, dan gangguan fungsi seksual dan dapat mengganggu Common substansial dengan relationships.41 Dalam sebuah studi, lebih dari 80 persen orang dengan herpes genital sangat setuju bahwa hal itu akan menjadi "besar berat "dari pikiran mereka jika mereka tahu mereka tidak mungkin serangan lagi, dan lebih dari 70 persen sangat setuju bahwa ketakutan terbesar mereka adalah herpes menularkan kepada orang lain; sekitar 60 persen sangat setuju bahwa mereka" hancur "ketika pertama kali diberitahu tentang mereka diagnosis.41, 44 Dalam studi lain, sepertiga dari pasien dengan herpes genital melaporkan mengalami merasa tertekan atau sedih karena banyak dari tahun sebelumnya atau pada hampir setiap hari selama dua tahun atau lebih. Selain itu, nilai tertinggi untuk kesehatan mental dan fisik secara signifikan lebih rendah di antara pasien dengan herpes genital daripada dalam populasi di large.44 Sayangnya, banyak dokter tidak menghargai impor psikologis diagnosis dan dapat secara eksklusif memfokuskan pada pengobatan fisik symptoms.
i. Skrinning
Jenis pengujian serologi khusus untuk HSV telah menganjurkan untuk pemutaran pasien yang memiliki faktor risiko untuk HSV (seperti infeksi HIV, penyakit menular seksual lainnya, beberapa mitra, atau pasangan dengan riwayat infeksi HSV) tapi tidak ada sejarah kelamin lesions.23 herpes Rutin skrining pasien yang berada pada risiko rendah untuk penyakit tidak dianjurkan karena potensi hasil positif palsu. Areas of Ketidakpastian Mengurangi Resiko Penularan ke seronegatif.
Pendekatan yang optimal untuk mencegah penularan HSV untuk orang-orang yang tidak terinfeksi dalam prakteknya masih belum jelas. Penggunaan kondom adalah salah satu strategi efektif. Sebuah studi baru-baru ini monogami 528 pasangan yang sumbang untuk HSV-2 infeksi menemukan bahwa ketika kondom digunakan selama lebih dari 70 persen dari hubungan seksual antara HSV-2-orang positif dan HSV-2-wanita negatif, risiko penularan dikurangi oleh lebih dari 60 percent.45 Cara terbaik untuk mencapai lebih konsisten penggunaan kondom oleh pasangan tersebut, bagaimanapun, tetap yang akan ditentukan. Sebagaimana dibahas di atas, pendekatan yang lain adalah penggunaan antivirus terapi penekanan dalam pendekatan Baik seropositive partner.42 Namun, menghilangkan sama sekali risiko penularan.
j. Penularan Vertikal Mengurangi Infeksi HSV
Acak kecil beberapa penelitian menunjukkan bahwa penekanan terapi asiklovir selama empat minggu terakhir atau lebih dari kehamilan pada wanita dengan riwayat menurunkan herpes genital secara klinis jelas terjadinya penyakit HSV genital pada saat pengiriman, 46,47,48 dengan terkait penurunan tingkat bagian bedah caesar dilakukan karena genital HSV.46, 47 Namun, karena pelepasan virus masih terjadi (walaupun dengan pengurangan frekuensi), infeksi neonatal 48,49 masih mungkin. Diperlukan studi-studi tambahan tentang efektivitas terapi penekanan pada akhir kehamilan dan risiko yang terkait dengan hal itu, termasuk risiko neonatal neutropenia.18, 50,51 Saat ini ada data tidak memadai untuk membenarkan penggunaan rutin terapi penekanan pada wanita hamil yang telah telah genital herpes. Di samping itu, peran jenis pengujian serologi spesifik pada wanita hamil membutuhkan lebih lanjut study.52
HSV Vaksinasi
An HSV-2 glikoprotein-D-subunit vaksin baru-baru ini terbukti aman dan, pada wanita yang seronegatif untuk HSV-1 dan HSV-2 sebelum vaksinasi, cukup efektif dalam mencegah secara klinis jelas HSV-1 atau HSV-2 penyakit herpes genital (keampuhan, 75 persen) .53 Vaksin ini tidak efektif pada laki-laki, juga bukan efektif pada wanita dengan yang sudah ada anti-HSV-1 antibodi. Studi lebih lanjut vaksin ini pada wanita yang seronegatif untuk HSV-1 dan HSV-2 itu sedang dilakukan.
Infeksi HSV Resistant
HSV infeksi yang resisten terhadap asiklovir, valacyclovir, atau famciclovir jarang terjadi, dan ketika itu terjadi, mereka biasanya di immunocompromised orang. Acyclovir-resistant isolat biasanya tahan terhadap famciclovir juga namun biasanya rentan terhadap Foscarnet dan cidofovir.54 Sebagai agen antivirus terhadap HSV digunakan dengan meningkatnya frekuensi, pemantauan dijamin untuk kemungkinan munculnya resisten mengisolasi dari immunocompetent orang.
Panduan
Pada tahun 2002, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dirilis updated pedoman pengobatan untuk pengelolaan genital herpes (Tabel 1) .24 Pedoman ini juga alamat skrining serologi pada pasien yang berisiko tinggi untuk infeksi HSV, termasuk orang-orang dengan HIV infeksi, dan pertimbangan terapi penekan dalam pasien terinfeksi HIV yang seropositive untuk HSV. Pada tahun 1999, American College of Dokter kandungan dan ginekolog diperbaharui pedoman manajemen untuk genital herpes di Internasional pregnancy.55 Herpes Management Forum (www.ihmf.org) juga menyediakan pedoman manajemen, yang umumnya setuju dengan rekomendasi dari CDC.
Ringkasan dan Rekomendasi
Semua pasien dengan episode klinis pertama genital herpes, seperti pasien dalam skema, harus ditangani selama 7 sampai 10 hari dengan terapi sistemik antivirus (acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir). Terapi harus diperpanjang jika penyembuhan tidak lengkap setelah 10 hari therapy.24 Setelah perawatan ini, pasien harus dididik tentang manfaat potensial terapi penekan dan menawarkan perawatan ini. Konseling harus mencakup diskusi mengenai risiko sering rekuren selama beberapa tahun ke depan jika penekanan terapi tidak digunakan, serta manfaat dari terapi penekanan dalam mencegah penularan kepada mitra yang tidak terinfeksi. The choice of drug will depend on cost, convenience, and formulation.
Lesi harus berbudaya untuk HSV. Namun, pengobatan untuk penyakit yang diduga secara klinis tidak boleh ditunda sambil menunggu hasil budaya. Karena budaya HSV negatif palsu dapat terjadi pada pasien dengan infeksi berulang atau dengan penyembuhan luka, 4 jenis pengujian serologi khusus harus dilakukan pada saat episode awal, dan jika negatif, diulang tiga bulan later.23 Jenis-analisis serologis spesifik dapat juga bantuan dalam klasifikasi infeksi sebagai primer, nonprimary, atau berulang, dan dengan demikian dapat panduan konseling.
Mungkin masalah tentang perselingkuhan harus ditangani secara langsung. Pasien harus memahami bahwa banyak episode pertama dari gejala klinis herpes genital berulang infection7 benar-benar mewakili dan bahwa diagnosis baru herpes genital dalam anggota sebuah pasangan monogami tidak selalu berarti akuisisi baru-baru ini infeksi dari pasangan lain.
Jika terapi penekan dimulai, pasien harus diminta sekitar tahunan apakah mereka ingin melanjutkannya. Frekuensi rekuren genital berkurang dari waktu ke waktu untuk kedua pasien yang menerima terapi bersifat menindas dan mereka yang tidak, 10 dan obat liburan memungkinkan untuk penilaian ulang apakah penindasan masih diperlukan.
Semua orang dengan herpes genital harus dididik mengenai risiko penularan kepada mitra, bahkan ketika mereka tidak menunjukkan gejala. Pengujian serologi dan konseling mitra saat ini harus ditawarkan, jika terinfeksi HSV appropriate.23 pasien dengan mitra seronegatif harus menasihati untuk menahan diri dari hubungan seksual klinis selama rekuren, 14 dianjurkan untuk menggunakan kondom, 45 dan menawarkan antivirus penindasan untuk mengurangi risiko transmission.42 Namun, mereka juga harus mengerti bahwa risiko penularan tidak sepenuhnya dihilangkan bahkan dengan approaches.11 ini, 12,13,14,42,45
Didukung oleh kontrak (no1-AI-15113 dan no1-AI-62554, untuk Dr Kimberlin) dengan Virologi Cabang, Divisi Mikrobiologi dan Infectious Diseases dari National Institute of Allergy dan Infectious Diseases; hibah (RR-032) dari General Clinical Research Center Program dan Negara Bagian Alabama, dan hibah (NICHD 1 K24HDO1375-01, untuk Dr Rouse) dari National Institute of Child Health and Human Development.
(Lafferty WE, Downey L, Celum C, Wald A. Herpes simplex virus type 1 as a cause of genital herpes: impact on surveillance and prevention. J Infect Dis 2000;181:1454-1457)
5. Siphilis
1. Pengertian
Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Hal ini sering disebut "peniru besar" karena begitu banyak tanda-tanda dan gejala yang tidak bisa dibedakan dari penyakit lain.
2. Kejadian Syphilis
Di Amerika Serikat, para pejabat kesehatan melaporkan lebih dari 36.000 kasus sifilis pada 2006, termasuk 9.756 kasus primer dan sekunder (P & S) sifilis. Pada tahun 2006, setengah dari semua P & S kasus sifilis yang dilaporkan dari 20 kabupaten dan 2 kota; dan paling P & S kasus sifilis terjadi pada orang 20-39 tahun. Insiden P & S sifilis tertinggi pada wanita 20-24 tahun dan pada pria usia 35-39 tahun. Melaporkan kasus sifilis kongenital pada bayi baru lahir meningkat 2005-2006, dengan 339 kasus baru yang dilaporkan di tahun 2005 dibandingkan dengan 349 kasus pada tahun 2006.
Antara 2005 dan 2006, jumlah P & S melaporkan kasus sifilis meningkat 11,8 persen. P & S harga telah meningkat pada laki-laki setiap tahun antara tahun 2000 dan 2006 2,6-5,7 dan di antara perempuan antara 2004 dan 2006. Pada tahun 2006, 64% dari P & S melaporkan kasus sifilis di antara pria yang berhubungan seks dengan laki-laki (MSM).
3. Penularan Syphilis
Sifilis ditularkan dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan sakit sifilis. Luka terjadi terutama pada alat kelamin luar, vagina, anus, atau di dubur. Luka juga dapat terjadi di bibir dan dalam mulut. Transmisi organisme terjadi selama vagina, anal, ataupun oral. Wanita hamil dengan penyakit ini dapat menularkannya kepada bayi mereka bawa. Sifilis tidak dapat menyebar melalui kontak dengan toilet, pegangan pintu, kolam renang, bak air panas, bak mandi, pakaian bersama, atau peralatan makan.
4. Gejala Syphilis
Banyak orang terinfeksi sifilis tidak memiliki gejala apapun selama bertahun-tahun, namun masih beresiko untuk terlambat komplikasi jika mereka tidak diobati. Meskipun terjadi penularan dari orang-orang dengan luka yang berada di tahap primer atau sekunder, banyak dari luka yang tidak dikenal. Dengan demikian, penularan dapat terjadi dari orang-orang yang tidak menyadari infeksi mereka.
5. Tahapan syphilis
a. Tahap primer
Tahap utama sifilis biasanya ditandai dengan munculnya satu sakit (disebut chancre), tetapi mungkin ada beberapa luka. Waktu antara infeksi dengan sifilis dan awal gejala pertama berkisar 10-90 hari (rata-rata 21 hari). Yang chancre biasanya tegas, bulat, kecil, dan tidak sakit. Itu muncul di tempat sifilis memasuki tubuh. The chancre berlangsung 3-6 minggu, dan sembuh tanpa pengobatan. Namun, jika pengobatan yang tidak memadai diberikan, infeksi berkembang ke tahap kedua.
b. Tahap sekunder
Ruam kulit dan selaput lendir ciri lesi tahap kedua. Tahap ini biasanya dimulai dengan pengembangan ruam pada satu atau lebih area tubuh. Ruam biasanya tidak menyebabkan gatal. Ruam yang terkait dengan sifilis sekunder dapat muncul sebagai chancre adalah penyembuhan atau beberapa minggu setelah chancre sembuh. Ruam karakteristik sifilis sekunder dapat muncul sebagai kasar, merah, atau cokelat kemerahan bintik-bintik baik di telapak tangan dan telapak kaki. Namun, ruam dengan penampilan yang berbeda dapat terjadi pada bagian lain dari tubuh, kadang-kadang menyerupai ruam yang disebabkan oleh penyakit lain. Kadang-kadang ruam yang terkait dengan sifilis sekunder sangat samar bahwa mereka tidak menyadarinya. Selain ruam, gejala sifilis sekunder dapat berupa demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, tambal sulam rambut rontok, sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri otot, dan kelelahan. Tanda-tanda dan gejala sifilis sekunder akan menyelesaikan dengan atau tanpa pengobatan, tetapi tanpa pengobatan, infeksi akan masuk ke laten dan mungkin tahap akhir penyakit.
c. Tahap Laten
Yang laten (tersembunyi) tahap sifilis dimulai ketika gejala primer dan sekunder menghilang. Tanpa perawatan, orang yang terinfeksi akan terus memiliki sifilis meskipun tidak ada tanda-tanda atau gejala; infeksi tetap di dalam tubuh. Tahap laten ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Tahap akhir sifilis dapat berkembang dalam waktu sekitar 15% dari orang-orang yang belum dirawat karena sifilis, dan dapat muncul 10-20 tahun setelah infeksi pertama kali diperoleh. Pada akhir tahap sifilis, penyakit ini mungkin selanjutnya akan merusak organ-organ, termasuk otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi. Tanda dan gejala tahap akhir sifilis termasuk kesulitan koordinasi gerakan otot, kelumpuhan, mati rasa, bertahap kebutaan, dan demensia. Kerusakan ini mungkin cukup serius untuk menyebabkan kematian.
7. Diagnosa
Beberapa penyedia layanan kesehatan sifilis dapat mendiagnosis dengan memeriksa bahan dari chancre (infeksi radang) dengan menggunakan mikroskop khusus yang disebut mikroskop medan-gelap. Jika bakteri sifilis terdapat pada yang sakit, mereka akan muncul ketika diamati melalui mikroskop.
Tes darah adalah cara lain untuk menentukan apakah seseorang telah sifilis. Tak lama setelah infeksi terjadi, sifilis tubuh menghasilkan antibodi yang dapat dideteksi oleh yang akurat, aman, dan murah tes darah. Tingkat rendah antibodi kemungkinan akan tinggal di dalam darah selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun bahkan setelah penyakit telah berhasil diobati. Karena sifilis yang tidak diobati pada wanita hamil dapat menularkan dan mungkin membunuhnya bayi yang sedang berkembang, setiap ibu hamil harus memiliki tes darah untuk sifilis.
8. keterkaitan antara sifilis dan HIV
Genital sores (chancres) yang disebabkan oleh sifilis membuatnya lebih mudah untuk mengirim dan memperoleh infeksi HIV secara seksual. Ada sekitar 2 - hingga 5 kali lipat peningkatan risiko tertular HIV jika terkena infeksi saat sifilis yang hadir.
Ulcerative PMS yang menyebabkan luka, borok, atau istirahat di kulit atau selaput lendir, seperti sifilis, mengganggu hambatan yang memberikan perlindungan terhadap infeksi. Borok genital yang disebabkan oleh sifilis dapat berdarah dengan mudah, dan ketika mereka datang ke dalam kontak dengan mukosa oral dan dubur selama seks, meningkatkan menular dan kerentanan terhadap HIV. Memiliki PMS lainnya juga merupakan prediksi penting untuk menjadi terinfeksi HIV karena PMS adalah penanda untuk perilaku yang terkait dengan penularan HIV.
9. Pengobatan
Sifilis mudah untuk menyembuhkan dalam tahap awal. Suntikan tunggal penisilin, antibiotik, akan menyembuhkan orang yang telah sifilis kurang dari satu tahun. Dosis tambahan diperlukan untuk memperlakukan seseorang yang mempunyai sifilis selama lebih dari setahun. Bagi orang-orang yang alergi terhadap penisilin, antibiotik lain yang tersedia untuk merawat sifilis. Tidak ada pengobatan rumah atau over-the-counter obat yang akan menyembuhkan sifilis. Pengobatan sifilis akan membunuh bakteri dan mencegah kerusakan lebih lanjut, tetapi itu tidak akan memperbaiki kerusakan yang sudah dilakukan.
Karena tersedia pengobatan yang efektif, adalah penting bahwa orang-orang akan diperiksa untuk sifilis pada dasar sedang berlangsung jika perilaku seksual mereka menempatkan mereka pada risiko PMS.
Orang yang menerima pengobatan sifilis harus menjauhkan diri dari kontak seksual dengan mitra baru sampai luka sifilis benar-benar sembuh. Orang dengan sifilis harus memberitahukan pasangan seks mereka sehingga mereka juga dapat diuji dan menerima perawatan jika perlu.
10. Prognosa
Setelah sifilis sekali tidak melindungi seseorang dari mendapatkan itu lagi. Setelah suksesnya pengobatan, orang-orang masih dapat rentan terhadap infeksi ulang. Hanya tes laboratorium yang dapat memastikan apakah seseorang telah sifilis. Karena luka sifilis dapat disembunyikan di dalam vagina, rektum, atau mulut, hal itu mungkin tidak jelas bahwa pasangan seks sifilis. Berbicara dengan penyedia layanan kesehatan akan membantu untuk menentukan perlu diuji kembali untuk sifilis setelah dirawat.
11. Pencegahan
Cara terbaik untuk menghindari penularan penyakit menular seksual, termasuk sifilis, adalah untuk menghindari kontak seksual atau menjadi dalam jangka panjang hubungan saling monogami dengan pasangan yang telah diuji dan diketahui tidak terinfeksi.
Menghindari alkohol dan penggunaan narkoba juga dapat membantu mencegah penularan sifilis karena kegiatan ini dapat mengarah pada perilaku seksual berisiko. Penting bahwa pasangan seks berbicara satu sama lain mengenai status HIV mereka dan sejarah PMS lainnya sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.
Penyakit ulkus kelamin, seperti sifilis, dapat terjadi di kedua alat kelamin laki-laki dan perempuan daerah yang ditutupi atau dilindungi oleh kondom lateks, dan juga di daerah-daerah yang tidak tercakup. Benar dan konsisten menggunakan kondom lateks dapat mengurangi risiko sifilis, serta genital herpes dan chancroid, hanya jika area yang terinfeksi atau situs pemaparan potensial dilindungi.
Kondom dilumasi dengan spermisida (terutama Nonoxynol-9 atau N-9) tidak lebih efektif daripada kondom dilumasi lain dalam melindungi terhadap penularan PMS. Penggunaan kondom dilumasi dengan N-9 tidak dianjurkan untuk STD / pencegahan HIV. Penularan PMS, termasuk sifilis tidak dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin, kencing, dan / atau douching setelah melakukan seks. Discharge yang tidak biasa, sakit, atau ruam, khususnya di daerah pangkal paha, seharusnya menjadi sinyal untuk menahan diri dari berhubungan seks dan ke dokter segera.
(http://www.cdc.gov/std/Syphilis/STDFact-Syphilis.htm).
6. Genital Warts (Human Papillomavirus/ HPV)
a. Pengertian
Genital warts adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV).
b. Prevalensi
1. Ada sedikitnya 100 jenis HPV; setidaknya 40 dapat menginfeksi daerah genital.
2. Setidaknya 75% dari orang dewasa aktif secara seksual telah terinfeksi setidaknya satu jenis HPV genital pada suatu saat dalam kehidupan mereka.
3. Kebanyakan terlihat tidak mengembangkan warts; infeksi mungkin muncul pada leher rahim smear. Ini dikenal sebagai infeksi subklinis.
4. Visible genital warts sering mudah untuk mendiagnosis dengan penampilan khas mereka. Mereka biasanya disebabkan Jenis HPV 6 dan 11.
5. Beberapa genital warts sering disebut papiloma sel skuamosa.
c. Organ yang terkena Genital Warts
1. Vulva
2. Vagina
3. Leher rahim
4. Uretra
5. Penis
6. Skrotum
7. Anus
d. Transmisi HPV
Visible genital warts dan infeksi HPV subklinis hampir selalu muncul dari kulit langsung melalui:
1. Seksual kontak. Ini adalah cara yang paling umum di antara orang dewasa.
2. Oral seks. HPV tampaknya lebih suka daerah genital tetapi ke mulut.
3. Vertikal (ibu ke bayi) transmisi.
4. Auto (diri) inokulasi dari satu situs ke situs lainnya.
5. Fomites (i.e. dari objek seperti mandi handuk). Ini masih sangat kontroversial apakah kutil bisa menyebar dengan cara ini.
6. Infeksi neonatal mungkin muncul dengan melewati jalan lahir yang terinfeksi. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi langka, seperti kutil laringeus papillomatosis yaitu di tenggorokan. Karena komplikasi ini tidak mungkin, suatu operasi caesar jarang ditunjukkan hanya karena seorang wanita hamil genital warts.
7. Pada anak-anak kecil, genital warts meningkatkan kemungkinan pelecehan seksual tapi dalam banyak kasus itu karena penularan vertikal (lihat di atas).
8. Transmisi sebagai genital warts tanpa diketahui. Infeksi subklinis juga dapat menular.
9. Sering kali, kutil akan muncul tiga sampai enam bulan setelah terinfeksi tetapi periode latensi berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun telah dilaporkan. Mengembangkan genital warts selama hubungan jangka panjang tidak selalu menyiratkan perselingkuhan.
10. Visible warts mungkin lebih menular daripada subklinis infeksi HPV. Mengobati kutil tampaknya mengurangi kesempatan yang lewat di infeksi. Kita tidak tahu apakah sistem kekebalan tubuh benar-benar membersihkan virus dari tubuh, atau apakah virus tersembunyi tetapi tetap tidak terdeteksi, mampu muncul kembali tahun kemudian jika sistem kekebalan tubuh melemah. Akibatnya, tidak jelas berapa lama seseorang tetap menular.
11. Risiko penularan HPV sangat rendah jika tidak ada kutil kambuh setahun setelah pengobatan berhasil.
e. Pencegahan
1. Kondom memberikan penghalang fisik dan mengurangi risiko menyampaikan HPV.
2. Gunakan kondom untuk melindungi terhadap penyakit menular seksual lainnya, khususnya dengan mitra seksual yang baru. Untuk pasangan dalam jangka panjang hubungan monogami, nilai kondom lebih diperdebatkan.
f. Perawatan
Tujuan utama pengobatan adalah untuk menghilangkan kutil yang menyebabkan gejala fisik atau psikologis seperti:
1. Pain
2. Pendarahan
3. Itch
4. Malu
5. Sebuah pengingat STD
Jika tidak diobati, kutil dapat mengatasi, tetap tidak berubah, atau peningkatan ukuran atau nomor.
Kebanyakan orang memiliki sejumlah kecil kutil yang jelas dengan pengobatan tapi tidak ada satu perawatan sangat ideal untuk semua orang.
g. Pengobatan
Untuk menjadi sukses, Anda harus mengidentifikasi dan mencapai kutil, dan ikuti petunjuk aplikasi dengan hati-hati.
1. Podophyllotoxin solusi (Condyline ™, Wartec ™) menghancurkan sel-sel kulit yang terkena sehingga kutil menyusut atau menghilang. Solusi Podophyllotoxin dimurnikan mengandung podophyllin dalam bentuk yang lebih standar. Hal ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan internal atau untuk kutil luas (lebih dari 10 sentimeter persegi). Tidak boleh digunakan selama kehamilan.
2. Imiquimod krim (Aldara) meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi. Kutil tampak kurang kemungkinan akan berulang dibandingkan dengan perawatan lainnya. Imiquimod lebih efektif bagi perempuan daripada laki-laki, mungkin karena perbedaan dalam kulit kelamin. Hal itu dapat menyebabkan pembakaran dan bahkan ulserasi saat membersihkan hingga kutil. Meskipun menjengkelkan, perawatan biasanya dapat dilanjutkan. Imiquimod saat ini tidak dianjurkan selama kehamilan.
Pengobatan di klinik
1. Cryotherapy dengan nitrogen cair yang efektif baik untuk kutil kering dan basah dan dapat digunakan untuk kutil internal dan eksternal. Ini mungkin merupakan pengobatan terbaik selama kehamilan. Hal ini cukup menyakitkan dan terik kadang-kadang terjadi. Mengobati kutil besar atau dalam jumlah besar kutil pada satu waktu juga dapat berantakan dan tidak menyenangkan.
2. Podophyllin damar 10% -25% suspensi dalam tingtur benzoin berisi sejumlah agen, termasuk podophyllotoxin. Persiapan sangat bervariasi dalam konsentrasi komponen aktif dan kontaminan, rak kehidupan dan stabilitas podophyllin resin tidak diketahui, dan baik persiapan standar tidak tersedia. Akibatnya, tidak lagi sering digunakan di Selandia Baru. Podophyllin tidak disarankan untuk digunakan pada bidang kutil lebih dari 10 sentimeter persegi, karena dapat menjadi racun. Ini tidak boleh digunakan pada wanita hamil.
3. Trikloroasetat acid (TCA) solusi adalah agen kaustik. Harus diterapkan secara hati-hati dan hati-hati atau mungkin "menjalankan", merusak jaringan normal. Hal ini tidak umum digunakan untuk mengobati kutil di Selandia Baru.
4. Elektrokauter atau diatermi fisik menghancurkan kutil dengan membakar mereka. Local or general anaesthesia can be used.
5. Kuret dan gunting atau pisau bedah excisions langsung menghapus kutil. Menjahit jarang diperlukan. Beberapa kemungkinan sakit. Infeksi bakteri sekunder adalah komplikasi sesekali.
6. Laser ablasi kadang-kadang dianjurkan untuk infeksi yang luas, atau sulit-untuk-mencapai daerah-daerah seperti leher rahim, tetapi tidak tersedia secara luas di Selandia Baru.
7. 5% fluorourasil krim krim (Efudix) sekarang ini hanya seorang spesialis pengobatan di Selandia Baru. Ini adalah yakni agen sitotoksik menghancurkan sel abnormal. Ini dapat mengakibatkan erosi sangat menyakitkan sehingga tidak dianjurkan untuk perawatan rutin kutil dan tidak boleh digunakan pada kehamilan.
8. Pengembangan vaksin adalah wilayah penelitian aktif, dan beberapa pendekatan yang berbeda sedang diuji pada model binatang, termasuk "terapeutik" vaksin yang mungkin bisa membantu mereka yang sudah terinfeksi.
Terapi lain
1. Interferon adalah agen antivirus yang efektif jika disuntikkan ke genital warts. Efek samping yang umum e.g. sebuah penyakit mirip flu dan nyeri di tempat suntikan. Suntikan interferon umumnya hanya digunakan untuk mereka yang tidak merespon pengobatan lain dan saat ini tidak berlisensi di NZ. Sistemik dan topical interferon belum ditemukan untuk membantu untuk genital warts.
2. 5-fluorouracil/epinephrine-gel menanamkan berisi obat yang sama seperti dalam 5% fluorourasil krim, bersama dengan agen dan vasoconstricting stabilisasi gel. Campuran disuntikkan ke dalam kulit kelamin, dekat kutil. Ini dapat mengakibatkan erosi sangat menyakitkan sehingga tidak dianjurkan untuk perawatan rutin kutil dan tidak boleh digunakan pada kehamilan. Saat ini tidak berlisensi di NZ.
3. Cidofovir adalah obat antivirus yang baru dikembangkan yang sedang diselidiki untuk pengobatan genital warts.
h. Prognosa
1. Jenis HPV yang menyebabkan kutil terlihat eksternal (Tipe HPV 6 dan 11) jarang menyebabkan kanker.
2. HPV tipe lain (paling sering Tipe 16, 18, 31, 33 dan 35) kurang umum dalam terlihat kutil tetapi sangat terkait dengan penis dan vulva intra-epithelial neoplasia (pra-perubahan kanker) dan squamous cell carcinoma (SCC) dari terutama daerah genital dan kanker serviks invasif jarang kanker vulva.
3. Namun, hanya persentase yang sangat kecil dari mereka yang terinfeksi akan mengembangkan kanker kelamin. Hal ini karena infeksi HPV hanya salah satu faktor dalam proses merokok dan sistem kekebalan tubuh juga penting.
1. pedoman, mendeteksi dini kelainan leher rahim, yang kemudian dapat diobati. Jika kelainan ini diabaikan selama waktu yang panjang, mereka dapat berkembang menjadi kanker.
2. Jika kulit bermasalah dan atau terus-menerus, klien disarankan untuk mencari saran dari dokter umum, dokter kulit atau dokter kesehatan seksual.
(http://www.dermnet.org.nz/viral/genital-warts.html).
7, Hepatitis
a. Pengertian
Virus hepatitis adalah suatu infeksi yang mempengaruhi hati.
b. Jenis Hepatitis
Setidaknya ada enam jenis hepatitis (AG), dengan tiga jenis yang paling umum hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C. Hepatitis A adalah infeksi akut dan orang-orang biasanya meningkatkan tanpa pengobatan. Hepatitis B dan hepatitis C dapat menyebabkan kronis, infeksi berkepanjangan, yang dapat menyebabkan penyakit hati kronis.
1.) Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh hepatitis A virus (HAV). Virus ditemukan pada tinja (feses) dari orang yang terinfeksi HAV. Hepatitis A dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dengan menempatkan sesuatu di dalam mulut (meskipun hal itu mungkin tampak bersih) yang telah terkontaminasi dengan kotoran dari seseorang dengan hepatitis A. Ini dapat terjadi bila orang tidak mencuci tangan mereka setelah menggunakan toilet dan kemudian menyentuh atau menyiapkan makanan orang lain
Hepatitis A (HAV) adalah penyakit yang sangat menular yang menyerang hati. Ini adalah
jenis yang paling umum hepatitis yang dilaporkan di Amerika Serikat. Hepatitis A disebarkan oleh tinja-oral rute oleh:
1. menempatkan sesuatu di dalam mulut, meskipun mungkin tampak bersih, yang telah terkontaminasi dengan kotoran dari seseorang dengan hepatitis A through close person-to-person contact
2. atau dengan makan atau minum makanan atau air yang terkontaminasi.
Gejala termasuk:
1. Demam
2. penyakit kuning
3. kelelahan
4. hilangnya nafsu makan
5. Mual
6. abdomen ketidaknyamanan dan
7. gelap urin.
Tidak ada pengobatan khusus untuk HAV dan paling sembuh tanpa komplikasi. Setelah Anda mendapatkan hepatitis A Anda tidak dapat terinfeksi ulang; Anda terlindungi seumur hidup. Untungnya, ada vaksin yang efektif untuk melindungi terhadap hepatitis A.
2.) Hepatitis B
Hepatitis B yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini ditemukan dalam darah dan cairan tubuh tertentu. Hepatitis B adalah menyebar ketika seseorang yang tidak kebal terjadi kontak dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Hepatitis B ditularkan melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi tanpa kondom, berbagi jarum atau "bekerja" ketika "menembak" obat-obatan, atau benda tajam needlesticks eksposur dalam pengaturan perawatan kesehatan, atau dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama kelahiran vagina. Pajanan terhadap darah dalam situasi APAPUN bisa menjadi risiko penularan.
Hepatitis B adalah yang paling umum infeksi hati yang parah di dunia. Hal ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang 100 kali lebih menular daripada virus AIDS. HBV yang paling efisien ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Hal ini dapat terjadi melalui darah langsung ke kontak darah, seks, penggunaan narkoba, dan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang baru lahir selama persalinan. HBV menyebar karena banyak orang tidak menyadari mereka terinfeksi dengan virus dan tanpa sadar menularkannya kepada orang-orang yang kontak dekat dengan mereka.
Kebanyakan orang mampu melawan suatu infeksi HBV dan menghilangkan virus dari darah mereka. Namun, 5-10% dari orang dewasa, 30-50% anak-anak, dan 90% bayi akan mengembangkan infeksi kronis yang dapat menyebabkan kegagalan hati, sirosis (jaringan parut) atau kanker hati. Sekitar 400 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HBV kronis, termasuk sekitar 1,25 juta di Amerika Serikat. Antara 5.000 dan 6.000 orang Amerika mati hepatitis B-hati terkait komplikasi termasuk sirosis dan kanker hati setiap tahun.
Untungnya, ada vaksin yang aman dan efektif untuk melindungi terhadap infeksi hepatitis B. Dianjurkan agar semua bayi, anak-anak dan remaja hingga usia 18 tahun menerima vaksin hepatitis B. Vaksin ini juga dianjurkan bagi orang dewasa yang mungkin berisiko tinggi untuk infeksi.
3.) Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus ini ditemukan dalam darah dan cairan tubuh tertentu. Hal ini menyebar ketika seseorang yang tidak kebal terjadi kontak dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Hepatitis C menular melalui penggunaan jarum suntik bersama atau "bekerja" ketika "menembak" obat-obatan, melalui eksposur Jarum atau benda tajam dalam pengaturan perawatan kesehatan, atau kadang-kadang dari ibu yang terinfeksi kepada bayi selama kelahiran vagina. Adalah mungkin untuk mendapatkan hepatitis C dari seks, tetapi jarang terjadi.
Virus hepatitis C (HCV) menyebabkan penyakit hati dan ditemukan dalam darah orang yang terinfeksi. HCV menular melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi.
Hepatitis C menginfeksi sekitar 25.000 orang setiap tahun dengan infeksi kronis yang paling berkembang. Namun, banyak dari mereka dengan hepatitis C kronis bahkan tidak tahu mereka terinfeksi. Orang-orang dengan infeksi kronis pada risiko mengalami penyakit hati kronis seperti sirosis dan kanker hati. Individu yang menyuntikkan obat berada pada risiko tinggi infeksi bahkan jika mereka menyuntikkan hanya sekali bertahun-tahun yang lalu.
Tidak seperti hepatitis A dan hepatitis B tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis C. Selama bertahun-tahun, pengobatan untuk hepatitis C yang telah menjadi lebih efektif. Namun, pengobatan bukan untuk semua orang dan seorang spesialis harus berkonsultasi ketika menentukan apakah seseorang harus segera diobati. Virus hepatitis C (HCV) menyebabkan penyakit hati dan ditemukan dalam darah orang yang terinfeksi. HCV menular melalui kontak dengan darah orang yang terinfeksi.
Hepatitis C menginfeksi sekitar 25.000 orang setiap tahun dengan infeksi kronis yang paling berkembang. Namun, banyak dari mereka dengan hepatitis C kronis bahkan tidak tahu mereka terinfeksi. Orang-orang dengan infeksi kronis pada risiko mengalami penyakit hati kronis seperti sirosis dan kanker hati. Individu yang menyuntikkan obat berada pada risiko tinggi infeksi bahkan jika mereka menyuntikkan hanya sekali bertahun-tahun yang lalu.
Tidak seperti hepatitis A dan hepatitis B tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis C. Selama bertahun-tahun, pengobatan untuk hepatitis C yang telah menjadi lebih efektif. Namun, pengobatan bukan untuk semua orang dan seorang spesialis harus berkonsultasi ketika menentukan apakah seseorang harus segera diobati.
(http://www.health.state.ny.us/diseases/communicable/hepatitis/)
8. HIV/ AIDS
Human immunodeficiency virus (HIV) adalah Lentivirus (seorang anggota keluarga retrovirus) yang menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS), suatu kondisi manusia di mana sistem kekebalan tubuh mulai gagal, terkemuka mengancam hidup infeksi oportunistik. Infeksi HIV terjadi melalui transfer darah, air mani, cairan vagina, pra-ejakulasi, atau ASI. Dalam cairan tubuh ini, HIV ada karena keduanya bebas partikel virus dan terinfeksi virus dalam sel-sel kekebalan. Keempat rute utama penularan adalah seks yang tidak aman, jarum yang terkontaminasi, air susu ibu, dan penularan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya pada saat kelahiran (Vertical transmisi). Skrining produk darah untuk HIV telah dihilangkan sebagian besar penularan melalui transfusi darah atau produk darah yang terinfeksi di negara maju.
Infeksi HIV pada manusia dianggap sebagai pandemi oleh WHO. Dari tahun 1981 hingga 2006, AIDS menewaskan lebih dari 25 juta orang. [1] HIV menginfeksi sekitar 0,6% dari populasi dunia. [1] Pada tahun 2005 saja, AIDS diklaim sekitar 2.4-3.3 juta jiwa, dimana lebih dari 570.000 adalah anak-anak . Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kemiskinan. [2] Menurut perkiraan saat ini, HIV diatur untuk menulari 90 juta orang di Afrika, menghasilkan estimasi minimal 18 juta anak yatim. [ 3] Perawatan antiretroviral mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas infeksi HIV, tetapi akses rutin pengobatan antiretroviral tidak tersedia di semua negara. [4]
Terutama HIV menginfeksi sel-sel penting dalam sistem kekebalan manusia seperti sel T penolong (CD4 terutama sel), makrofag, dan sel dendritik. Infeksi HIV menyebabkan rendahnya tingkat sel T CD4 + melalui tiga mekanisme utama: pertama, virus langsung membunuh sel yang terinfeksi; Kedua, peningkatan tingkat apoptosis dalam sel yang terinfeksi, dan ketiga, yang terinfeksi membunuh sel T CD4 + oleh limfosit sitotoksik CD8 yang mengenali terinfeksi sel. Bila CD4 penurunan jumlah sel di bawah tingkat kritis, imunitas diperantarai sel hilang, dan tubuh menjadi semakin lebih rentan terhadap infeksi oportunistik.
Akhirnya sebagian besar yang terinfeksi HIV berkembang menjadi AIDS. Orang-orang ini kebanyakan mati dari infeksi oportunistik atau keganasan progresif yang terkait dengan kegagalan sistem kekebalan tubuh. [5] Tanpa pengobatan, sekitar 9 dari setiap 10 orang dengan HIV akan berkembang menjadi AIDS setelah 10-15 tahun. Banyak kemajuan yang lebih cepat. [6] Pengobatan dengan anti-retroviral meningkatkan harapan hidup orang yang terinfeksi HIV. Bahkan setelah HIV telah berkembang untuk didiagnosis AIDS, rata-rata waktu bertahan dengan terapi antiretroviral (2005) diperkirakan lebih dari 5 tahun. [7] Tanpa terapi antiretroviral, kematian biasanya terjadi dalam waktu satu tahun. [8]
Klasifikasi
HIV adalah anggota dari genus Lentivirus, [9] bagian dari keluarga Retroviridae. [10] Lentiviruses memiliki banyak kesamaan sifat morfologi dan biologi. Banyak spesies yang terinfeksi oleh lentiviruses, yang bertanggung jawab khas untuk penyakit durasi panjang dengan masa inkubasi yang panjang. [11] Lentiviruses ditransmisikan sebagai beruntai tunggal, positif-rasa, menyelimuti RNA virus. Setelah masuknya target sel, genom RNA virus akan dikonversi ke DNA beruntai ganda oleh dikodekan virally reverse transcriptase yang terdapat dalam partikel virus. DNA virus ini kemudian diintegrasikan ke dalam DNA sel oleh disandikan virally integrase, bersama dengan co-host seluler faktor, [12] sehingga genom dapat ditranskripsi. Setelah virus telah terinfeksi sel, dua jalur yang mungkin: salah satu virus menjadi laten dan sel yang terinfeksi terus fungsi, atau virus akan menjadi aktif dan bereplikasi, dan sejumlah besar partikel virus dibebaskan yang kemudian dapat menginfeksi sel-sel lain.
Ada dua jenis HIV diketahui ada: HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 adalah virus yang pada awalnya ditemukan dan disebut LAV. Hal ini lebih mematikan, relatif mudah menular, dan merupakan penyebab sebagian besar infeksi HIV secara global. HIV-2 kurang ditularkan dan terbatas pada sebagian besar Afrika Barat. [13]
Tanda dan gejala
Infeksi HIV-1 adalah berkaitan dengan penurunan progresif CD4 + T sel dan peningkatan viral load. Tahap infeksi dapat ditentukan dengan mengukur pasien CD4 jumlah sel, dan tingkat HIV dalam darah.
Infeksi HIV pada dasarnya empat tahap: periode inkubasi, infeksi akut, latency panggung dan AIDS. Inkubasi awal pada infeksi asimtomatik dan biasanya berlangsung antara dua dan empat minggu. Tahap kedua, infeksi akut, yang berlangsung rata-rata 28 hari dan dapat termasuk gejala seperti demam, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), faringitis (sakit tenggorokan), ruam, myalgia (nyeri otot), malaise, dan mulut dan kerongkongan luka . Tahap latency, yang terjadi ketiga, sedikit atau tidak menunjukkan gejala dan dapat berlangsung dari dua minggu sampai dua puluh tahun dan seterusnya. AIDS, keempat dan tahap akhir infeksi HIV menunjukkan sebagai gejala dari berbagai infeksi oportunistik.
Sebuah studi terhadap pasien di rumah sakit Perancis menemukan bahwa sekitar 0,5% dari yang terinfeksi HIV-1 individu mempertahankan tingkat tinggi CD4 T-Sel dan yang rendah atau viral load tidak terdeteksi secara klinis tanpa pengobatan anti-retroviral. -Orang ini digolongkan sebagai HIV controller atau nonprogressors jangka panjang. [14]
Infeksi HIV akut
Awal infeksi HIV umumnya terjadi setelah transfer cairan tubuh dari orang yang terinfeksi ke orang yang tidak terinfeksi. Tahap pertama infeksi, utama, atau infeksi akut, adalah periode replikasi virus cepat yang langsung mengikuti paparan individu yang mengarah ke HIV kelimpahan virus dalam darah perifer dengan tingkat HIV biasanya mendekati beberapa juta virus per mL. [15] Respons ini disertai dengan ditandai penurunan jumlah beredar sel CD4. Viremia akut ini dikaitkan dalam hampir semua pasien dengan aktivasi sel T CD8, yang membunuh sel yang terinfeksi HIV, dan kemudian dengan produksi antibodi, atau serokonversi. The CD8 + T sel respon dianggap penting dalam mengendalikan tingkat virus, yang puncaknya dan kemudian menurun, sebagai CD4 jumlah sel rebound ke sekitar 800 sel per μL (nilai darah normal adalah 1200 sel per μL). CD8 yang baik respons sel T telah dikaitkan dengan lebih lambat perkembangan penyakit dan prognosis yang lebih baik, meskipun tidak menghilangkan virus. [16] Selama periode ini (biasanya 2-4 minggu pasca-paparan) kebanyakan orang (80 hingga 90%) mengembangkan influenza atau mononukleosis-seperti yang disebut penyakit infeksi HIV akut, gejala yang paling umum yang mungkin berupa demam, limfadenopati, faringitis, ruam, myalgia, malaise, mulut dan esophagal luka, dan mungkin juga termasuk, tapi kurang umum, sakit kepala, mual dan muntah-muntah, pembesaran hati / limpa, penurunan berat badan, sariawan, dan gejala-gejala neurologis. Individu yang terinfeksi bisa mengalami semua, beberapa, atau tak satu pun dari gejala-gejala ini. Lamanya gejala bervariasi, rata-rata 28 hari dan biasanya berlangsung paling tidak seminggu. [17] Karena sifat spesifik gejala-gejala ini, mereka sering tidak diakui sebagai tanda-tanda infeksi HIV. Bahkan jika pasien pergi ke dokter atau rumah sakit, mereka akan sering misdiagnosed sebagai memiliki salah satu yang lebih umum penyakit menular dengan gejala yang sama. Akibatnya, gejala utama ini tidak digunakan untuk mendiagnosis infeksi HIV karena mereka tidak berkembang dalam semua kasus dan karena banyak yang disebabkan oleh penyakit lain yang lebih umum. Namun, mengenali sindrom dapat penting karena pasien jauh lebih menular selama periode ini. [18]
Tahap latency
Pertahanan kekebalan yang kuat mengurangi jumlah partikel virus di dalam aliran darah, menandai awal infeksi laten klinis tahap. Latensi klinis dapat bervariasi antara dua minggu dan 20 tahun. Selama fase awal infeksi, HIV aktif dalam organ limfoid, di mana sejumlah besar virus terperangkap pada sel-sel dendritik folikular (FDC) jaringan. [19] jaringan di sekitarnya yang kaya dalam sel CD4 juga bisa menjadi terinfeksi, dan partikel virus terakumulasi baik dalam sel yang terinfeksi dan virus gratis. Individu yang berada dalam fase ini masih menular. Selama waktu ini, CD45RO + CD4 + sel T membawa sebagian besar beban proviral. [20]
AIDS
Artikel utama: AIDS
Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini, lihat Diagnosis AIDS, AIDS dan WHO Gejala Penyakit Sistem Stadium Infeksi HIV dan Penyakit
Bila CD4 penurunan jumlah sel di bawah tingkat kritis dari 200 sel per μL, imunitas diperantarai sel hilang, dan infeksi dengan berbagai mikroba oportunistik muncul. Gejala pertama biasanya termasuk moderat dan tidak dapat dijelaskan penurunan berat badan, infeksi saluran pernapasan berulang (seperti sinusitis, bronkitis, otitis media, faringitis), prostatitis, ruam kulit, dan lisan ulcerations. Common infeksi oportunistik dan tumor, yang sebagian besar biasanya dikendalikan oleh CD4 kuat Kekebalan sel kemudian mulai untuk mempengaruhi pasien. Biasanya, perlawanan yang hilang sejak awal spesies Candida lisan dan untuk Mycobacterium tuberculosis, yang menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap oral kandidiasis (thrush) dan TBC. Kemudian, pengaktifan kembali laten virus herpes memburuk dapat menyebabkan herpes simpleks rekuren letusan, herpes zoster, virus Epstein-Barr-induced B-sel limfoma, atau sarkoma Kaposi. Radang paru-paru yang disebabkan oleh jamur Pneumocystis jirovecii adalah umum dan seringkali berakibat fatal. Pada tahap akhir AIDS, infeksi sitomegalovirus (virus herpes yang lain) atau Mycobacterium avium complex lebih menonjol. Tidak semua pasien dengan AIDS mendapatkan semua infeksi atau tumor, dan ada tumor dan infeksi lain yang kurang menonjol tapi masih signifikan.
Patofisiologi
Transmisi
hree rute transmisi utama HIV telah diidentifikasi. HIV-2 ditransmisikan lebih jarang oleh ibu-ke-anak dan rute seksual dari HIV-1.
Seksual
Mayoritas infeksi HIV diperoleh melalui hubungan seksual tanpa perlindungan. Penularan seksual dapat terjadi bila sekresi terinfeksi seksual dari salah satu pasangan datang ke dalam kontak dengan kelamin, lisan, atau selaput lendir dubur lain. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, risiko perempuan-untuk-transmisi laki-laki adalah 0,04% per bertindak dan laki-laki-untuk-perempuan transmisi 0,08% per bertindak. Karena berbagai alasan, angka ini adalah 4 sampai 10 kali lebih tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah. [29] Bugchasing dan giftgiving adalah mengejar aktif untuk kontrak dan menularkan HIV, masing-masing.
Yang benar dan konsisten menggunakan kondom lateks mengurangi risiko penularan HIV seksual oleh sekitar 85%. [30] Namun, spermisida dapat benar-benar meningkatkan tingkat transmisi. [31] [32] [33]
Sebuah meta-analisis dari 27 pengamatan studi yang dilakukan sebelum tahun 1999 di sub-Sahara Afrika menunjukkan bahwa sunat laki-laki mengurangi risiko infeksi HIV. [34] Namun demikian, kajian berikutnya menunjukkan bahwa korelasi antara sunat dan HIV dalam studi pengamatan ini mungkin memiliki disebabkan oleh faktor-faktor perancu. [35] Di samping itu, keprihatinan yang diajukan mengenai potensi penyebaran HIV dengan pisau selama unsterilized ritual sunat. [36] Kemudian persidangan, di mana orang-orang tak bersunat secara acak disunat secara medis dalam kondisi steril dan diberikan konseling dan orang lain tidak disunat, telah dilakukan di Afrika Selatan, [37] Kenya, [38] dan Uganda [39] menunjukkan penurunan penularan HIV bagi jenis kelamin heteroseksual 60%, 53%, dan 51% masing-masing. Akibatnya, sebuah panel ahli diselenggarakan oleh WHO dan UNAIDS Sekretariat telah "merekomendasikan bahwa sunat laki-laki sekarang harus diakui sebagai suatu intervensi penting tambahan untuk mengurangi risiko infeksi tertular HIV secara heteroseksual pada laki-laki." [40]
Darah atau produk darah
Secara umum, jika darah yang terinfeksi masuk ke dalam kontak dengan luka terbuka, HIV dapat ditularkan. Rute transmisi ini dapat menjelaskan infeksi pada pengguna narkoba suntikan, hemophiliacs, dan penerima transfusi darah (meskipun sebagian besar transfusi diperiksa untuk HIV di negara maju) dan produk darah. Hal ini juga menjadi perhatian bagi orang-orang menerima perawatan medis di daerah-daerah di mana ada di bawah standar kebersihan umum dalam penggunaan peralatan injeksi, seperti penggunaan kembali jarum di negara-negara Dunia Ketiga. Petugas kesehatan seperti perawat, pekerja laboratorium, dan dokter juga telah terinfeksi, meskipun hal ini terjadi lebih jarang. Sejak penularan HIV melalui darah dikenal personil medis yang diperlukan untuk melindungi diri dari kontak dengan darah dengan menggunakan Universal tindakan pencegahan. Orang-orang yang memberi dan menerima tato, tindikan, dan prosedur scarification juga dapat beresiko infeksi.
HIV telah ditemukan pada konsentrasi rendah di air liur, air mata dan urin orang yang terinfeksi, tetapi tidak ada tercatat kasus infeksi oleh sekresi ini dan potensi risiko penularan dapat diabaikan. [41] Tidaklah mungkin bagi nyamuk untuk menularkan HIV . [42]
Ibu-ke-anak
Transmisi virus dari ibu ke anak dapat terjadi in utero (selama kehamilan), intrapartum (pada melahirkan), atau melalui menyusui. Dengan tidak adanya perawatan, transmisi kecepatan hingga kelahiran antara ibu dan anak adalah sekitar 25%. [23] Namun, di mana terapi obat antiretroviral dan Cesarian bagian yang tersedia, risiko ini dapat dikurangi ke level satu persen. [23] setelah melahirkan ibu-ke-bayi sebagian besar penularan dapat dicegah dengan menghindari lengkap menyusui tetapi, hal ini terkait morbiditas signifikan. ASI eksklusif dan penyediaan ARV profilaksis diperluas ke bayi juga manjur untuk menghindari penularan. [43]
Beberapa infeksi
Artikel utama: HIV superinfection
Tidak seperti virus lain, infeksi HIV tidak memberikan kekebalan terhadap infeksi tambahan, terutama dalam kasus lebih jauh secara genetik virus. Baik antar-dan intra-clade infeksi multipel telah dilaporkan, [44] dan bahkan berhubungan dengan perkembangan penyakit lebih cepat. [45] Beberapa infeksi dapat dibagi menjadi dua kategori tergantung pada waktu perolehan galur kedua. Koinfeksi mengacu pada dua strain yang tampaknya telah diperoleh pada waktu yang sama (atau terlalu dekat untuk membedakan). Infeksi kembali (atau superinfection) adalah infeksi dengan regangan kedua pada waktu diukur setelah yang pertama. Kedua bentuk ganda telah dilaporkan infeksi HIV di kedua akut dan infeksi kronis di seluruh dunia. [46] [47] [48] [49]
Diagnosis
Artikel utama: tes HIV
HIV-positif Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi dengan virus. [94] Sebagai contoh, kurang dari 1% dari penduduk perkotaan yang aktif secara seksual di Afrika telah diuji dan proporsi ini bahkan lebih rendah pada populasi pedesaan. [94] Lebih lanjut , hanya 0,5% wanita hamil menghadiri fasilitas kesehatan perkotaan menasihati, diuji atau menerima hasil tes. [94] Sekali lagi, proporsi ini bahkan lebih rendah di pedesaan fasilitas kesehatan. [94] Sejak donor karenanya mungkin tidak menyadari infeksi mereka, donor darah dan produk darah yang digunakan dalam bidang kedokteran dan penelitian medis secara rutin diskrining untuk HIV. [95]
HIV-1 tes terdiri dari penyaringan awal dengan enzim-linked Immunosorbent assay (ELISA) untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV-1. Spesimen dengan hasil dari nonreactive ELISA awal dianggap HIV-negatif paparan baru kecuali pasangan yang terinfeksi atau pasangan yang tidak diketahui status HIV telah terjadi. Spesimen dengan ELISA yang hasilnya reaktif diuji ulang dalam rangkap dua. [96] Jika hasil tes duplikat baik reaktif, spesimen tersebut dilaporkan sebagai reaktif dan berulang kali menjalani uji konfirmasi dengan tes tambahan yang lebih spesifik (misalnya, Western Blot atau, kurang umum , sebuah immunofluorescence assay (IFA)). Hanya spesimen yang berulang kali reaktif oleh ELISA dan positif oleh IFA atau reaktif oleh Western Blot dianggap HIV-positif dan indikasi infeksi HIV. Spesimen yang ELISA-reaktif berulang kali kadang-kadang memberikan hasil tdk Western Blot, yang mungkin baik yang tidak lengkap antibodi terhadap HIV di orang yang terinfeksi, atau reaksi nonspesifik pada orang yang terinfeksi. [97] Walaupun IFA dapat digunakan untuk mengkonfirmasi infeksi di ambigu ini kasus, pengujian ini tidak banyak digunakan. Secara umum, kedua spesimen harus dikumpulkan lebih dari sebulan kemudian dan diuji ulang untuk orang dengan Western Blot tdk hasil. Walaupun lebih jarang tersedia, tes asam nukleat (misalnya, virus RNA atau proviral metode amplifikasi DNA) juga dapat membantu diagnosa dalam situasi tertentu. [96] Di samping itu, beberapa spesimen diuji dapat memberikan hasil yang kurang jelas karena kuantitas rendah spesimen. Dalam situasi ini, spesimen kedua dikumpulkan dan diuji untuk infeksi HIV.
Modern tes HIV sangat akurat. Kemungkinan palsu-hasil positif dalam dua langkah pengujian protokol diperkirakan 0,0004% sampai 0,0007% pada umumnya penduduk AS. [98] [99] [100] [101]
Perawatan
Saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. [102] [103] Satu-satunya metode yang dikenal pencegahan adalah menghindari paparan terhadap virus. Namun, tentu saja pengobatan antiretroviral diberikan segera setelah terkena, disebut post-exposure prophylaxis, dipercaya untuk mengurangi risiko infeksi jika dimulai secepat mungkin. [104] Current pengobatan untuk infeksi HIV terdiri dari terapi antiretroviral yang sangat aktif, atau ART. [105] Hal ini telah sangat bermanfaat bagi banyak orang terinfeksi HIV sejak diperkenalkan pada tahun 1996, ketika protease inhibitor ART berbasis pada awalnya menjadi tersedia. [106] Current pilihan kombinasi ART (atau "koktail") yang terdiri dari setidaknya tiga obat yang termasuk paling tidak dua jenis, atau "kelas," agen antiretroviral. Biasanya, kelas-kelas ini adalah dua nucleoside analog reverse transcriptase inhibitor (NARTIs atau NRTI) ditambah baik protease inhibitor atau non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Kelas baru obat-obatan seperti Entry Inhibitor memberikan pilihan pengobatan bagi pasien yang terinfeksi virus sudah resistan terhadap terapi umum, meskipun mereka tidak banyak tersedia dan tidak biasanya dapat diakses di rangkaian terbatas sumber daya. Karena perkembangan AIDS pada anak-anak lebih cepat dan kurang dapat diprediksi daripada pada orang dewasa, terutama pada bayi muda, perawatan lebih agresif dianjurkan untuk anak-anak daripada orang dewasa. [107] Di negara-negara maju di mana ART tersedia, dokter menilai pasien secara menyeluruh: mengukur virus beban, seberapa cepat CD4 menurun, dan kesiapan pasien. Mereka kemudian memutuskan kapan untuk merekomendasikan memulai pengobatan. [108]
ART tidak menyembuhkan pasien juga tidak seragam menghapus semua gejala; tingkat tinggi HIV-1, sering ART tahan, kembali jika pengobatan dihentikan. [109] [110] Selain itu, akan memakan waktu lebih dari seumur hidup untuk infeksi HIV akan dibersihkan dengan menggunakan ART. [111] Meskipun demikian, banyak orang yang terinfeksi HIV telah mengalami peningkatan luar biasa dalam kesehatan umum dan kualitas hidup, yang telah menyebabkan penurunan yang besar terkait HIV morbiditas dan kematian di negara maju. [106] [112] [113] Satu penelitian menunjukkan rata-rata harapan hidup seorang individu yang terinfeksi HIV adalah 32 tahun sejak masa infeksi jika perawatan dimulai ketika jumlah CD4 adalah 350/μL. [114] Dalam ketiadaan ART, kemajuan dari infeksi HIV AIDS telah diamati terjadi pada rata-rata antara sembilan sampai sepuluh tahun dan median waktu bertahan setelah mengembangkan AIDS hanya 9.2 bulan. [8] Namun, kadang-kadang mencapai ART jauh lebih sedikit daripada hasil yang optimal, dalam beberapa keadaan menjadi efektif dalam waktu kurang dari lima puluh persen pasien. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan seperti intoleransi obat / efek samping, sebelum terapi antiretroviral tidak efektif dan infeksi dengan obat-resistant strain HIV. Namun, non-kepatuhan dan non-ketekunan dengan terapi antiretroviral adalah alasan utama kebanyakan orang gagal untuk memperoleh manfaat dari ART. [115] Alasan-alasan non-kepatuhan dan non-ketekunan dengan ART yang bervariasi dan tumpang tindih. Mayor masalah psikososial, seperti akses masyarakat miskin ke perawatan medis, kurangnya dukungan sosial, penyakit jiwa dan penyalahgunaan narkoba memberikan kontribusi kepada non-kepatuhan. Kompleksitas rejimen ART ini, apakah karena jumlah pil, frekuensi dosis, pembatasan makan atau isu lainnya bersama dengan efek samping yang tidak disengaja menciptakan kepatuhan juga berkontribusi terhadap masalah ini. [116] [117] [118] Efek samping termasuk lipodistrofi, dislipidemia, resistensi insulin, peningkatan risiko kardiovaskular, dan cacat lahir. [119] [120]
Waktu untuk memulai pengobatan HIV masih diperdebatkan. Tidak ada pertanyaan bahwa pengobatan harus dimulai sebelum jumlah CD4 pasien turun di bawah 200, dan sebagian besar panduan nasional mengatakan untuk memulai perawatan setelah jumlah CD4 turun di bawah 350; tetapi ada beberapa bukti dari penelitian kohort bahwa pengobatan harus dimulai sebelum CD4 menghitung jatuh di bawah 350. [112] [121] Di negara-negara di mana jumlah CD4 tidak tersedia, pasien dengan WHO stadium III atau IV penyakit [122] harus ditawarkan pengobatan.
Anti-retroviral mahal, dan mayoritas terinfeksi di dunia individu tidak memiliki akses ke obat-obatan dan perawatan untuk HIV dan AIDS. [123] Penelitian untuk meningkatkan perawatan saat ini termasuk mengurangi efek samping obat-obatan saat ini, lebih menyederhanakan regimen obat untuk meningkatkan kepatuhan, dan menentukan urutan terbaik rejimen untuk mengelola resistensi obat. Sayangnya, hanya vaksin diperkirakan dapat menghentikan pandemi. Hal ini karena vaksin lebih murah, sehingga menjadi terjangkau bagi negara berkembang, dan tidak membutuhkan perawatan harian. [123] Namun, setelah lebih dari 20 tahun penelitian, HIV-1 tetap menjadi target sulit vaksin. [123]
Perawatan pembangunan
Laporan media pada tahun 2008 dan sebuah penerbitan di New England Journal of Medicine (NEJM) pada tahun 2009 menggambarkan kasus anekdot HIV-positif Berlin pasien dokter, Gero Hutter. Pasien, yang kedua myelogenous akut leukemia (AML) dan infeksi HIV, yang dikatakan oleh beberapa orang untuk menjadi "fungsional sembuh" HIV-nya setelah transplantasi sumsum tulang untuk AML. Donor sumsum tulang telah dipilih sebagai homozigot untuk mutasi CCR5-Δ32 (yang memberikan perlawanan terhadap "hampir semua strain HIV"). [124] [125] Setelah 600 hari tanpa terapi obat antiretroviral, tingkat HIV dalam darah pasien, sumsum tulang dan usus berada di bawah batas deteksi, meskipun penulis mencatat bahwa virus kemungkinan akan hadir dalam jaringan lain. Para peneliti memperingatkan bahwa akan dini untuk mempertimbangkan kemungkinan pengobatan ini menyembuhkan karena anekdot alam, risiko kematian yang berhubungan dengan transplantasi sumsum tulang dan masalah lainnya. [126] [127]
HIV laten Reservoir
Terlepas dari keberhasilan terapi antiretroviral (ART) dalam mengendalikan infeksi HIV dan mengurangi angka kematian terkait HIV, rejimen obat saat ini tidak dapat sepenuhnya memberantas infeksi HIV. Banyak orang yang memakai ART penekanan HIV mencapai ke tingkat di bawah batas deteksi standar tes klinis selama bertahun-tahun. Namun, setelah penarikan ART, viral load HIV cepat rebound seiring dengan penurunan CD4 + T-sel, yang, dalam banyak kasus, tidak ada yang kembalinya pengobatan, menyebabkan AIDS.
Untuk berhasil berkembang biak sendiri, HIV harus mengkonversi para RNA genom pada DNA, yang kemudian diimpor ke dalam inti sel inang dan dimasukkan ke genom host melalui tindakan integrase HIV. Karena selular utama HIV sasaran, CD4 + T-sel, berfungsi sebagai sel memori dari sistem kekebalan tubuh, terpadu HIV dapat tetap aktif selama masa hidup sel ini. Memory T-Sel dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun dan mungkin selama beberapa dekade. HIV yang laten reservoir dapat diukur dengan co-kultur CD4 + T-Cells dari pasien yang terinfeksi dengan CD4 + T-Cells dari donor yang tidak terinfeksi HIV dan mengukur protein atau RNA. [128]
Kegagalan kandidat vaksin untuk melindungi terhadap infeksi HIV dan pengembangan menjadi AIDS telah menyebabkan sebuah fokus baru pada mekanisme biologis yang bertanggung jawab untuk HIV latency. Periode terbatas menggabungkan terapi anti-retroviral dengan obat-obatan menargetkan reservoir laten mungkin suatu hari nanti memungkinkan untuk total pemberantasan infeksi HIV. [129]
Prognosis
Tanpa perawatan, bersih rata-rata waktu bertahan setelah terinfeksi HIV diperkirakan menjadi 9 hingga 11 tahun, tergantung pada subtipe HIV, [130] dan median survival rate setelah diagnosis AIDS di rangkaian terbatas sumber daya di mana pengobatan yang tidak tersedia rentang antara 6 dan 19 bulan, tergantung pada studi. [131] Di tempat-tempat itu tersedia secara luas, pengembangan ART sebagai terapi efektif untuk infeksi HIV dan AIDS mengurangi tingkat kematian dari penyakit ini hingga 80%, dan meningkatkan harapan hidup untuk yang baru didiagnosa orang yang terinfeksi HIV sekitar 20 tahun. [132]
Sebagai perawatan baru terus berkembang dan karena HIV terus berevolusi melawan perawatan, perkiraan waktu bertahan kemungkinan akan terus berubah. Tanpa terapi antiretroviral, kematian biasanya terjadi dalam waktu setahun setelah individu berkembang menjadi AIDS. [8] Kebanyakan pasien meninggal dari infeksi oportunistik atau keganasan progresif yang terkait dengan kegagalan sistem kekebalan tubuh. [5] Laju perkembangan penyakit klinis sangat bervariasi antara individu dan telah terbukti dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kerentanan host dan fungsi imun [64] [133] [134] perawatan kesehatan dan co-infeksi, [5] [8] dan juga yang khusus dari strain virus terlibat. [135] [136] [137]
BAB III
PENUTUP
Langganan:
Postingan (Atom)